FISIKA/TOFFEE NUT LATTE/TAWURAN!

Hari ini hari yang aneh.

Hari ini hari ke-empat ulangan terpadu semester ganjil.

Hari ini hari terakhir ulangan pelajaran IPA.

Pagi-pagi semua sibuk menghapal.

Menghapal rumus.

F = B Q v | Tan ip = nz / nu | Fase = t / T | E = n.h.f

Dispersi adalah penguraian cahaya putih.

Cahaya merah dan hijau menghasilkan cahaya kuning.

Konstruktif destruktif toroida solenoida kapasitif induktif stasioner berjalan …..

Semua sibuk membolak balik halaman buku.

Euphoria ulangan umum.

Fisika.

35 Pilihan ganda, 3 Essay.

Induksi-RLC-fisika klasik-interferensi-magnet-gelombang

5 soal PG ngasal. SUSAH! LUPA RUMUS.

Sisanya bisaπŸ˜‰

Ngerjain essay duluan, PG belakangan.

Essay lancar.

Pulang jam 9.

Selesai ulangan umum semua sibuk mencocokkan jawaban.

Mengulang sisa soal yang masih diingat.

Menceritakan mana yang bisa dan mana yang tidak bisa.

Menyadari kesalahan-kesalahan kecil yang amat disayangkan.

Euphoria pasca ulangan umum.

Yang susah sudah lewat.

Menghela nafas lega.

Semua sibuk mengatur jalan.

Malming sebutannya.

Malam minggu.

Masih ada sih sebenarnya ulangan umum senin dan selasa.

Tinggal pelajaran yang cukup mudah.

Bingung mau ngapain.

Mau nonton, twilight belum keluar.

Jadinya nongkrong di perpustakaan.

Nonton DVD di perpustakaan.

Ga kebagian computer, nonton Star World.

Pake wireless headphone, dengan bantuan Bu Tini.

Abis tertawa tiwi nonton the Simpsons dan friends.

Perut lapar turun ke kantin.

Mau mie babi yang tersohor tapi sudah kehabisan.

Jadinya makan Oom.

Maksudnya di kantin Oom.

Pesan nasi ayam serundeng.

Habis kenyang kembali ke Perpus.

Ternyata sudah mau tutup.

Walah walah.

Ahirnya kami pulang.

Nebeng Finna naik Burung Biru sampai Bank Indonesia.

Selanjutnya naik TransJakarta.

Ramai sekali.

Sampai Blok M malas pulang.

Jalan-jalan ke Pasaraya Grande.

Ada pameran barang yang lucu-lucu.

Ada laptopper, tapi uang tak cukup ya tak beli.

Ada sisa beberapa puluh ribu rupiah di dompet.

Mampir ke kedai kopi Amerika itu, si Starbucks.

I have been craving Toffee Nut Latte for a damn long time.

Sudah kunantikan masa-masa holiday season Starbucks.

Karena bisa menikmati favoritku si Toffee Nut Latte.

Karena malas sendirian di Starbucks, kubawa saja take away.

Berjalan ke halte bus kota.

Naik bus kota duduk di samping ibu-ibu.

Bus itu isinya ibu-ibu.

Hari itu amatlah panas.

Terik! Terik! Terik!

berbagai pikiran berenang dalam benak.

fkui. fti itb. karya tulis.

panitia yearbook.

inventarisasi studio radio.

rata-rata kimia.

birthday dinner sahabatku di ritz carlton sabtu depan.

design undangan.

rencana nonton ke blitz.

jiffest bareng anak-anak.

year end sale shopping.

tabungan di celengan.

cetiau.

nabung nabung nabung.

LALU SEMUA BUYAR!

semua tiba-tiba heboh.

Sesampai di suatu titik dalam perjalanan semua ricuh.

Rupanya oh rupanya.

Tengah jalan ada anak-anak tawuran.

Anak-anak kecil.

Paling masih SMP kelas 2.

Berkejar-kejaran lempar-lemparan batu.

Aktivitas seakan terhenti memaku.

Memandang perang di antara pria-pria cilik itu.

Walah ini rupanya tunas bangsa kita.

Siang bolong lempar-lemparan batu pukul-pukulan di tengah jalan.

Bikin macet saja.

Di mana Ompol?

Maksudku Oom Polisi?

Taukah dia keadaan ini?

Ahirnya bapak-bapak turun tangan.

Mengambil tongkat panjang membubarkan anak-anak itu.

Mereka bubar.

Tetapi bubar bukan berarti selesai.

Berlari-lari kejar-kejaran.

Euphoria tawuran siang bolong.

Masya Allah! Ya Allah! Ya Robbi!

Kata-kata itu terulang-ulang.

Keluar dari mulut ibu-ibu di dalam bus kota itu.

Di dalam hati aku pun menyebut kata-kata itu.

Namun dengan cara beda.

Oh My God! Oh My God! Oh My God!

Tanpa sadar aku memegang lengan ibu-ibu sampingku.

Akhirnya bus kota kami berhasil lewat.

Sampai juga di tempat ku turun.

Segera ku turun.

Permisi Bu, kataku.

Mereka sibuk berkicau tentang β€˜anak muda jaman sekarang’.

Masih kecil kok sudah begitu.

Ga mikirin orang tua apa.

Kasihan ibu bapaknya.

Turun juga akhirnya.

Setelah dua kali menyentil langit-langit bus kota.

Berhenti ; YES! PAS LAMPU MERAH.

Turun neng, kaki kiri duluan.

Makasih ya Bang!

Bang Kenek pun tahu betul prinsip fisika aplikatif.

Kucari ojek langgananku.

Itu dia sudah menunggu.

Naik ojek sampai di rumah.

Cari uang 5ribuan di dompet ibunda.

Kubayar si bang ojek.

Ahirnya sampai di spot favoritku.

Computer baruku.

Sudah lama tidak bermain computer.

Setelah berpikir sejenak sudah 3 Euphoria kualami hari ini.

Tiga euphoria.

Dan sudah 3 strata social yang aku alami hari ini.

Strata intelectuall upper level class yaitu di sekolahku yang notabene isinya anak orang berduit.

Lalu strata high class bule-bule dan orang yang gemar shopping di Pasaraya Grande.

Dan strata social di bus kota yang tidak usah kusebutkan stratanya karena sudah obvious.

Hari yang unik.

Aku tak sabar menceritakannya pada kawan-kawan esok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s