A Night Drive With Nowhere to Go

night drive

Sometimes all you need is a night drive. With good music and good company. And absolutely nowhere to go. No predetermined destination. No reservation at a restaurant, no movie to see, or friends to meet. Just you, your driving companion, a damn good playlist or a radio station that completely understands you and a long road of endless possibilities.

When malls become unbearably loud and crowded, or when you lose taste at hitting the so called hip yet overpriced spots in town, when staying idle at home is boring and you feel the urge to get out of the house, a random night drive is the right fit. The freedom of not having to chase a movie screening time, or simply not having to be somewhere at a given time is a sweet release from a life of schedules and routines.

First of all it’s the seating position. You behind the wheel, me besides you. These seats are strategically and frustratingly the perfect example of so-close-yet-so-far. We’re so close that I can steal glances at the twinkle in your eyes when you smile when you’re telling a story from your childhood. We’re so close that I can sense just a faint smell of your delicious scent, a mix of masculinity, your laundry softener, and cologne (?). We’re so close that I can reach out my arm to playfully touch your hair, or fiddle with your ear. We’re so close that you can touch my hair or squeeze my fat arm from time to time. But amid that closeness exists a frustrating 25 cm distance between us. We’re so far that I can’t comfortably put my head on your shoulder. We’re so far that I can’t cup your face in my hands or feel the thin bristles of your facial hair and feel how they tickle the tips of my fingers. This so-close-yet-so-far seating arrangement just makes the night drive cozy. We’re close enough to appreciate each other’s presence yet far enough to long for more. But night drives aren’t only for people in love or people who are on their way to being in love. A night drive with a good friend is also enjoyable. It’s a good exercise of self control. Even though the mood is right to put your arm on his shoulder, you hold back. We’re just friends. Let’s not make this weird. Let’s just enjoy this like old buddies.

It is in these night drives that I can connect with you. It’s in these night drives that we can go rambling on about the little details we see on the way, or how we wonder where the parents of these homeless children are, or how we ramble on about how work has been, or about the places you want to visit, or your desire to start a healthy lifestyle, or that vehicle you want to possess. It’s in these nights that we can go from chatting to complete silence without feeling awkward. It’s in these night drives that we can have a conversation so deep, that the silence that falls after it opens a new chapter of deep thought that is far from awkward. But in the middle of that silence, our song plays and interrupts. Well, maybe it is not necessarily our song, but a song we both know by heart. A song that triggers a memory. We start singing along and after that one of us tells a story behind that song. This is the song that I sang for the first time on stage. This is the song that my teacher made us sing for English class.  This is the song that I played for my first love in middle school.

A night drive with nowhere to go.

Well maybe you make a few stops here and there. One of us gets thirsty, so we stop and get a cup of hot coffee. I fetch us some snacks just in case you’ll get hungry (when in most cases it is me that gets hungry first). Or maybe there’s a spot on top of a hill where the view of the city lights is pretty. We stop there for a few minutes, a few hours. The radio’s on and it’s playing a mix meticulously made for a night like this. Maybe one of us falls asleep. One of us watches the other one sleeps. Or maybe none of us sleeps and we continue driving. We make an impulsive decision to see the sunrise at a mountain that’s maybe 2 hours from here. Or we make another impulsive decision to go on a memory-lane-tour and pass by the schools you attended and places you used to hang out. Or maybe we make an impulsive decision to buy food and milk and give them out to homeless children. These impulses reveal a certain side of us, you or me, that may not show in other instances. And these small impulses that we choose to follow through on this silly night drive become memories we might laugh or smile at in the future.

Sometimes all you need is a night drive.

*This is a work of fiction, and pretty much sums up my idea of a night drive that I’d like to have in the future, when the time is right.*

Masuk Kementerian ESDM Lewat Tes CPNS 2013

Aloha semuanya! Memasuki bulan Agustus, di media massa sudah terdengar heboh-heboh mau CPNS. Sehubungan dengan hal tersebut (ce ileh bahasa gue surat banget yak hahaha), udah banyak juga temen-temen yang menjapri gue dengan bombardir pertanyaan seputar CPNS, seperti pakai buku apa, ada formasi untuk jurusan apa saja, tahap tesnya apa saja, dan lainnya. Akhirnya daripada gue repost gan terus menerus ke orang-orang, gue putuskan untuk menuangkannya di blog saja, hitung-hitung membantu banyak orang. Buat disclaimer saja, saat ini gue termasuk salah satu dari sekitar 400-an CPNS di Kementerian ESDM yang ikut tes CPNS 2013 dan masuk mulai April 2014 jadi seputar pengalaman ikut seleksi masih (lumayan) seger di otak. Pada saat masa-masa seleksi tersebut, gue pun mengubek-ubek Google, mencari blog, buka-buka forum untuk mencari info yang komprehensif tentang CPNS, terutama untuk Kementerian ESDM karena CPNS untuk setiap kementerian dan lembaga itu cukup variatif ya tahapan dan timelinenya. Agak sulit memang karena infonya tercecer dan seringkali hasil Google search results yang cukup menjanjikan, eh ternyata PHP, iklan buku/software latihan soal CPNS. Huftness.

Jadi, pas gue tes CPNS, portal resmi semua informasi seputar tes CPNS Kementerian ESDM itu lewat situs yang gue screenshot ke bawah. Unlike rekrutmen perusahaan yang biasa lewat portal Experd, atau bahkan yang orang HRnya menghubungi secara pribadi lewat email atau bahkan tilpun, informasi CPNS Kementerian ESDM itu lewat satu pintu: website cpns2013.esdm.go.id :D Info lewat media sosial pun nggak ada. Jadi selama proses seleksi emang kerjaan gue tiap pagi siang sore ya mantau website ini. Terutama buat liat tulisan merah Updated nya berubah tanggalnya. Karena kan, ya kayak gue bilang di atas, kalau ada update terbaru nggak ada pemberitahuan via email. Jadi kudu kita yang proaktif ngecek terus bro. Informasi di website ini semuanya bentuknya PDF-PDF jadi kalau buka di HP yang jadul rada-rada susah.

online platform

Online Platform informasi seleksi tes CPNS ESDM.

 

Timeline Seleksi

Timeline. Perihal waktu itu vital banget ya, bahkan buat gue yang pada saat itu freshgrad dengan kerjaan fleksibel (proyekan dosen) juga gelisah soal waktu. Gue aja yang freelancer gelisah, gimana yang statusnya karyawan dan harus resign dengan 3-weeks notice gitu kan? I bet a lot of you are wondering about the timeline, dan sayangnya pada saat itu, di portal informasi memang tidak ada info apapun tentang timeline dari awal sampai akhir. Paling banter ya tanggal tes tahap berikutnya, tapi soal kapan pengumuman keluar, itu nggak pernah jelas kapan, hanya Tuhan dan panitia penyelenggara yang tahu. So, to get a picture of how it went this year kira-kira begini:

  • Tes Kemampuan Dasar: Oktober (akhir)
  • Tes Kemampuan Bidang: November (akhir)
  • Pengumuman Akhir Lulus CPNS: Januari (awal)
  • Daftar Ulang dan Melengkapi Berkas: Januari (tengah)
  • Mulai aktif kerja: April (awal, tanggal 1)

Tahap Tes

Tahap tes yang dilalui untuk CPNS Kementerian ESDM antara lain:

1. Seleksi Administrasi

Jadi di awal itu, portal resmi merilis pengumuman umum soal deadline seleksi administrasi, dan apa aja yang harus dikirim (via pos loh pake amplop coklat) sama pendaftaran online buat ngeprint kartu peserta. Nah, selain itu, PDF yang isinya daftar formasi (formasi itu istilah yang dipake yang artinya posisi) per jurusan juga dirilis. Dan formasi itu ada kuotanya. Contohnya untuk Calon Inspektur jurusan X kuotanya 6 gitu misalnya. Untuk CPNS tahun 2013, kita disuruh milih 3 formasi (kayak ujian masuk PTN gitu lah milih 3 jurusan), pilihan pertama, kedua, ketiga apa dari sekian banyak formasi yang di situ. Milihnya juga sesuai jurusan. Lo nggak bisa milih formasi yang bukan diperuntukkan buat jurusan lo. Untuk TOEFL, ya kalau di ESDM nggak mewajibkan, tapi untuk beberapa formasi iya, contohnya kalau di Ditjen Migas, formasi calon inspektur migas itu mewajibkan skor TOEFL (prediction juga diterima kok), 450 kalau nggak salah. Ya seleksi administrasi ya standarlah ya, tinggal ikutin aja sesuai arahan yang ada di situs resmi, siapin dengan benar, dan kirim sebelum deadline. Kalau disuruh tulis tangan, ya tulis tangan, kalau disuruh legalisir ya legalisir. Easier said than done memang, jadi siapin aja dengan cermat dan antisipasi worst case-worst case yang sangat mungkin terjadi! (misalnya pas proses seleksi itu KTP gue hilang, jadi untung gue punya backup identitas lain, jadi gue dateng tes pake Paspor. Udah macam ekspatriat aje)

2. Tes Kemampuan Dasar dengan Computer Assisted Test atau CAT (Bobot: 60%)

Tes Kemampuan Dasar itu tes pilihan ganda semua, tesnya pake komputer (bukan rame-rame pake papan jepit dan ngisi LJK lagi) bahannya: Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), sama Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). TKD ini nih yang buku bank soalnya buanyak bener di toko buku, dan biasanya menjelang tes variasinya makin banyak dan space yang ditempatin di toko buku juga lebih gede.

Nah. Sebagai anak teknik yang sudah lama meninggalkan sejarah dan PPKn….gue lebih takut TWK daripada TIU. Ya TIU mah matdas (matematika dasar) lah yaaa hahaha, tapi bukan berarti gak dilatih sama sekali loh. Gue pakai buku apa? Gue nggak suka banget belajar soal doang. Karena variasi soal itu beribu-ribu coy, masak gue harus belajar beribu soal buat yakin bisa lulus tesnya? Jadi yang gue incer ketika membeli buku persiapan CPNS adalah buku yang ada ringkasan materi, bukan soal doang. Jadi gue beli buku CPNS 2 kali. Pada trip pertama ke Gramedia Bintaro Plaza dapetnya buku CPNS yang lagi hits banget di masa itu, yang tebel dan kavernya merah dan space di rak buku paling banyak nempatinnya. Tapi ya sayangnya soal doang dan pada saat itu di Gramedia yang gue kunjungin nggak ada buku Detik-Detik seperti gambar di bawah. On my 2nd trip, waktu itu ke Gramedia di depan BIP di Bandung, setelah mengubek-ubek sudut buku CPNS di Gramedia, voila akhirnya kutemukan buku yang ada ringkasannya! Ringkasannya bagus lagi, sistematis, dan ya, ringkas. Meski kertasnya buram, ya nggak papalah. Nih untung ada foto bukunya di Google (karena buku gue dipinjem temen gue belom dibalikin, nggak bisa gue foto haha).

Buku CPNS yang gue pake

Buku CPNS yang gue pake

Bahkan judul bukunya relevan banget sama gue karena gue beli buku ini H minus beberapa hari gitu haha. Buku ini cukup sakti karena, banyak juga yang keluar dari apa yang gue pelajari…so, I guess it was a good choice. Cara belajar? Ya belajar ajalah pakai cara yang paling enak buat diri lo sendiri. Kalau gue tipe yang belajar tidur belajar tidur. Maksudnya pas belajar pasti ketiduran, tapi pas kebangun ya belajar, gitu (terutama buat apalan yak, kalau itungan mah harus fokus pol dan di tempat pewe). Buat lulus, harus melewati ambang batas atau passing grade buat lulus yang dipublish secara resmi, seperti di screenshot di bawah ini.

Nah tahun kemaren tes CPNS yang TKD itu tesnya di Pondok Ranji dan dibagi menjadi beberapa kloter. Bayangin aula, isinya komputer banyak. Di luar aula tempat nunggu sama ada 2 LCD TV gede yang nampilin skor hasil tes. Jadi begitu selesai tes, jreng! Langsung bisa liat hasil tes lo berapa. Bisa liat juga dari sekian orang di aula itu, lo rangking berapa (ini penting buat mengira-ngira lo bisa masuk atau apa). Oh iya, selain ambang batas jelas buat lulus tes, rasio pelamar terhadap formasi juga dipublish secara jelas (ada di screenshot di bawahnya lagi). Jadi yang lulus TKD dan lanjut ke TKB itu 3 rangking tertinggi per formasi. Jadi basically 3 orang merebut 1 formasi (untuk ikut TKB ya). Contohnya nih, waktu CPNS, pilihan pertama formasi yang gue lamar itu kuotanya 2. Jadi untuk dapet formasi itu pelamar yang bersaing di tahap TKB itu 2 x 3 = 6 orang. Saingan gue 5 orang. Jadi begitu kira-kira hitungannya.

syarat nilai buat lulus

syarat nilai buat lulus

AA

Rasio pelamar versus formasi

Nah setelah tes, hasil tes semua peserta diunggah ke situs resmi (jadi bisa liat juga orang-orang yang lulus siapa aja, dan liat nilai saingan juga haha).

contoh orang-orang di formasi gue yang lolos ke TKB dan nilainya

contoh orang-orang di formasi gue yang lolos ke TKB dan nilainya (kolomnya itu TWK, TIU, TKP)

Selain persiapan substantif buat nyiapin isi tes….harus juga nyiapin hal-hal penting kayak tau lokasi tes di mana, kalau perlu dari beberapa hari sebelum udah survey lokasinya jadi bisa ngira-ngira waktu tempuh buat mencapai ke sana berapa lama, datang lebih awal, dan jaga kesehatan. Gue punya beberapa teman yang nggak sukses CPNSnya karena hal-hal begitu. Ada yang nggak nemu lokasi tesnya (karena lokasi tes itu nggak selalu di tempat yang gampang ditempuh, contohnya TKD KESDM aja di Pondok Ranji, Tangsel, bukan di tengah kota yang gampang dikira-kira tempatnya), ada juga yang nggak konsen ngerjain TKDnya karena doi TKD pas lagi diare. Jadi……ya siapin aja dari segala aspek!

3. Tes Kemampuan Bidang atau TKB (Bobot: 40%)

Tes Kemampuan Bidang itu tahap terakhir tes. Formatnya wawancara, sendiri-sendiri, tapi yang mewawancarai bisa 1 atau lebih. Gue waktu itu diwawancarain 2 orang. Ya sesuai nama tesnya aja lah ya, ini tes kemampuan bidang. Jadi lo harus bisa lah menguasai bidang pekerjaan yang lo bidik (terutama formasi pilihan pertama yah). Misalnya lo ngincer posisi di Ditjen Migas yah at least harus tau lah isu terkini seputar migas, UU No. 22, pembagian migas hulu dan hilir ada apa aja, yah konsep-konsep umum seputar migas lah dan konsep umum public policy (inget, jadi CPNS itu jadi birokrat jadi harus ngerti juga basic-basicnya haha) seperti urutan peraturan perundang-undangan. Kalau formasi yang lo lamar rada-rada technical, seperti calon inspektur, yah setidaknya tau lah sisi technical dari migas. Wawancaranya nggak lama, nggak sampe 15 menit. Karena gue waktu itu nggak melamar posisi yang technical, jadi gue belajarnya hal-hal yang general. Gue belajar UU 22 tahun 2001 sama belajar dari review Oil & Gas Regulation yang dirilis oleh PwC. Review itu bagus (ya bahasa Inggris sih emang) tapi komprehensif banget, 1 PDF udah mencakup banyak hal. Jadi siapin, dan pede aja!

Pengumuman Akhir

Nah! Pengumuman akhir yang ditunggu-tunggu setelah merefresh website berkali-kali setiap hari akhirnya keluar di awal Januari, tanggal 2. Apalagi setelah gelisah denger kementerian lain udah diumum-umumin, duh kok belum keluar-keluar yah. Nah selang 2 minggu setelah diumumin udah harus daftar ulang dengan bawa berkas-berkas seperti SKCK, hasil Medical Check Up (surat keterangan sehat jasmani dan rohani yang harus dibuat di rumah sakit atau unit pelayanan kesehatan milik pemerintah), surat bebas napza, kartu kuning, dan lainnya. Jadi basically, kita dikasih 2 minggu buat nyiapin berkas itu semua. Untuk medical check up, tes narkoba, dan tes psikologi uang yang gue habiskan hampir 1 juta (itu di RS Fatmawati). Oh untuk tips aja, meski nggak disuruh, ada baiknya juga bikin NPWP sekalian. Cepet kok jadinya.

Terus kalau aku nggak lulus, aku kudu piye?

Tenang saja! Tetap semangat…dan nggak ada salahnya tetep rajin ngecek portal resmi. Kenapa? Karena pas jaman gue itu, kalau ada pelamar yang dinyatakan lulus, tapi dia nggak daftar ulang di jangka waktu yang diberikan (otomatis itu artinya mengundurkan diri), pelamar yang nilainya lebih rendah jadi geser ke atas dan jadinya diterima. Temen gue di Ditjen Migas ada yang kasusnya begitu. Pas pengumuman akhir yang tanggal 2 Januari itu namanya nggak ada di daftar pelamar yang lulus. Pas doi udah mulai move on, eh ada temennya yang ngucapin selamet. Eh ternyata ada pelamar di atas dia yang ngundurin diri, jadinya nama dia geser ke atas, dan jadinya diterima dan dipanggil buat daftar ulang dan melengkapi berkas. Kalau memang pas pemanggilan ulang buat ngisi peserta yang mengundurkan diri, nama lo tetep nggak ada, ya apa mau dikata ya mungkin memang belum jodoh.

Oke, jadi paling segitu dulu aja, kalau ada pertanyaan, feel free to leave a comment below. Perlu diingat juga, sistemnya sangat mungkin untuk berubah, jadi tetep stay updated dengan info resmi dari Kementerian PAN RB dan kementerian yang dilamar. Semoga bermanfaat yah, good luck!

So I Started Wearing Contact Lenses

As a four eyed person, wearing glasses can be a hassle. After years of delay, I finally summoned my courage to wear…. soft contact lenses, or more popularly called in Indonesia as soft lens. 

I found this legit soft lens dealer on Instagram called Geosoftlensroom, that has recently changed to Eyelovin. It seemed pretty legit since there were real people wearing them and posting them on Instagram, even famous figures like Dian Sastro and the hip makeup artist Lizzie Parra. So basically this dealer sells Korean soft contact lenses and they’re pretty cheap too. So after a while of browsing and rebrowsing, I finally landed my decision on buying the Geo Big Grang-Grang. Sebagai newbie, gue nggak mau pake warna yang ngejreng banget kayak biru atau abu-abu, apalagi ijo atau ungu. Maunya yang deket ke warna natural mata aja, warna coklat atau itemlah. Geo Big Grang Grang ini termasuk best seller di Eyelovin dan ada beberapa screenshot foto customer yang memakainya dan kelihatannya bagus…jadi akhirnya gue milih itu.

Foto Before & After Memakai Soft Lens

So this is how I look with glasses on.

four eyed

Before: at work, wearing glasses (I’m wearing Dolce & Gabbana frames)

at a wedding wearing Geo Big Grang Grang

After: at a wedding wearing Geo Big Grang Grang

So yeah, wearing soft contact lenses really do make a difference, don’t they? Bagusan pake kacamata atau pake soft lens? Kata temen-temen gue sih, make kacamata bikin kelihatan dewasa, jadi kalau make softlens kelihatan lebih muda gitu.

Kesan dan pesan setelah perdana memakai soft lens?

Yah harus telaten. Gue agak-agak parno sih sama kuman jadi gue udah kebiasa dikit-dikit cuci tangan pake sabun, nggak asal basah pake air doang. Harus bangun lebih pagi (ini efek positif sih bagi gue yang suka ngesnooze alarm clock). Pertama kali banget berhasil memakai soft lens gue menghabiskan waktu 45 menit, dan waktu itu pas Sabtu pagi jadi nggak diburu waktu berangkat kerja. Itu pun setelah belajar dari YouTube, buka beberapa video tutorial tentang cara memakai dan melepas contact lenses. Nyopotnya, surprisingly, gampang banget (nggak serem seperti yang gue bayangkan dan gue lihat temen-temen yang megang matanya). Karena soft lens yang gue pake gede dan coklat, kelihatan jelas pas nyopot. 3 kali make, makin ke sini makin cepet proses makenya. Bawaan jelas tambah rempong karena harus bawa tetesan mata ke mana-mana. Kalau nggak nyaman harus netes. Tapi overall, menurut gue enak sih pake softlens, okelah untuk ke kawinan atau mau jalan-jalan cantik pas weekend. Gue udah nyoba make seharian (make dari jam 5 pagi sampe jam 8 malam), agak agak nggak nyaman sih pas udah sore, dan pas di jalan pulang rasanya mau copot banget….but it wasn’t so bad. Ada iritasi? So far nggak ada :)

Total Biaya yang Keluar:

Jadi sebagai newbie softlens gue keluar total sekitar 310 ribu. Buat beli softlens plus ongkir udah 128 ribu kalo gak salah, beli cairan pembersih dan tetes mata (waktu itu di Optik Seis GI) abis sekitar 186 ribu. Oh dan buat beli tisu buat alas pas make dan nyopot dan buat ngelap-lap tangan sekitar 30 ribu (langsung beli yang banyak gue). Jadi total 344 ribu.

Will I continue wearing contact lenses? Of course, but probably on special occasions. I am definitely excited to experiment using different kinds and colors of contact lenses!

I Haven’t Written in a While

 

howdy!

Hello! Horas! Ahoi! Mejuah-juah! Njuah-juah! Aloha! Hola!

 

Well hello again! I haven’t written in a while, have I? Where have I been?

Well I’ve been quite busy lately. What’s been going on in my life lately?

And after a few encouraging input from some of my blog readers, well..here you go!

1. Lulus Prajabatan (I passed the mandatory training for government new recruits).

Prajabatan Angkatan 5 Kementerian ESDM <3

Prajabatan Angkatan 5 Kementerian ESDM <3

5 weeks in a remote area….was surprisingly freakin awesome and surpassed my dreadful expectation. And thank God weekends were (mostly) free so we maximized our weekends to travel!

River tubing in Pindul, Yogyakarta

River tubing in Pindul, Yogyakarta

Oh, our class was awesome too. We even had a cute makrab, sort of like a party/gathering with food, games, and even a round of conversations around a bonfire. Going back to work was a rough transition, and moving on took weeks. Luckily our class is still close thanks to our occasionally active Whatsapp group and get togethers.

 

2. Werk Werk Werk

a pic I took from the pool at Royal Kuningan Hotel

a pic I took from the pool at Royal Kuningan Hotel

Werkin. What more can I say? Get up at 4.50, depart for work at 5.45, arrive at around 6.30 ish, work, go home at 4 PM (Well during Ramadhan month it was changed to 3 PM *yayyy*). Repeat. Look forward to weekends. Well at least working in the public sector enables me to travel a lot (in this case, being single is a perk), or at least attend events and functions at hotels and stuff so yeah, all is well.

3. Restocking my makeup kit

goodies!

goodies!

The essentials in my make up kit: MAC Studio Fix or Bobbi Brown Luminous Powder Foundation. I’m currently trying out new stuff: Benefit Porefessional and lip color products! I was never the kind of girl that liked wearing lipstick, but lately I’ve developed a crush for lipsticks and the whole look of a creamy splash of color on the lips! So the other day I dragged my friend (who coincidentally also needed to get new stuff for her face as well) to Grand Indonesia. So after hours of blog walking on the internet reading reviews and seeing swatches, I bought MAC’s chatterbox and NYX’s butter gloss in Peaches & Cream. I was aiming for the pink and fresh look. Nude hasn’t suited me very well because I end up looking pale and washed out instead of..well…nude. And bold colors…nah, not yet.

4. Maximizing my free time not to sit in front of my laptop (unless when I’m trip planning of course)

So yeah. I try my best to use my weekends to do stuff I love or engage in social agendas. I do Zumba and I love going to the gym (which is good because I have the same..or perhaps a bigger love for food). Zumba is awesome. It’s kinda like clubbing but it’s healthy, done at day time, and minus the alcohol and itty bitty outfits and heavy makeup. Oh, I’m also back in my diet. I gained a lot of weight this past year, and I’m serious about returning to my 2012 body when I could confidently wear jeans with a tucked in form fitting top. Aside to going to the gym, I occasionally get some retail therapy and social therapy….like getting together with old friends, catching up, and trying out new hip places around Jakarta and Bandung.

ah a girl needs some of this once in a while

ah a girl needs a dose of this kind of therapy once in a while

 

Oh Bandung. The cool thing about Bandung is, in a matter of months, there are some new cool hang out spots. So I usually look forward to graduation weekends (I guess this year is the last year I still have friends who are graduating). Graduation weekends are moments to get gifts for graduating buddies, reunite with everyone, and try to squeeze a lot of meet ups in just 2 days. But all in all, coming back to Bandung and reuniting with my favorite Bandung people never fails to recharge my mood!

Mom's Bakery cupcakes are my go-to for graduation gifts.

Mom’s Bakery cupcakes are my go-to for graduation gifts.

Aside from social agendas, Jakarta is a vibrant city full of cool and free events such as running events which is currently a craze in Jakarta or even cooking demos, book fairs, cultural fairs, free film festivals, seminars, and so on. Like this weekend I’ll be participating in the ASEAN Fun Run Village and next week I’m coming to Indonesia Mengglobal’s event. All you need is to stay updated!

5. Trip Planning!

So I’m planning to travel (far) next year. After 1 year of probation, I can finally take some days off after April next year. After seeing very beautiful pictures of my friends’ trips to Komodo and Flores, I too want to take the same trip as well! I’ve already got a group of travelling buddies, so all there’s left to do is plan it, save for it, set a date, and go! I truly hope for Divine Intervention to make this happen, oh man do I need a getaway!

one of Andien's Flores Trip photos on Instagram. If this doesn't make you drool for a trip there, I do not know what will.

one of Andien’s Flores Trip photos on Instagram. If this doesn’t make you drool for a trip there, I do not know what will.

So. Yeah. I guess that’s it for today. Toodles everyone!

Inside My Bag

monicantik-bag.jpg

What’s inside my bag? Voila, here’s a sneak peek!

Gadgets:

  • 11″ Macbook Air which I believe is one of the best laptops ever.
  • my Blackberry: which I mainly use for work related purposes and because of that the battery life is great (I can go for 2 days without charging!)
  • my other phone which I’ve used to take this picture (Samsung S4 which I mainly use for Whatsapp, which is not installed on my BB, LINE, Path, and browsing)
  • pink Philips earphones
  • chargers (not pictured) both for the Mac and the phones. I should get a power bank soon.

Stationery:

  • A clear holder folder to hold all sorts of documents (banyakan disposisi, maklum, abdi negara hehe)
  • my Snoopy Moleskine monthly agenda. Moleskine agendas are awesome. Great design, light paper.
  • my Paris notebook for taking notes in meetings.
  • a Bic pastel color pen (I color code when I take notes. Black ink is boring.)
  • Stabilo pink lighter. Mandatory to light out documents from le boss!
  • I also usually carry a book everywhere but since I’m currently reading an eBook there aren’t any books in my bag ;)

Cosmetics and Toiletries:

  • MAC pressed powder: it’s great but I have to admit, Bobbi Brown’s luminous compact foundation is still much better.
  • Lancome lipstick.
  • hand sanitizer
  • Benefit They’re Real mascara. Best mascara ever!!
  • Cashmere scent mini bottle of body lotion
  • oil blotting face paper

The Mandatory Stuff

  • my office ID card
  • my Celebrity Fitness gym card
  • my Bally wallet. I like big wallets.
  • my little pink Elephant pocket for change and small cash bills.
  • TicTacs!
  • my red rosary beads. I have this weird habit of bringing rosary beads everywhere in my bag.
  • a hair brush which my friend Vania says looks like a Paramecium organism -__-
  • my brown Dsquared glasses. Had them for 2 years now…
  • a handkerchief: my mother always says a lady must always have a handkerchief at hand
  • my pink Starbucks tumbler. I stashed a bag of Japanese green tea leaves at work so every morning I make myself hot green tea and put it in my tumbler.
  • my black glittery Mango umbrella with studs on the handle (not pictured). I have a thing for black umbrellas.

I guess that’s it. I try my best to keep my bag nice and tidy and make sure each item has a clear function. Toodles!

Memutihkan Badan dengan Sabun Kojie San

I’m back! Kali ini gue kembali menulis review produk kecantikan yah, kali ini sabun batang pemutih keluaran Filipina, Kojie San.

Kojie San

Kojie San di salah satu supermarket di area Bintaro (harga Mei 2014)

Beberapa bulan terakhir sepulang dari tamasya di pantai kulit gue gosooonnnng. Gue termasuk cewek yang suka punya kulit cerah (karena entah kenapa warna kulit gue yang versi gelap itu jatohnya dekil bukan eksotis haha) jadi gue termasuk yang gemar membeli produk pemutih mulai dari sabun, lotion, dan lulur yang ada embel-embel whitening, lightening, white AHA, you name it! Nah pada suatu hari gue lagi killing time melihat-lihat di Guardian, mata gue tertarik pada sabun Kojie San. Waktu itu gue belum pernah denger tentang Kojie San, jadi kontan gue langsung Googling di tempat (terima kasih teknologi) dan menemukan review-review oke tentang sabun ini. Akhirnya gue beli, satu yang biasa (yang kotak putih polos, di foto di atas yang paling kiri) dan satu yang pepaya (yang di kanan).

Bahan aktif Kojie San = Kojic Acid

Seperti yang tertera di deskripsi produknya: Kojic acid ditemukan di Jepang. Kojic acid itu produk sampingan dari Koji atau Malted Rice, yang digunakan dalam produksi rice wine Jepang. Dalam kosmetik, Kojic Acid dikenal dengan khasiatnya dalam memutihkan kulit dan khasiat antioksidannya. Formula kojic acid dalam Kojie San membantu mencerahkan penggelapan di kulit karena jerawat, penuaan, terpapar matahari, atau pigmentasi kulit lainnya.

Hasilnya?

Gue udah sebulan menggunakan sabun Kojie San dengan intensitas pemakaian satu kali sehari (gue pakai untuk mandi sore sepulang kerja).

  • Kulit memang putihan. Apalagi di bagian-bagian yang memang tertutup pakaian dan nggak kena cahaya matahari. (Dengan catatan, gue memang sehari-hari beraktivitas di dalam ruangan dan sering menggunakan pakaian lengan panjang. Layaknya produk kecantikan pada umumnya, untuk hasil maksimal emang harus dikombinasikan dengan produk lain dan perubahan kebiasaan misalnya kombinasi dengan lotion pemutih dan tabir surya, sebisa mungkin jangan kena matahari dengan memakai baju lengan panjang atau ekstrimnya pakai payung haha, ya atur-atur aja lah sob.)
  • Mandi jadi lebih menyenangkan! Ini subjektif sih ya (hahaha). Gue suka mandi kalau busanya banyak dan wangi. Kojie San pepaya wanginya enaaakkk banget. Gue jadi super semangat gitu kalau mau mandi haha.
  • Gue nggak ngerti apa emang karena sabun ini rada keras jadinya abis mandi kulit memang rada kering (gue baca di review lain ini menjadi pengalaman umum orang-orang). Jadi abis mandi langsung aja pakai lotion atau body butter. Lagian enak juga kan sob, abis mandi udah bersih, wangi, langsung lotion-an…beudeuh siap tidur deh. Haha.
  • Gue memang nggak pakai Kojie San di muka sih (karena untuk muka gue udah sangat cocok pake sabun batang Acne Aid) jadi silahkan coba sendiri ya. Kalau dari beberapa review orang yang makenya emang double: buat muke dan badan, katanya di awal emang jerawatan di beberapa minggu pertama tapi abis itu mulus lagi. Try at your own risk folks!

Kesimpulannya? I’m hooked!

I’m hooked! Sekarang gue menjadi pemakai tetap Kojie San dan untungnya sabun ini nggak terlalu susah dicari, tapi jelilah membandingkan harga karena selisih antara beberapa toko lumayan juga loh! Haha. Semoga dengan pemakaian jangka panjang makin cerah yah (karena dari review gue baca untuk hasil dramatis memang butuh waktu lama sih).

 

God Be With You Bang Firman

I was in a taxi on the way to Grand Indonesia to watch UKSU ITB’s performance in Galeri Indonesia Kaya on Saturday when one of my best friends from college, Elsa, who currently works in Malaysia as an employee at Schlumberger sent me a message via Whatsapp. She said she was still shaking because one of the passengers in the missing Malaysia Airlines (MH370) airplane was Firman Chandra Siregar, a friend I’ve known from my second year in college (2010). The message shocked me and I instantly broke into tears.

nama Bang Firman di artikel di AP.org

nama Bang Firman di artikel ‘Behind Jet’s Passenger List is Rich Human Tapestry’ di Associated Press

Bang Firman ini, isn’t just another kakak kelas or senior. Bang Firman itu senior 2 tahun di atas gue, dia jurusan Teknik Tenaga Listrik angkatan 2007 (atau sebutannya anak Power atau Aroes Koeat is how they also call it) sementara gue angkatan 2009. Kita sama-sama bergabung di unit kegiatan UKSU ITB, pas gue masuk sebagai anak baru, Bang Firman ini posisinya sebagai Swasta (istilah anak ITB yang artinya mahasiswa stres tingkat akhir). We share a mutual friend, Bang Rainhard, temen deket dan sejurusan dia yang udah gue kenal sebelumnya dari organisasi lain, ITB Student Orchestra. I knew Bang Firman from him. Bisa dibilang dari semua senior di UKSU, Bang Firman ini adalah salah satu yang paling dekat. Dari jaman-jaman osjur (ospek jurusan di tingkat 2 kuliah, tahun 2010), we exchanged messages almost on a daily basis. Honestly, I actually looked forward to exchanging messages with him because he had a weird way of responding to things. Meski seiring berjalannya waktu frekuensinya menurun dan sempat vakum pas gue tingkat akhir, it rekindled after I graduated although with less frequency. Nevertheless it felt good to be talking to him again because Bang Firman ini orangnya rada random, suka tiba-tiba out of nowhere nanya udah nonton film apa belom, atau ngasih link video cover lagu di Youtube. Nggak pernah nanya the classic dull question ‘lagi apa’. Our conversations were light, casual. He always brought up something weird: entah film, pertunjukan live seorang artis di Superbowl, cover lagu Boyce Avenue, video clip Marry Your Daughter, link video-video sedih, link artikel ‘Ayah Akhirnya Aku Menikah’, nyapa random, Rhoma Irama jadi presiden atau apalah, macem-macem. (He has a great movie taste. Knowing the unyu-unyu romantic comedy movie fan I am compared to his high-rated IMDB movie taste, he gave me a list of movies I should watch.) Despite the casual nature of the conversations, Bang Firman also had a tendency of adding a hint of wisdom here and there. For instance, pernah gue waktu itu curcol ke dia tentang how timing can be so annoying sometimes. Terus dia randomly out of nowhere nanya kapan gue mau nikah, dan gue sok-sokan jawab 2/3 tahun lagi (padahal pasangan aja kagak punya) dan akhirnya ngasi sedikit wejangan ala-ala Bang Firman gitu deh.

monicantik - 1 - fcs

Waktu masa habis lulus gue sempet galau masa depan saat lagi proses persiapan aplikasi graduate school, dia mendukung dan malah suggest gue jadi dosen, malah pernah juga suatu hari dia cerita ke gue kalau dia pengen jadi dosen. Hah jadi dosen? Bang Firman ini udah pernah kerja di perusahaan oilfield services yang lain, dan sempat juga kerja di Abu Dhabi. That’s why gue sedikit kaget ketika tau dia satu batch dengan teman-teman gue yang juga kerja di Schlumberger dan ditempatin di luar negeri (sebutannya IM), ada yang ke Meksiko, Malaysia, dan ke Norway. Bang Firman ini dapetnya di Cina.

cpns-1

Screen Shot 2014-03-10 at 10.32.46 AM

Screen Shot 2014-03-10 at 10.32.56 AM

Jadi inget, waktu gue lagi proses CPNS, ngapal-ngapal pancasila, dia ngeledek-ledek pas gue lagi belajar dan nanya-nanya hasilnya.

esdmm

Of all the conversations, di bawah ini cuplikan convo yang cukup bermakna buat gue, di mana Bang Firman berpesan gue berdoa dan suggested gue renungan harian setiap pagi.

2

3

4567

8

This is the second time one of my friends have gone missing, setelah sebelumnya sahabat deket gue, Fanka, hilang 2 tahun lalu dan ironically di masa itu Bang Firman juga sempet ngehibur, dan sekarang kenapa malah Bang Firman yang hilang :”( . As simple as our conversations may seem, the weird friendship I had with Bang Firman is one I actually enjoyed and was a pretty significant part in my college life. His presence, his random hello’s, his random gestures of sending songs and videos, were things I’ve grown to get used to. Acknowledging the bitter reality that he is now a victim in perhaps one of the most saddening tragedies in aircraft history is truly heartbreaking. Pilu banget liat orang tua Bang Firman nangis-nangis tadi disiarin di TV. Bang Firman itu anak bungsu, I can’t imagine how deeply saddened his family must be.

Mamanya Bang Firman di-feature oleh Instagram Time Magazine

Mamanya Bang Firman di-feature oleh Instagram Time Magazine

Bang Firman, wherever you are right now, Tuhan besertamu, God be with you. My prayers are with you and your family. Semoga Roh Kudus menerangi jalan lo Bang, semoga segera ditemukan. Lights will guide you home.