the undeniable truth ~ kenakalan dalam sekolah!

sebagai siswa sekolah Katolik yang cukup ternama di Jakarta dan bahkan Indonesia, saya dan teman-teman dan mungkin juga siswa sekolah swasta lainnya menganggap topik perbandingan sekolah negeri dan sekolah swasta sebagai topik yang menarik. banyak banget rumor-rumor berkembang mengenai kedua jenis sekolah itu. tapi yang lagi hot adalah rumor-rumor kebocoran dalam UAN.

saya punya beberapa teman di sekolah negeri. kata mereka sudah rahasia umum kalau emang di sekolah negeri itu memang mebocorkan soal-soal UAN agar nilai murid-muridnya bagus. bahkan teman saya oknum A seorang mantan siswi SMA negeri ternama di jakarta yang sekarang kuliah di singapore mengatakan kalau di sekolahnya memang dibocorkan soal-soal UAN. isu yang beredar kata oknum tersebut adalah menjaga posisi kepala sekolah. dengan tingkat nilai tinggi yang konstan dari tahun ke tahun, posisi sang Kepsek pun aman tenteram. apalagi kasus UAN 2007 yang menangkap basah guru dan murid yang bekerja sama pada HARI H! apa sih yang menyebabkan ketidaksiapan murid-muridnya untuk menghadapi UAN sehingga gurunya sampai melakukan hal tidak terpuji itu padahal didasari belas kasihan? Ngapain aja selama 3 tahun? Belajarkah?

teman sekelas saya yang mempunyai teman sekomplek yang anak negeri bingung dengan teman saya yang ga bisa diajak main. maklumlah, kami anak sanur sibuk dengan PR tugas ulangan bla bla bla sehingga kami harus mengorbankan waktu main. teman sekelas saya itu, sebut saja namanya dita, nanya sama temen sekompleknya itu : “lo emang ga ada PR? ga ada ulangan? ga belajar?” habis si dita itu bingung mereka kok enak banget seakan-akan ga pernah belajar. lalu dengan enteng temannya itu menjawab : “yailah ulangan mah ngapain belajar, nyontek aja.”

BEH! gilak. bukannya iri dengan kesantaian mereka ya. jujur aja. biar kita dari kelas 1 SMA udah belajar sampai larut malam dan sering ga tidur karena belajar dan membuat tugas tapi saya tidak iri dengan mereka! saya justru kasian. kalau sekolah di jakarta aja gini gimana di daerah? atau malah justru lebih disiplin?

sangat disayangkan. sekolah negeri yang di bawah naungan pemerintah kok sampai ada sih yang kayak gitu? saya tidak melakukan generalisasi karena saya punya sahabat di sekolah negeri yang juga sibuk dengan tugas makalah dan ulangan tapi sayangnya sekolah negeri seperti itu hanya segelintir. tapi saya harus akui, ga cuma sekolah negeri aja yang santai dan mengandalkan nyontek kayak gitu, pasti ada jugalah swasta. tapi yang saya pertanyakan kenapa sih pemerintah yang menghendaki generasi emas tidak mengurusi dari dasar dan akar yaitu pendidikan di sekolah! kalau dari sma udah biasa korupsi dan tidak jujur dalam rupa menyontek gimana gedenya? belum lagi masalah cabut dan lainnya…. (>.<)

kalau ulangan harian aja nyontek terus yailah gimana mau bisa UAN? ya gimana gurunya ga kasian coba >.<

kalau dari segi kita dan keadaan kita di Sanur, well here’s the picture. anak sanur ga pernah nyontek? ga juga sih. pasti pernahlah. tapi kita ulangan belajar. dan pas ulangan kita juga ga nyontek. suasana sebelum ulangan itu seperti pasar. bukan kok, bukan bikin contekan. tapi diskusi, tanya-tanya yang masih bingung. well kekurangannya adalah tidak semua berorientasi pada ilmu dan kemampuan. tapi banyak pula yang berorientasi pada nilai. dan pas kelas 3….BEH. saya yang sekarang seorang anak kelas 3 SMA di sanur sangat merasakan kehebohannya. jadi begini. dengan isu UAN akan dimajukan menjadi februari, tim guru langsung antisipasi dengan mengejar bahan, pelajaran tambahan. Bayangin dalam 1 minggu nih ya, pelajaran Biologi kita belajar 3 bab. Jadi sekali jalan, biologi belajar 3 bab. Fisika sekali jalan dalam 1 minggu belajar 2 bab. Matematika 3 bab. Kimia 3 bab.. Bukan sistem 1 bab abisin baru ke bab berikutnya tapi ya gitu semacam multitasking. Emang ribet awalnya tapi lama-lama kebiasa. Belum lagi tugas wajib syarat UAN karya tulis.. makanya kami seringkali stres menjalaninya. hanya tawa canda di kelas yang paling ngga meringankan hari-hari kami.. makanya kemarin pada saat jam wali kelas kami bertanya pada wali kelas kami, seorang guru senior yang sudah lama mengajar di sekolah kami. kata wali kelas saya, ketika dalam rapat guru antar sekolah, guru yang mengajar di sekolah yang peringkat UANnya tinggi dicecar guru2 lain. dia ditanyain rahasianya apa. tapi guru itu ga bisa jawab, dan ahirnya pergi ke belakang dan ga balik-balik lagi…. kayak udah cukup obvious deh kalau udah kayak gitu -_-” graor.

i can’t fix the world. i can’t judge without evidence. but I can speak out my opinion. and I can ask questions? those two things are what I am doing right now, nothing else.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s