pojok monicantik | my corner to be free

more grad pics

July 9, 2009 · Leave a Comment

dekor pohon sakura

dekor pohon sakura

cantiknyo!

cantiknyo!

ini pas malem, lampu kecil-kecil nyala jadi baguss banget.

ini pas malem, lampu kecil-kecil nyala jadi baguss banget.

dalam aula

dalam aula

final toast

final toast

melati-siska-lia-me!

melati-siska-lia-me! kalo diurutin sekolahnya kiri ke kanan: fti itb, farmasi ui, tekkim ugm, fti itb! (perasaan tangan gue putih banget sih di sini haha)

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

yaampun, aku diterima di FK-USU!

June 29, 2009 · Leave a Comment

Baru 17 hari yang lalu pengumuman ITB dan keluar kabar gembira gue diterima di Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB) eh tadi barusan dengan enteng gue buka hasil UMB..gue diterima masak.

MONICA RAPHITA SIMARMATA

Diterima di: 130143 (Pendidikan Dokter)

Universitas Sumatera Utara

Selamat!

aduh maaf ya, tapi reaksi gue ketawa. Kenapa? Satu, gue udah pasrah ga dapet karena gue ngisi nama LJK ga ikutin aturan penulisan nama. Dua, pas UMB semangat gue udah meluncur, bener-bener ga heboh sama sekali. Tiga, literally, gue udah adem ayem diterima di FTI ITB.

Terima kasih Tuhan, entah lucky strike apalah ini. USM ITB dan UMB berbuah manis dengan gue diterima di pilihan pertama dua-duanya. Tapi, gue harus jatuhin vonis pilihan dong. Dan, gue beserta orang tua condong ke ITB. Tadinya FK USU itu yaa roughly cadangan kalo ga diterima di ITB, eh tau-tau diterima di FTI ITB. Duit bokap udah masuk ke ITB bayar SDPA sih, dan emang ga sedikit. Ah entahlahh..

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

resep sarapan enak buat liburan.

June 26, 2009 · 2 Comments

Sekarang adalah saat-saat gue menanti masuk kuliah dan gue ga tau mau ngapain! Mau jalan-jalan/travelling ah ga ada duit, literally speaking. Masak gue ke mall melulu bisa beranak gue di mall. Yasud akhirnya gue menekuni hobi lama yaitu cooking and baking! Nih gue lampirin resep-resep yang cukup simpel, sudah gue coba, dan akan gue asah biar makin kebiasa dan jago :)

catatan (wajib apal nih):

1 US cup = 16 US tablespoons

1 US tablespoon = 15 mL

1 US teaspoon = 5 mL

kalo lo males ngapal ukuran-ukuran gini, silahkan aja ke toko appliances/perabotan beli sendok ukur ukuran US (terakhir gue liat di ACE Hardware ada sendok ukur, lucu ada ukuran pecahan juga kayak 1/3 cup gitu, jadinya fungsional banget)

sendok ukur (measuring spoons)

sendok ukur (measuring spoons)

Pancakes

Pancakes! Yummy!

Pancakes! Yummy!

Sebenernya sih kalau lo mau simpel, ada sih pancake mix yang kotakan dijual di supermarket, atau lebih simpel lagi lo jalan aja ke restoran (sekarang kan udah banyak tuh) beli pancake. Tapi yaaa, we love the process better than the results, right? So kalo mau pake pancake mix lo bisa milih, yang lokal punya yang cukup murah dan cukup enak (di bawah 20rb) atau yang impor punya yang udah pasti American banget, but well, quite expensive (sekitar 60rb-80rb).

Toppingnya juga bervariasi, lo bisa pake madu (meskipun menurut gue ini SANGAT ANEH), atau syrup-syrup coklat/strawberry atau maple syrup (emang aslinya di Amerika tuh pake maple syrup sama gula halus+cinnamon halus). Maple syrup itu bisa lo peroleh di supermarket impor atau supermarket yang produk impornya emang oke-oke (biasanya di mall-mall besar). Kisaran harganya sih terakhir gue beli (minggu lalu) itu kurang lebih  77 ribu rupiah. Kalo lo belum tau, maple syrup itu sebenernya getah pohon maple. Topping lainnya sih bisa pake ice cream atau whipped cream tambah buah juga enak. Nih cara bikin pancake from scratch alias tanpa pancake mix (gue mengacu pada resep dari Nigella yaitu American pancakes tapi gue tambah 1 teaspoon vanilla karena gue suka pancake beraroma vanilla):

30g (2 tablespoons) unsalted butter
225g plain flour
2 heaped teaspoons baking powder
1 teaspoon sugar
pinch of salt + 1 teaspoon vanilla
300 ml full-fat milk
2 eggs
butter for frying pancakes
best-quality maple syrup
  1. Campur bahan-bahan keringnya. Melt butternya (terserah mau pake microwave dibikin Low ato dibiarin aja dengan suhu ruangan.)
  2. Campur bahan-bahan basahnya (susu, telor, melted butter). Aduk rata, terus masukin ke bahan-bahan kering. Aduk sampe rata.
  3. Di wajan non-stick oleskan mentega/butter terus nyalain kompor (api sedang).
  4. Terus yaudah mulai aja tuangin adonannya biar berbentuk lingkaran. Ukuran sih terserah lo aja, mau tebel/tipis juga terserah. Nah kalau di permukaan pancake udah ada bubble-bubble, balik terus tunggu sampe jadi. Idealnya pancake itu kuning keemas-emasan atau agak coklat, lagi-lagi itu terserah lo.
  5. Buat variasi, ke dalem adonannya lo bisa masukin macem-macem. Kalau gw sih gw masukin potongan kecil pisang. Lain kali sih mau cobain masukin chocolate chip. Buat nemenin pancakenya, enaknya sih pake bacon yang garing.

French Toast

French toast itu gampang bikinnya dan enak lagi! Dulu waktu gue SD sering banget nih sarapan French toast anget-anget ditemenin orange juice. Toppingnya juga sama kayak pancakes, biasanya maple syrup atau buah atau terserah lo. Saran gue untuk rotinya lo pake yang tebel-tebel jangan roti-roti yang tipis-tipis gitu. (Resep ini judulnya Fluffy French Toast)

  • 2 tablespoons all-purpose flour
  • 1/2 cup milk (1 cup = 236 mL)
  • 1/2 pinch salt
  • 1-1/2 eggs
  • 1/4 teaspoon ground cinnamon
  • 1/2 teaspoon vanilla extract
  • 1-1/2 teaspoons white sugar
  • 6 thick slices bread
  1. Masukin tepung ke mangkuk. Masukin susu, terus masukin bahan lainnya (kecuali roti). Aduk/mix sampai rata.
  2. Nyalakan kompor dengan api sedang (pastikan pake wajan non-stick, dan lumuri dulu dengan cooking spray/mentega/butter).
  3. Celupkan roti kedalam campuran bahan-bahan itu, pastikan kedua sisi basah, tapi ga terlalu basah. Terus goreng deh sampai warnanya golden brown.
  4. Sajikan panas-panas dengan topping maple syrup/topping berikut. Ini ada resep topping buah yang enak.

Topping Variasi French Toast:

Paruh 3 pisang secara memanjang lalu secara lebar. Masak dengan 3 sendok makan butter di atas api sedang. Balik pisang, taburi gula, naikkan api, masak selama 1 menit (jangan sampai lewat 1 menit). Tambahkan 1 pint (473 mL) stroberi yang udah dipotong-potong jadi setengah dan 1/2 cup (1 cup = 236 mL) jus jeruk. Masak sampai kuah mengental (kira-kira 1-2 menit).

→ 2 CommentsCategories: kehidupann

rahasia di balik kesuksesan sekolah Katolik

June 23, 2009 · Leave a Comment

Hari ini adalah hari kesekian dari masa-masa gue jadi pengangguran. Kemaren I came across the Kompas article yang tentang Sanur nyabet juara I blablabla itulah.. Ketika membaca sebuah artikel yang seru adalah baca komen-komennya. Ada beberapa komenlah yang mengatakan kalau emang sekolah Katolik itu berkualitas dan sebaiknya sekolah-sekolah di Indonesia mencontoh gaya mendidik sekolah Katolik gausah berubah-ubah kurikulum ngikutin gaya ‘luar’ jelas-jelas depan mata udah ada contoh yang udah patut ditiru. Komen-komen itu bikin gue mikir: “Iya juga ya, around the world, sekolah Katolik emang terkenal dengan kualitasnya.”

Yaudah deh penasaran kenapa sih sekolah Katolik itu umumnya notabene bagus. Gue ketemu artikel-artikel sih yang menguraikan rahasia-rahasianya. Yang paling jelas dan sistematis sih satu artikel berjudul Catholic Schools: Six Secrets of Success yang ditulis oleh Kathryn Ann Connely.Ini dia 6 rahasianya.. (sori penjelasannya ga gue translate, karena menurut gue paling jelas tergambar dengan bahasa Inggris yang udah ada)

  1. Catholic schools develop positive Catholic identity / Sekolah Katolik mengembangkan identitas Katolik yang positif. In Catholic schools there is a culture and an identity that is distinctly religious, that is unlike any other. No one would argue that we are living in a world that is trying desperately to do without God. Yet pundits maintain that there is a desire in our society today to turn to the spiritual. The atmosphere in a Catholic school provides a sound spirituality for the students. It provides experiences and opportunities for youngsters to know that God is a very real presence in life. To experience a living spirituality is the experience of a Catholic school.
  2. Catholic families want to pass on their tradition / Keluarga Katolik ingin menurunkan tradisi. Tradition means the handing on to the next generation. All families pass traditions from one generation to the next. These might be ethnic celebrations of life events or simply the way we celebrate holidays. Catholic schools ensure that the Catholic tradition is passed on to children, who are the future Church. There is a compelling need for leadership in the Catholic Church both now and tomorrow. It is in the Catholic school that this leadership is formed and nurtured. Lay leadership as well as clergy and religious vocations are fostered. To be God-centered becomes second nature. That is the logic of Catholic schools. Virtuous living is preached at Sunday Mass, it’s true, but that message needs reinforcement all week long. In the Catholic school, family values are supported and assistance is given to parents. Parents know their children are being not only informed, but also formed.
  3. Catholic schools develop the whole person. Solid academics have always been a hallmark in Catholic schools. Excellence is the norm. Teachers are expected to teach; students are expected to learn. These expectations are met by doing more than government standards require, more than just passing tests. The Catholic school strives to equip its graduates with the best tools possible to fulfill the role of good citizen, productive and caring employee, competent professional.
  4. Children learn best in a well-disciplined setting. Catholic schools have been known for their discipline programs. Past graduates often have fun describing the code of conduct in the good old days. The myths of days gone by are just that: gone. Today’s Catholic school continues to look beyond the curricular areas to remind children that they are responsible. Discipline has become synonymous with respect and responsibility. Children are taught to be responsible for their own actions. In a spirit of justice and charity, youngsters are encouraged to respect themselves and their neighbor. In simple terms, the children are taught to be kind. Today’s codes of discipline are codes of expectations. Of course there are violations of rules and regulations, and of course there are detentions, suspensions and expulsions. Catholic schools, however, do not expel chronically unruly children without a thorough and fair process.
  5. Local finance and governance make schools work. Who runs the school? How much parent involvement and input is there? Stakeholders is the term used in governance. Today the stakeholders in Catholic schools are the families who send their children and the parish that supports them. Local boards, commissions, parish and diocesan structures all depend on the engagement of laity for support and future paths.
  6. Catholic schools are good for everyone’s future. They encourage service to others. They help students assume a sense of civic responsibility; they encourage a thirst for justice and for peace.

Sebenernya ‘rahasia-rahasia’ di atas bukan rahasia. Seperti yang dikatakan Kathryn, Catholic schools’ secrets of success aren’t really secrets, after all. They’re a practical and sensible approach to child development. Most important, they recognize that schools exist not only to teach academics, but mainly to help families educate the whole child: mind, body and spirit.

SMA Katolik Cor Jesu Malang

SMA Katolik Cor Jesu Malang

Nih gue rangkum deh isi artikelnya.

Basically, Catholic schools succeed because they develop Catholic identity, develop the whole person, pass on traditions and provide discipline as they educate students. .

Pada dasarnya sekolah Katolik sukses karena mengembangkan identitas Katolik, mengembangkan manusia secara keseluruhan, menurunkan tradisi, dan menanam disiplin dalam mendidik murid.

a

lab bahasa Inggris SMA Santa Ursula Jakarta

Sekolah Katolik itu nyaris ga ada yang mengharuskan muridnya beragama Katolik. Jadi banyak juga orang-orang non-Katolik yang nyekolahin anaknya ke sekolah Katolik, contohnya orang Kristen, orang Islam, orang Buddha, orang Hindu, macam-macamlah. Kalau lo tanya orang non-Katolik, “Kenapa lo mau masuk sekolah Katolik? Lo nyaman ngeliat salib setiap hari, atau ikut doa atau bahkan ikut misa?” Biasanya sih yang udah gw tanya pada jawab begini, “Ya bonyok sih seneng sama disiplinnya dan kualitasnya. Kalau ya yang ritual-ritual begitu yaudahlah ikutin aja, kan gue juga tetep berpegang sama agama gue dan ketika gue harus nundukin kepala pas yang lain pada doa ga mengganggu pegangan agama gue kok.” Contoh alumni sekolah Katolik di Indonesia yang terkenal: Meutia Hatta, Fauzi Bowo (beliau juga dulu nyekolahin putrinya di SMA Santa Ursula), Soe Hok Gie, Akbar Tanjung, Rosiana Silalahi, Ginandjar Kartasasmita, ekonom Aviliani, dan lainnya.

Gue juga ketemu uraian: Why Choose A Catholic School

  • Pendidikan Katolik adalah pendidikan yang menantang /Catholic education is a challengin education.
    Standar tinggi, motivasi keras, disiplin efektif, dan atmosfir kepedulian adalah kombinasi yang menghasilkan performa murid yang prima. Misalnya aja, penelitian menunjukkan karena penekanan keras pada tugas, PR, dan pelajaran, murid-murid sekolah Katolik mempunyai skill menulis efektif yang melebihi rata-rata anak-anak lain. Sekolah Katolik juga punya success rate yang tinggi dalam mendidik anak-anak minoritas. (kayaknya yang dimaksud di sini anak-anak yang mempunyai kekurangan-kekurangan tertentu.)
  • Sekolah Katolik adalah komunitas / A Catholic school is a community. Orang tua dan keluarga dilibatkan supaya bersama-sama dengan sekolah supaya membentuk komunitas dinamis yang mempunyai visi yang selaras. Sekolah Katolik mendorong keterlibatan dan partisipasi orang tua sebagai pendidik utama anak. Sekolah Katolik bekerja keras untuk membentuk ikatan spesial antara murid, rumah, sekolah, dan gereja sebagai komunitas yang kuat.
  • Pendidikan Katolik menanamkan kasih dan pelayanan / Catholic Education fosters compassion and service. Sekolah Katolik mengintegrasikan pelayanan sebagai basis kurikulum selama bersekolah, bukan cuma program 1 tahun atau 2 tahun. Di dalam sekolah, anak-anak dididik buat saling menghargai dan mengerti bahwa tiap individu itu berharga dan unik.

pendidikan Katolik emang udah diandalin dari jaman baheulak.

pendidikan Katolik emang udah diandalin dari jaman baheulak. Ni foto anak-anak Ursulin jaman dulu.

Di akhir artikel Catholic Schools: Six Secrets of Success ada ini:

Five Characteristics of
Catholic Education

Incarnational vision of reality which grounds the sacredness of creation and the sacramental sense of religious practices

Importance of tradition and history and the lives of persons who have gone before us, marked with the sign of faith

• Centrality of the arts, ritual, music and drama

Confidence that truth is ultimately one, and that therefore the discoveries of science and the affirmations of faith will not conflict

Commitment to love, to work for justice where necessary, to speak for the common good and to seek holiness above all else

James Heft, S.M., Marianist theologian and educator, in an address to the Catholic Secondary Education Conference

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

kesan saya setelah tiga tahun sma di santa ursula.

June 19, 2009 · Leave a Comment

yo check this out:

SMA Santa Ursula, Sabet Peringkat Satu DKI, IPA, IPS dan Bahasa

Cliche tapi benar kalau gue mengatakan: “MEN! WAKTU CEPET BANGET BERLALU! Tiga tahun SMA di Sanur!’ (singkatan: SANTA URSULA). Banyak banget hal yang gue dapatkan di Sanur dan katanya sih lebih banyak lagi yang gue rasakan kelak terutama dalam dunia kuliah dan dunia kerja. Gue akui SMA Santa Ursula ini emang oke banget dalam tiga hal dalam hal akademis, non akademis dan character building. Sanur ini memang terkenal sebagai notabene sekolah anak-anak tajir atau sekolah anak-anak pinter yang kutu buku. Kalau di masyarakat kan Sanur itu sekolah cewek semua yang isinya anak-anak pinter, sementara sekolah homogen cewek satu lagi, Tarsat itu sekolah cewek-cewek semua yang gaul dan eksis.

Kalau gw disuruh menuliskan Sanur dalam satu kalimat ya  ini: SMA Santa Ursula (1859-sekarang) adalah sekolah Katolik homogen perempuan yang mempunyai, secara akademis, tuntutan tinggi  baik untuk siswi dan guru, dan juga memberikan wadah dan fasilitas agar siswinya berkembang secara non akademis mengasah bakat serta minat dan membangun karakter perempuan yang mandiri, berprestasi, bermartabat dan dapat dibanggakan. Widih keren amat ya haha. Banyak yang bilang SMA Sanur ini salah satu SMA terbaik di Indonesia..hmm, wah gue gatau ya rasanya gue ga bisa bilang terbaik karena untuk bilang terbaik berarti lo membandingkan Sanur dengan sekolah lain, dan untuk membandingkan berarti lo harus merasakan 3 tahun SMA di sekolah lain untuk bener-bener membandingkan secara fair. Yang jelas SMA Sanur itu sekolah dengan kualitas plus plus dan dapat dibanggakan.

 

kelas XI IPA 1

pas kelas 2 nih

 

Ini keunggulan-keunggulan sekolah di Sanur yang sudah gue rasakan:

  1. Bekerja di bawah tekanan. Anak Sanur itu sama dengan anak yang ke sekolah kayak mau pulang kampung alias tasnya banyak, berat lagi. Belum lagi tugas, PR, dan ulangan yang menumpuk, hidup terbayang deadline dan standar KKM (itu loh standar ulangan biar ga remed). Beneran deh sering deh gue ga tidur sama sekali buat ngerjain tugas, begadang, pulang sore-sore..tau apa yang bener-bener memacu performa prima, karena ketika gue cuma ngerjain tugas ala kadarnya gile men terintimidasi ngeliat tugas anak-anak lain yang dahsyat, jadi akhirnya terpacu juga buat maksimal dan mendorong diri buat mengupayakan usaha atau effort maksimal. Guru gue waktu itu pernah ngomong begini: “Nih biar kalian stres”, secara gamblang beliau pengen kita stres. Gue sih ketawa dan mikir “aya-aya wae ni guru”. Ya gue waktu itu udah kelas 3 sih dan udah ngerti, emang penting sih kita sering-sering dikasih tekanan biar ntar kebiasa pas kuliah dan kerja.
  2. On Time – Tante gue ada kerja di sebuah bank swasta yang sangat besar dan co-workernya banyak alumni anak Sanur. Beliau cerita, biarpun mereka udah tua-tua gitu mereka selalu punctual kalau soal waktu. Kalau gue pribadi sih emang berusaha untuk ontime, setengah jam atau 45 menit sebelum sebuah acara dimulai gue udah bisa hadir dengan tenang sehingga punya waktu buat ke belakang atau apalah.
  3. Teamwork dan koordinasi kerja – karena sering kerja kelompok dan terlibat dalam kepanitiaan event-event ini kelatih banget. Menurut gue sih yang paling ngaruh itu ya terlibat dalam kepanitiaan. Jadi kan tiap ada event di sekolah, baik itu pameran pendidikan atau acara unggulan OSIS, OSIS tuh merekrut anak-anak buat terlibat dalam panitia. Jadi ditaro tuh di OSIS Corner (dinding khusus anak OSIS nempelin kertas perekrutan) terus well kita sign up kalau mau terlibat. Tinggal briefing terus nanti dikasih name tag dan udah deh melaksanakan tugasnya. Konsumsi juga dapet gretongan, terus dapet sertifikat. Pokoknya kan kecatet tuh namanya kalau terlibat dalam seksi-seksi dalam panitia acara, nanti kalau minta surat rekomendasi ke Suster Kepsek buat kuliah enak deh ditulis kita aktif di sekolah. Jadi ga asal tulis aktif tapi ga pernah ngapa-ngapain. Oh Ya Ampun gue hampir lupa, Misa Kelas! Misa kelas juga berperan banyak memupuk teamwork dan koordinasi kerja. Jadi kalau udah kelas 3 itu, tiap kelas wajib bikin misa (biasanya 2 kelas digabung). Bikin misa kelas itu TIDAK MUDAH loh, stressful malah. Jadi gabungan kelas dipecah jadi seksi-seksi ada dekor, liturgi, drama, musik, teks misa, persembahan, dan tatib. Misa a la Sanur memang beda banget sama misa yang biasa di gereja. Mulai dari lagu, lagu-lagu yang kita suka kita gubah liriknya biar appropriate buat misa. Terus ada dramanya. Jadi drama itu disesuaikan sama tema misanya..Ribet banget deh, tapi bermanfaat. Intinya kita bener-bener ditantang untuk menyiapkan event untuk 400 orang yang menarik tapi tetep khusyuk (karena suasana Misa).
  4. Kreatif dan Inovatif - like I said, selama gue di Sanur berasa bangat kalau semua orang tuh kreatif jadi mesti think out of the box biar karya kita sendiri bisa one of a kind.
buset! foto pas lagi praktikum fisika nih.

buset kapan nih! foto pas lagi praktikum fisika nih. wetts terpancar deh gaya andalan saat gw di sekolah, poni ke atas, muka mateks, sama kacamata melorot. haha :D

ni lagi buat tugas kelompok sanur 09

ni lagi buat tugas kelompok di perpustakaan, eh ternyata laptopnya berurutan ukurannya karena geli dipoto deh haha.

Pelatihan-pelatihan yang gue dapat selama di Sanur (ini yang gue inget ada lagi tapi gue lupa, karena setiap sesudah ulangan umum itu ada sisa waktu sekian minggu nunggu bagi raport jadi waktu kosong itu dipakai untuk pelatihan-pelatihan, class meeting olahraga, lomba, sama study tour):

  1. Communication Skills
  2. Problem Solving Skills
  3. Leadership Skills (paling seru karena kita dikarantina di tempat yang oke banget jadi bisa fokus.)
  4. Bina Dewasa – buat memahami tubuh wanita dan memahami Harkat Martabat Wanita gitu-gitu deh.
  5. Pelatihan Jurnalistik
  6. Human Rights (ini yang ngadain ACT loh Association of Critical Thinking) dan ketika ada kontes stand dan program Human Rights jurinya orang bule gitu dari U.S. Embassy bagian HAMnya sama 2 orang dari LSM yang bergerak dalam HAM. What a privilege!
  7. Menghadapi Budaya Berbeda-beda (gue lupa persis sih ini judulnya apa). Pokoknya ini tuh pelatihan diberikan oleh Direktur (kalau ga salah) perusahaan gadget ternama dari Eropa yang jam terbang ke luar negeri-nya tinggi, jadi dia bolak-balik ke luar negeri ketemu orang-orang dari beragam budaya, European, American, Japanese, banyak deh. Nah beliau tuh ngajarin gimana kita menempatkan diri kalau ketemu orang Amerika, ketemu orang Eropa, ketemu orang Jepang gitu-gitu..cara kerja tiap budaya itu gimana, gimana kita harus adaptasi. Menurut gue pelatihan kayak gini tuh jarang ya dikasih ke anak SMA. Pelatihan ini pasti bermanfaat banget deh apalagi buat temen-temen yang langsung cabs ke luar negeri buat kuliah.
  8. Drugs (biasalah pelatihan untuk menolak drugs)
sanur memories~

sanur memories~kelas XI nih, ngapain bok cantik-cantik di sekolah (makanya foto gw di sekolah ga ada yang beres haha)

Hal yang bikin gue seneng di Sanur tuh BANYAK WADAH buat hobi dan minat lo, dan tiap tahun itu ditambah..jadi kita kasih usul deh mau ada apa..selama tiga tahun gue sih ikut Gamelan Bali dan Bahasa Jerman. Kelas 10 sama kelas 11 gue juga ikut English Debate dan English for Tertiary Study (jadi belajar advanced English buat bikin tulisan akademis gitu sama baca buku berbahasa Ingggris yang berbau-bau akademis secara efektif). The great thing about these activities are..guru-gurunya tuh oke punya loh, jadi yang emang jagoannya dan emang udah berprestasi dalam bakat yang mereka tekuni. Contohnya guru gamelan bali gue itu Pak Ketut, anggota band Kul-Kul yang sering banget dipanggi ke luar negeri buat main. Seinget gue tuh waktu gw masih gambal dia bilang dia ke Denmark, ke Jepang, pokoknya banyak deh.

gamelan bali lanjutan santa ursula 0809

gamelan bali lanjutan santa ursula 0809 | dulu nyokap yang nyaranin gue masuk gambal karena tadinya gue pengen kalo ga desain grafis/masak/kecantikan, tapi nyokap bilang bagus nih gamelan balinya keren udah gitu biar otak gw seimbang ada seni-seninya dan relaxing..eh bener dan akhirnya gw addicted deh jadinya 3 tahun gambal hehe.

jerman lanjutan sanur 09

jerman lanjutan sanur 09

lagi case build pas lomba debat di SMAK 3

lagi case build pas lomba debat di SMAK 3

Ni kegiatan-kegiatannya:

GPMB!

Aksi Marching Brass SMA Santa Ursula GPMB! Pulang-pulang borong piala.

  1. yang terkenal dan tersohor selalu mendapat piala dan juara: Putri Santa Ursula Marching Brass (PSUMB itu keras dan butuh komitmen dan disiplin tinggi. Sekali lo masuk, lo terikat sampai lulus dari Sanur jadi nggak aci deh keluar-keluar karena proses keluar dari PSUMB itu panjang, menyakitkan, dan nyaris mustahil.)
  2. BP – OSIS
  3. Sanur FM (radio komunitas..dulu sempat punya frekuensi yang kedengeran di daerah Jakarta Pusat, tapi pas gue jadi Crew ga punya. Sekarang sih pengurusan izin frekuensinya lagi dalam proses)
  4. English Debate (waktu jaman gue sih yang ngajar alumni-alumni Sanur, ada Kak Santi dari EDS dan UI, Kak Ovi sama Kak Pade)
  5. Teater Putri Santa Ursula:TPSU! TPSU juga butuh komitmen besar terutama kalau mau pentas..yang jelas TPSU tuh kerenlah.
  6. UCV – Ursula Canisius Voices (ini gabungan anak CC sama anak Sanur dalam sebuah choir yang bagus)
  7. English Conversation
  8. ETS
  9. Modern Dance
  10. Kolintang
  11. Angklung
  12. Gamelan Jawa
  13. Gamelan Bali (3 tahun gue di GamBal..what can I say, bangga gue udah menekuni salah satu budaya Indonesia selama 3 tahun, woohoo!)
  14. TTM (Tari Tradisional Modern)
  15. Batik
  16. Graphic Design
  17. Web Design
  18. Robotik
  19. Programming
  20. Math Club
  21. KIR
  22. Vocal Group
  23. Band (Band anak Sanur itu namanya Green Light, did I spell that right? Anyway, keren banget emang band kita karena sering banget juara di lomba-lomba. Personil serta pengajarnya juga oke punya, stage performance mereka seru banget buat ditonton.)
  24. Kecantikan (kecantikan itu seru loh..cewek banget, sayang sih gue ga ikut. Kecantikan tuh basically lo belajar dandan, nge-style rambut, dianosa jenis kulit dan cara merawat kulit..basically SEMUA HAL tentang kecantikan) Seru sih waktu itu gue liat anak kecantikan tuh body painting seru abis.
  25. Masak (ini ruangannya seru abis loh! jadi tuh ruangan gede isinya kompor oven banyak banget, ya kayak di SMK gitu..seru deh malakin dan nyobain hasil masak anak-anak masak tuh)
  26. Fotografi
  27. Melukis
  28. Pergamano (kegiatan ini tuh buat orang-orang yang rajin dan telaten dan sabar..dan BUKAN GUE BANGET..haha. Modal pergamano juga gede, kalau lo masuk mesti siapin kocek ratusan ribu buat beli alat dan perlengkapannya. Biar begitu banyak aja loh yang ikut ini, hehe)
  29. Tatting (Tatting? Waktu pertama denger gw juga ga ngerti ni apaan. Tatting tuh kriya semacem nyulam-nyulam benang gitu. Lucu sih bisa bikin taplak, atau pohon Natal kecil, atau gantungan HP)
  30. Biola
  31. Bahasa Perancis
  32. Bahasa Jerman
  33. Bahasa Belanda
  34. Bahasa Mandarin
  35. Bahasa Jepang
  36. Bahasa Spanyol
  37. Bahasa Korea
  38. Bahasa Rusia
  39. Basket
  40. Voli
  41. Bulu Tangkis

Yang sangat disayangkan sih ekskul olahraga agak terbatas karena memang kondisi fisik sekolah ga dukung. Lapangan yang kita punya tuh ga gitu cukup untuk punya ekskul olahraga yang banyak. Biar begitu, ekskul olahraga yang kita punya bener-bener dimaksimalin makanya sering boyong piala dari lomba-lomba.

jamaica farewell performance

jamaica farewell performance | pas kelas 2, guru Bahasa Inggris gue pernah ngasih tugas kelompok perform bawain lagu 'Jamaica Farewell'. Seru tuh nontonnya, karena pada kreatif dan kocak-kocak.

Setiap akhir tahun itu ada event khusus untuk menutup tahun. Ini kegiatannya:

  1. Kelas 10 : Pengenalan Dunia Kerja — Kegiatan ini tuh semacam magang. Jadi nanti satu angkatan dipecah jadi kelompok-kelompok (disesuaikan sama kuota yang mau diterima tempat kerja). Angkatan gue sih waktu itu dipecah-pecah ke banyak tempat, di antaranya: Metro Plaza Senayan, Metro Pondok Indah, Hotel Nikko, Bank Indonesia, Playgroup apa gitu gw lupa, Redaksi apa gitu gw lupa, Trans 7, Lembaga Biomolekuler Eijkman RSCM, sama pabrik-pabrik gitu..gw waktu itu dapetnya di Eijkman. Seru sih jadi program ini tuh berlangsung selama 1 minggu. Kita disuruh ikutin irama kerjanya dan bersikap proaktif, jadi ngajuin pertanyaan gitu. Ya sesuai judulnya ya kita kenalan deh sama dunia kerja biar ada gambaran. Unik-unik sih pengalamannya. Misalnya di Metro tuh mesti pake makeup sama baju yang udah ditentuin. Intinya kita mesti pintar-pintar adaptasi sama tuntutan tempat kerja yang kita tumpangin. Pengalaman gue sih waktu itu ya pertama-pertama agak awkward ya namanya juga lingkungan baru. Terus yaudah akhirnya seru juga, kita ekstraksi DNA dari darah, terus neliti darah tikus gitu. Gokil deh liat alat-alat canggih. Ironisnya alat-alat canggih itu ditempatkan di tempat yang asri dan cantik banget, ada fountain dan bunga-bunga gitu.
  2. Kelas 11: Live In. Sepertinya program ini udah banyak ditiru sekolah-sekolah lain sih. Live in tuh udah ada dari jaman baheulak. Cowo gue aja bilang dulu nyokapnya juga live in. Ya live in itu seminggu tinggal di desa mengikuti irama kehidupan orang desa. Angkatan gue sih waktu itu ke daerah Sleman, Yogyakarta. Seru sih…keluarga gue baik banget dan mereka tuh nyuguhin makanan yang enak-enak :p terus kita dibawa ke sawah, ke kandang ayam, jalan-jalan keliling. Beneran deh jalan keliling tuh pagi-pagi super enak.
  3. Kelas 12 : Spiritual Retreat. Sekolah Katolik manapun biasanya pasti mengadakan retret buat anak-anaknya. Retret gue tuh waktu itu temanya buat masa depan. Jadi menyingkir dari kesibukan dan rutinitas buat berefleksi, meditasi, berdoa, merenungkan langkah yang udah kita ambil dan mempersiapkan langkah-langkah berikutnya. Mungkin retret itu semacam pesantren kilat (apakah benar?). Retret emang sangat penting sih menurut gue untuk dilakukan setiap tahun supaya body, mind, and soul tuh seimbang.
foto pas retret kelas 3

foto pas retret kelas 3

Di Sanur itu yang paling berharga yang gue dapatkan ya teman-teman. Di Sanur itu berbagai macam karakter bercampur aduk. 3 tahun itu gue bertemu dengan an amazing mix of personalities, lifestyles, and characters. Dari yang gaul sampai yang alim, yang rajin, yang males, yang rapi, yang kreatiffff banget, yang nyeni abis, yang IPA abis, yang party girl banget, social butterflies, yang bener-bener atletik, yang tomboy, yang girly banget, yang stylishnya jugile, sampai yang cueknya bujuguneng! Gue dapet temen-temen yang unik-unik dan memorable-lah. :) Gue rasa tanpa kehadiran teman-teman selama 3 tahun ter-hektik dan tersibuk dalam hidup gw (so far..) gue bisa GILA! Gue inget banget pas hari-hari terberat di Sanur. Untuk bikin gw semangat pada pagi hari, biasanya ketika pertama buka mata gue membayangkan something to look forward to later in the day. (sori gw ga bisa menemukan kata-kata bahasa Indonesia yang tepat sesuai kata-kata itu) Ketika gue bangun pagi dan malas untuk masuk..banyak tugas dan ulangan..capek pulangnya naik busway..mau bolos juga kagak bisa ntar repot susulan, toh bohong juga bikin hati bolong kan, yaudah deh akhirnya gue membayangkan becanda-becanda goblok sama temen-temen, ketawa-ketawa, sharing the latest fashion trends atau entertainment buzz, dan duduk melingkar pas jam istirahat nyoba-nyobain makanan temen. Itulah yang bikin gue duduk tegak dari tidur gue dan memulai aktivitas.

2 sahabat gue: odha dan melati!

2 sahabat gue: odha dan melati! lagi istirahat pas pelatihan jurnalistik.

Kalau soal cewek semua..ah yaudahlah pertama-pertama aneh sih, tapi lama-lama kebiasa, dan malah jadinya enak banget. Jadinya lo gausah repot-repot tampil cantik untuk memikat perhatian seseorang (aduh kata-kata gue gelay abis deh haha). Kayak attitudenya begini: ah ngapain sih cantik-cantik lo mau tebar pesona sama siapaaa coba. Jadinya tuh ya fokus deh ke aktivitas KBM. Dan soal lesbian..aduh men, bukan berarti di sekolah cewek semua tuh jadinya lesbong ya atau ada yang jadi lesbian..picik banget deh yang langsung asumsi begitu. 3 tahun gue SMA di Sanur ga ada yang lesbian sama sekali..jadi gue udah males deh kalau ada yang nanya: “Ada yang lesbi ga?” Yailah cing..kagak ada..toh kita ga terkungkung dalam dunia cewek semua 24 jam kan..ada juga waktu socializing, jalan, hangout, party gitu..ada facebook, msn, buat socializing, ya seimbanginlah ketemu cewek semua di sekolah ya temenan jugalah sama lelaki haha.

Soal seimbang, menurut gue anak Sanur ga belajar melulu kok. Ada saatnya belajar dan ada saatnya main. Misalnya waktu gue kelas satu ada acara main layangan ke gunung apa gitu gue lupa..terus ada class meeting buat refreshing. Class meeting seru sih jadi lomba cabang-cabang olahraga/permainan gitu antar kelas. Seinget gue sih yang pernah tuh bola tangan, bulu tangkis, terus permainan semacam gobak sodor gitu, softball, dan lainnya. Kadang saking serunya kompetisi mainnya bisa radikal banget deh haha, tapi abis itu ya damai-damailah haha.

Class meeting softball

Class meeting softball

ke waterbom rame-rame

ke waterbom rame-rame

studi tur ke OSO Bintaro yang berujung luch steak gretongan.

studi tur ke OSO Bintaro yang berujung luch steak gretongan dan lunch ronde dua di Pizza Hut Veteran.

Kalau hari spesial juga ada lomba-lomba. 17 Agustusan ada upacara (aduh upacara 17 Agustus Sanur tuh KERENNNNNN) sama lomba-lomba mulai dari makan kerupuk, tarik tambang, sama apa gitu gue lupa haha. Terus kalau udah mau Natal ada lomba Natal kayak lomba nyanyi lagu Natal, menghias kelas, bikin gua Natal, sama lomba bikin kartu Natal. Lomba dan class meeting gitu kadang tuh bikin males kayak ah ngapain sih mendingan libur atau jalan. Tapi akhirnya kebawa suasana juga sih, kelas makin erat, terus makin seru aja sama temen-temen. Lagian ada weekend juga untuk refreshing abis minggu yang padat..kalau pelajaran olahraga juga, guru OR tuh ngerti kalau kita lagi banyak ulangan (keliatan dari muka-muka kusut haha) dia ngebolehin kita main, entah main bola tangan, main softball, main voli, ya macem-macemlah.

Kalau soal peraturan..hmm memang peraturan di Sanur itu ya ketat tapi lama-lama biasa aja sih. Maksudnya yaudahlah kuku harus pendek, no kutek, rambut diiket, rok panjang, kaos kaki panjang, ga boleh pake jaket bebas, baju longgar, datang tepat waktu, ga boleh nyontek. Tiap tahun itu sebelum bagi raport, 3 angkatan anak SMA Sanur plus guru-guru serta Suster Kepsek dikumpulin di aula buat bahas peraturan dan melakukan revisi. Jadi tiap tatib di review, dan kalau ada yang ga setuju langsung angkat tangan dan kasih usul. Usulnya bakal didenger semua orang terus nanti kita pertimbangkan bersama-sama. Usulnya ditampung terus akhirnya dibahas sama guru-guru baru diresmikan perubahannya. Ya lumayan sih latihan demokrasi dan bersikap kritis.

Kalau soal event-event, ya jangan haraplah ada pensi dari Sanur. Ketika semua orang ngadain pensi yang hip dan ngundang artis-artis ternama ibukota di venue yang keren pula seperti di Istora Senayan, sekolah gue, SMA Santa Ursula malah mengadakan acara kebudayaan atau acara lingkungan di aula atau bahkan ruang-ruang kelas sekolah sendiri. Ketika di acara-acara sekolah lain ribuan orang sibuk berajojing mengikuti irama pop/dance/electronic dari artis-artis seperti The Upstairs, kita malah menikmati suguhan gamelan dari fellow Sanurians. Pertama-tama gue akuin, gue dan anak-anak bersikap asemlah. “Apa-apaan sih ngadain acara kayak gini, sepi pula ga banyak orang.” Emang Suster Kepsek itu keukeuh ga mau ngadain acara tipikal SMA-SMA ibukota dan Suster Kepsek keukeuh pula tidak mau ngundang artis. Money is not the problem, tapi kan lo bisa nonton artis-artis itu dimana aja. Lo kebetulan dateng ke mall aja bisa aja mereka lagi live performance. Jadi apa men yang bisa bikin event sekolah lo memorable dan one of a kind? Ya jawabannya acara unik dan mungkin emang ga terlalu diminatin anak muda tapi ya tetep tampil beda dan bermanfaat. Itu sih yang selalu diupayakan BP OSIS, guru-guru, Suster Kepsek dan anak-anak sendiri.

Ya begitu aja sih kesan gue selama 3 tahun SMA di SMA Santa Ursula Jakarta. Although Sanur and us are apart, we’re still genuinely Sanur at heart. :)

XII IPA 1 = AKAL BULUS (anak kelas Bu Lusia) pas hari terakhir sebelum libur pengangguran, 13 Mei

XII IPA 1 = AKAL BULUS (anak kelas Bu Lusia) pas hari terakhir ujian sebelum libur jadi pengangguran, 13 Mei 2009

hari terakhir mengenakan seragam kebangsaan Sanur.

hari terakhir mengenakan seragam kebangsaan Sanur.

memakai jaket angkatan Sanur 09

memakai jaket angkatan Sanur 09

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

total nilai UN monica + tips menghadapi UN.

June 16, 2009 · Leave a Comment

WOOHOO! NEM UN GW 55.00

GILA! Ga nyangka tercapai juga cita-cita total UN gue minimal 54.00!

(maaf ya pamer gue seneng banget haha karena gue waktu itu berasa bener-bener underdog waktu UN UAS haha soalnya semua orang sangat menggebu-gebu sementara gue hanya berpegang pada ingatan kolektif dari mendengarkan dan memperhatikan di dalam kelas)

Berikut rinciannya:

Bahasa Indonesia : 9.20 (man gw ketawa deh pas liat ini karena ironis aja gue merasa UN B.I. paling sulit eh tau-tau gw tertinggi satu IPA..haha)

Bahasa Inggris : 9.80 (respons pertama: shit! gue salah di mana? tapi yasudlah haha)

Matematika : 8.75 (sial! padahal udah nargetin 100 haha tapi yasudlah not bad lah haha)

Fisika : 9.00

Kimia : 10.00 (ini dia nih yang mengejutkan! Puji Tuhan! pas banget gue kan mau masuk Teknik Kimia hehe)

Biologi : 8.25 (pelajaran yang paling gue suka malah nilainya paling rendah..emang rada susah sih bio kemaren, belajar ya adek-adek Sanur ‘10)

Dengan total 55.00, rata-rata NEM UN gue 9.17. Ya lumayanlah..pokoknya one down a million tasks left to go!

Tips gue untuk menghadapi UN ‘10 dan tahun-tahun berikutnya:

1. PERCAYA DIRI (jangan gara-gara lo ga pernah dianggep pinter lo jadi punya mindset kalau lo ga mungkin melampaui orang-orang yang biasanya lebih jago dari lo!)

2. Kalau lo dari sekolah swasta kayak gue usahakan deh punya banyak temen anak sekolah lain baik negeri maupun swasta. Kongkalikong aja tuker-tukeran soal tryout, karena variasi soal tuh gilak tak terhitung deh, kan lumayan lo jadi makin lihai ngerjain soal-soal karena udah disuguhin berbagai macem soal. Karena sekolah gue bisa dibilang belakangan mulai sibuk TO (kita aja waktu itu bingung kapan nih mulai TO), yaudah kita ngatur mekanisme perburuan soal TO anak sekolah lain. Gue sih waktu kelas XII kemaren gue memulai dengan ngatur ketemuan dengan temen gue anak SMAN 70 Bulungan di tempat bimbel dia demi ngefotokopi soal TO dia, setelah itu gue perbanyak buat anak-anak dan buat guru gue. Jadi semua bisa punya dan bisa latihan. Persiapan UN kemaren bener-bener deh temen-temen dan gue berhasil mengumpulkan soal-soal dari bermacam-macam soal ada dari SMAN 8, SMAN 70, SMAN 21, SMAN 39, SMA Theresia, SMA Kanisius, SMA Fons Vitae, dan masih banyak lagi.

3. Punya buku dari sumber selain buku cetak. Udahlah rugi-rugi dikit gapapa, atau pake bekas kakak kelas lo atau cari yang murmer di Senen. Gue sih pake buku ya ringkasan-ringkasan Ujian Nasional sama SeribuPena (buku sakti nih Seribupena, gue udah pake dari SMP). Gue ga punya bank soal sih karena gue dikasih modul-modul soal dari BTA dan soal-soal TO anak-anak sekolah lain.

4. Kuasai bener-bener SKL (itu loh daftar materi yang harus dikuasai siswa buat UN). Waktu itu sih semua anak dapet SKL semua pelajaran. Gue inget banget guru bio tuh bener-bener nekenin buat kuasain seluk beluk SKL karena cakupan SKL tuh luasss banget dan yang bisa ditanyain bener-bener bermacam-macam jadi mesti ga cuma rajin latihan tapi dibuka bukunya buat refreshing yang udah agak usang kelupaan.

5. Jaga kesehatan. Saran klasik namun sering terabaikan. Kalau emang butuh suplemen ya konsumsi aja kayak vitamin C. Gue sih paling sari buah kurma kalau ga multivitamin gitu. Oh dan jangan begadang. Gue inget banget gue tuh selama heboh-heboh TO gue tidur jam 8, paling telat jam 9. (Seringnya ketiduran sih di ranjang sambil megang soal-soal haha gw selama persiapan UN tuh tidur dengan sangat mesra dengan soal-soal dan buku tercinta)

6. Jujur aja nyet! Serius deh! Oke gue berani bilang deh dari mulai tryout-tryout sampai detik terakhir UN dan Ujian Sekolah gue bersih men, bersih dari kecurangan. Masak sih lo mau ngebuang 3 tahun masa-masa terakhir lo berseragam nasional dengan perbuatan bego yang akhirnya akan membuat lo malu dan menyesal. Udahlah serius deh belajar dan berusaha tuh bikin waktu bener-bener ga terasa cepet banget berlalu. Ntar karena saking sibuknya lo belajar dan nyiapin diri eh tau-tau udah lulus, hehe.

7. Kenali diri lo dan cara belajar yang paling pas buat lo. Yang pas buat gue belum tentu pas buat lo. Gue sih jujur mood-moodan. Tapi yang pasti gue harus listen dan pay attention saat dijelasin. Ga peduli deh dibilangin ansos ato apa, tapi karena gue tau, ketika gue udah malas dan ngantuk di rumah untuk kembali buka buku, ya at least gw punya modal dari apa yang gue dengerinlah. Ya make mental notes gitu loh pas merhatiin penjelasan.

begitu aja sih tips dari gue. gue akuin saat-saat terakhir pas mau UN justru udah capek dan males buat belajar UN, apalagi yang udah dapet kuliah. Tapi ya cari kek motivasi buat lo. kalau motivasi gue sih pengen at least kontribusi biar angkatan gue bisa dibanggakan lah, dan buat diri gue sendiri tentunya biar NEM gue pun bagus.

SEMANGAT YA!

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

sanur peringkat pertama UN 2009.

June 14, 2009 · Leave a Comment

Berdasarkan perolehan peringkat/ranking, maka SMA Santa Ursula menduduki peringkat pertama. Pasalnya, siswa di tiga jurusannya, yakni IPS, IPA dan Bahasa, mendapat nilai tertinggi dibanding seluruh SMA lain di Jakarta. Lihat saja, untuk jurusan IPS, siswa di sana mendapat nilai dengan total 51,09. Sedang siswa jurusan IPA meraih total nilai 51,61, dan siswa jurusan Bahasa meraih total nilai 47,65.

http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=33900

SMA Santa Ursula, Sabet Peringkat Satu DKI, IPA, IPS dan Bahasa
Minggu, 21 Juni 2009 | 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil ujian nasional, SMA Santa Ursula, Jalan Pos, Jakarta Pusat, tahun ajaran 2008/2009 berhasil menyapu bersih semua jurusan (IPA, IPS dan Bahasa) dan menjadi yang terbaik, sebagai peringkat pertama di DKI Jakarta.

Menurut Sr. Moekti K Gondosasmito, OSU, M.Ed, Kepala SMA Santa Ursula, Jakarta, secara peringkat SMA Santa Ursula mengalami kemajuan. Namun, dari sisi perolehan angka justru terjadi penurunan.

“Saya sangat senang dengan perolehan SMA Santa Ursula, tahun ini. Ini merupakan hasil yang baik, meskipun kalau dibandingkan tahun lalu, agak menurun. Tapi, semua SMA juga menurun angka perolehannya,” katanya.

Tahun ajaran 2007/2008, SMA Santa Ursula hanya menempatkan jurusan Bahasa di peringkat pertama. Sementara, jurusan IPA peringkat lima, jurusan IPS peringkat 10.

“Ini merupakan kerja keras murid, guru, dan sekolahan. Anak-anak selalu berusahan dengan maksimal, sementara saya melihat angka atau peringkat merupakan akibat dari hasil kerja keras tersebut,” tuturnya.

SMA Santa Ursula menyabet peringkat satu IPA, IPS, dan Bahasa, tingkat SMA se-DKI Jakarta, untuk jurusan IPA dengan nilai rata-rata 51,61, untuk jurusan IPS rata-rata 51,09, dan untuk jurusan Bahasa rata-rata 47,65.

“Saya tahu persis bagaimana anak-anak berjuang. Selama 20 tahun lebih mengajar disini, karakter anak-anak yang tidak pernah hilang adalah tidak pernah menyerah hingga detik terakhir,” demikian dikatakan Hari Susilo, wakil Kepala SMA Santa Ursula Jakarta.

http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/21/15453848/sma.santa.ursula.sabet.peringkat.satu.dki.ipa.ips.dan.bahasa

WOOHOO!

wah! terkabul juga harapan guru-guru, kepsek, dan anak-anak  SANUR ‘09 buat kembali menduduki urutan teratas rangking nilai UN. setelah kerja keras menahan jenuhnya belajar untuk TO, belajar bareng di perpus ngebahas soal, beli ringkasan jitu seribupena, semuanya worth it juga! Saya jamin prestasi tersebut diperoleh dengan murni kerja keras dan doa yang berlandaskan kejujuran dan kesadaran moral. Jadi bullshit kalau ada kabar angin peringkat pertama ini diperoleh dengan kecurangan. silahkan cium bibir gue kalau emang ada kecurangan dalam UN di sekolah gue. Wong sebelum UN tuh Suster Kepsek tuh bener-bener mewanti kita dengan keras untuk tidak melakukan ketololan-ketololan seperti cari bocoran soal bahkan kunci, yang penting belajar, latihan, berdoa dan jaga kesehatan. Sanur ‘09 sealed its high school years with a reward to be proud of. YIPPIE WOOHOO!

papan prestasi

Wah ditulis juga sama Suster Kepsek tercinta..gue bakal kangen nih sama banyaknya papan-papan di sanur termasuk papan ini..papan ini khusus cuma Suster yang boleh nulis, biasanya nyelametin prestasi, berita duka, atau pengumuman, dan bahkan kliping artikel koran yang menurut Suster Kepsek menarik dan berfaedah untuk dibaca semua orang.

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

graduation night pictures.

June 14, 2009 · Leave a Comment

graduation girls!

woohoo! graduation at last.

dekornya bagusss sekali. pakai pohon sakura yang dikasih lampu-lampu kecil.

dekornya bagusss sekali. pakai pohon sakura yang dikasih lampu-lampu kecil. mahal tuh pohon sakura, kurang lebih Rp 30jt satu batang dan kita make berapa pohon coba haha >.< gw denger sih gretongan tuh dipinjemin tapi gatau deh..ga mgkn juga kan 200jt cuma buat nyewa pohon sakura haha.

with my two BFF's

with my two BFF's (melati-monce-hbp) ah bakal kangen sekali dengan hbp. dia misah sendiri gt di farmasi ui, sementara gue dan melati di fti itb.

tiga sedjoli/besties/ato apalah haha ;)

tiga sedjoli/besties/ato apalah haha ;) you know the great thing about us Sanurians (istilah buat anak2 Sanur) anak sanur tuh seimbang sih menurut gue..seimbang gimana? We work hard but we also play hard. Kita imbangin kerja keras dengan bermain/hangout/ato apalah, tiap komunitas beda caranya. Ada yang ke Seaworld, ice skating, backpacking (yang ada di post sebelum ini), clubbing, berenang, macem-macem. Jadi kagak belajarrrr melulu. Bisa keriting deh otak kalo belajar melulu bok. Woohoo!

ahh digicam abal..blur gitu

ahh digicam abal..blur gitu

dekor cantik

dekor cantik

rame-rame

rame-rame di lorong yang super bagus, ngeliat lorong ini jadi inget fairy tale 'The 12 Dancing Princesses' di bagian yang cowoknya nyelinep ikut ke istana ajaib lewat the enchanted forest yang daunnya kerlap-kerlip. haha, randomm.

angeline and monic~she's the one to go to when I have the urge to share juicy fashion news

angeline and monic~she's the one to go to when I have the urge to share juicy fashion news

nah, udah tenang dapet kuliah, udah lulus SMA. nunggu masuk enaknya..DIET ngilangin lemak-lemak ga cantik.

nah, udah tenang dapet kuliah, udah lulus SMA. dua bulan nunggu masuk kuliah enaknya..DIET ngilangin lemak-lemak ga cantik.

yey udah lulus, tapi ngegantung juga nih rasanya karena belum dapet ijazah. sampai sejauh ini yang gue baru tau UN Kimia gue dapet 100. haha random banget deh lagi dinner sebelum gradnight terus abis gue minta foto sama guru kimia gue, eh beliau nyelametin gue terus bilang UN gue 100. tau deh bener apa kagak, hahaha salah orang kali ya, tapi kalau bener wah haha terpukau haha. bener-bener ga terasa 3 tahun stress susah senang di sma santa ursula sudah berlalu.

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

akhirnya dapet kuliah juga.

June 12, 2009 · Leave a Comment

Puji Tuhan!

Akhirnya gue dapet kuliah..gue diterima di Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung ato singkatnya..FTI ITB..

Banyak juga anak Sanur yang dapet ITB..seneng deh..bagi yang belum (I surely know how that feels) tetap semangat…berdoa terus..

Pokoknya..akhirnya gue bisa tidur tenang..Kebetulan pengumuman hasil ITB bertepatan dengan ulang tahun bokap gue..gue rahasiain deh tanggal pengumumannya biar surprise gitu..eh Thank God dapet..Alhamdullilah Halleluya Puji Tuhan Ya Syukurilah.. :) Bener-bener priceless banget ngeliat bokap gue lompat-lompat kegirangan, karena beberapa bulan ini bokap stres ngeliat gue ga diterima terus. Gue senang sekali. :)

Perjuangan gue masuk udah sulit dan di dalam kelak akan tambah sulit, jadi harus semangat dan tidak takabur. Gue nargetin Cum Laude biar bisa dapet beasiswa lanjut ke luar negeri.

But for all so far, thank you so much Jesus, Mother Mary, St.Joseph, and every saint and everyone (especially my parents) who prayed for me. :)

→ Leave a CommentCategories: kehidupann

special travel feature: java backpacking adventure

June 11, 2009 · Leave a Comment

I decided to write a very special post about my friends’ all girl backpacking adventure. It has been a month of vacation for us senior high school seniors and for the lucky ones who already got in unis can really have quality time. In this post I’m featuring 7 of my friends: Fanka, Mereditha, Dian, Marin, Indi, Jelin, Yodia that had spent 10 days backpacking to beautiful spots on the island of Java. They spent 10 days and from their pics, you could really tell they had a BLAST. I applaude them for being thoughtful and pick places that aren’t quite commercial but still have captivating beauty. If you see the pics (and all the facebook albums that probably have hundreds of photos) it’s as if there aren’t any people around. They say they visited ’spots’ that aren’t crowded so they really enjoyed their visits. Three of them are mad about photography so they brought their SLR professional cameras and they really took the chance to hunt for amazing shots. The girls went backpacking to Central Java, two of my friends continued the backpacking quest to Bali. All of the pictures below were taken by my friends so please do not misuse them. (oh yeah, believe it or not the photos below are not retouched nor edited so it’s real hard core natural beauty)

all ways keep hydrated during travel especially backpacking in a tropical country.
always keep hydrated during travel especially backpacking in a tropical country.

out to the deep blue sea
out to the deep blue sea
having fun
having fun!
ak
snorkeling! (for free! after making small talk at a warteg or an Indonesian diner with a nice guy, he happened to have a kid in Santa Maria and he had a boat too, so he lent his boat to my friends for free haha.)
swimming with sharks
swimming with sharks (it’s locally called penangkaran hiu)

beautiful shot
beautiful shot of the boats and the ferry

beautiful beautiful beautiful
beautiful beautiful beautiful

Dian and Ditha

accompanying a fisherman for a day out to the sea

yodia and the bluee sky
yodia and the bluee sky

fanka1 it’s as if she’s stranded on an empty island with white sandy beaches

looking in awe at natures captivating beauty
yodi and jelin looking in awe at nature’s captivating beauty (whoa,look at that blue water..you can actually see the gentle ripples..WOW)

karimun
that blowing breeze through their hair looks so refreshing (the gazebo looks like a comfy place to hang out and relax)
resting by the shore
resting by the shore

s
almost sunset

enjoying the sun setting
enjoying the sun setting
the golden sunset
ah the childhood of a young fisherman

the golden Karimun Jawa Sunset
the golden Karimun Jawa horizon

mount bromo-spectacular!
mount bromo-spectacular!

mount bromo!
mount bromo!
visiting the chilly mount bromo.
visiting the chilly mount bromo.
doesnt look like Indonesia to me, haha
doesn’t look like Indonesia to me, haha
woohoo!
woohoo!

running around
running around. look at that scenery!
woohoo
it’s kinda like the middle east or something haha
jump and reach the sky!
jump and reach the sky!
dian
dian must have took the chance to play with her camera, she is very talented, she has won several photography competitions

Horseriding in Bromo

Horseriding at Bromo

yodi riding a mount bromo horse

yodi riding a mount bromo horse

the horses of Mount Bromo

the horses of Mount Bromo (I can't take my eyes off that blue blue sky, you don't see that everyday.)

bromo

bromo adventure.

dian walking along bromo

dian walking along bromo

ro

fanka strolling on a path surrounded by such an amazing scenery

love yodis pose here, it looks as if shes breathing all that natural beauty into her.

love yodi's pose here, it looks as if she's breathing all that natural beauty into her.

jump

jump for joy and one fantastic adventure!

The adventure had its ups and downs but overall they say that it was soo much fun. Backpacking around Java (especially with a bunch of great friends) is an inexpensive and adventurous way of travelling. For example in Karimun Jawa (the island) they stayed at a nice inn for Rp55.000,00 about 5 USD and 50 cents. To really minimize expenses, in Solo and Jogjakarta they spent the night at Ditha’s grandmother’s house.

I plan to complete this post after I finish interviewing my friends about their adventure. So keep checking my blog for updates because all the details about the journey are coming up. Just think of these pics as an ‘appetizer’ to the main course, the story of one great adventure.

→ Leave a CommentCategories: kehidupann