I Know Where The Good Food Is Vol. 0511

Trio Sambal Lezat Khas Bebek Ayayo. Photo courtesy of Omar Arif Maulana, tracked from Google, copied from Flickr🙂

Bebek goreng, nasi putih dan lalap. Photo courtesy of Omar Arif Maulana, tracked from Google, copied from Flickr🙂

Mango Dessert Kedai Ling Ling

So here are my recent favorite places to dine in the April-May edition *vol 0511* of I Know Where The Good Food Is:

BEBEK AYAYO and KEDAI LING LING

Okay jadi mari kita bahas satu-satu.

1. BEBEK AYAYO

Jadi hari ini baru saja gue dan beberapa teman makan siang di sana. Kami baru balik dari survey kegiatan pengabdian masyarakat HIMATEK di Ciparay. Lelah karena sudah pergi dari pagi-pagi tanpa sarapan terlebih dahulu dan sampai siang bolong ngiter-ngiter desa di bawah teriknya matahari, kami pulang dengan hati senang tapi perut hampa. Selaper dan secapek itu rasanya loh *hehe*. Nah bingung mau makan di mana akhirnya sang pengemudi mobil, Ricky, mengusulkan makan di Bebek Ayayo. Sahabat saya, seorang foodie juga, Fanka pernah menceritakan tentang tempat makan ini. Kata doi bebeknya bumbunya beda, enak banget, dan meresap. Sambelnya juga enak banget ujarnya. Mengingat rekomendasi dia yang cukup heboh, saya pun langsung mengiyakan ajakan Ricky. Dia langsung menyetir menuju Bebek Bengawan. Wah kita tiba sekitar jam 14.30 dan di situ masih lumayan rame. Tempatnya rumahan gitu, dan asrilah, khas rumah di Bandung. Kebetulan tadi kita berenam jadi pake meja yang besar bekas orang yang abis makan rame-rame juga. Mejanya belum diberesin jadi masih ada bekas-bekas sambel. Nah ada tiga mangkuk kecil berisi sambal hijau, sambal kecap, dan kacang yang dipotong kecil-kecil dengan sedikit potongan cabai. Bebeknya juga dikasih taburan gurih-gurih yang cukup banyak. Kami akhirnya memesan. Gue mesen paket bebek goreng seharga 30 ribu rupiah. Itu cukup mahal sih dengan budget mahasiswa. Tapi karena penasaran dan saya jarang menjangkau daerah Riau karena males ngangkot jauh-jauh, gue pikir yaudahlah. Lagipula lumayan juga, dengan harga segitu udah dapet bebek goreng, nasi, lalap, sambal tiga jenis, dan es teh manis. Setelah ditunggu beberapa saat, datang juga akhirnya. Gue pesen bagian paha. Gigitan pertama adalah kesan pertama ketika mencoba makanan baru. Karena paling penasaran dengan kombinasi tiga sambal, gue langsung asyik sendiri meramu kombinasi bermodal feeling dan kreativitas. Sambel hijau, ditutupi sambel kecap, ditabur kacang. Bebeknya itu empuk banget, bumbunya meresap. Bumbunya juga nendang, dari perkiraan gue dan teman-teman rasanya bawang putih banget. Begitu dicocol dengan kombinasi sambel, BEUH enak banget bro. Apalagi kalau ditambah nasi putih hangat yang dibalut daun kemangi. Udahlah top markotop. Setelah beberapa suap gue menyeruput es teh manis. ENAKNYA! Maknyuslah. Yang gue suka juga nasinya gak terlalu panas, hangatnya pas jadi bisa dinikmati. Sambel hijaunya juga gak terlalu pedas. Jadi sepanjang makan bener-bener nikmat. Gue tipe orang yang suka makanan yang kaya cita rasa atau kayak di Masterchef, kaya flavour. Buat porsi cewek, nasi putihnya cukup sih, mungkin untuk cowok kurang. Gue tadi lupa nanya sih nasi unlimited atau nggak, kalau di Bebek Garang kan nasi unlimited mau nambah berapa kali. Anyway, dari cita rasa dan kapasitas mengenyangkan, Bebek Ayayo berhasil merebut hati gue. Suasana restonya juga enak. Paslah, gak terlalu bobrok, dan gak terlalu mewah juga. Asiklah buat lunch gitu. Tempatnya gak terlalu besar sih, jadi kalo bawa massa banyak yaa was was aja gak dapet tempat. Tadi aja berenam kalo yang makan rame-rame sebelom kita belom cabut sih kita mungkin agak kesulitan dapet tempat duduk yang bisa bareng berenam. All in all, gue yakin sekali akan kembali ke Bebek Ayayo untuk makan. Pasti🙂

 2. Kedai Ling Ling

Nah resto yang satunya ini adalah hasil nge-random bareng teman sejawat di jurusan. Malem-malem kita bingung mau makan di mana, pengen yang enak tapi dengan kocek yang masih terjangkau. Akhirnya salah satu teman dengan briliannya mencetuskan Kedai Ling Ling. Di Bandung ini ada dua cabang, satu di Cihampelas, satu di Jalan Trunojoyo, depan sekolah Aloysius. Kunjungan perdana gue ke Kedai Ling Ling adalah ke cabang di jalan Cihampelas. Bermodal ongkos dua ribu perak dengan angkot kesayangan, Caheum Royom, tibalah kami di kedai kecil. Gue kira resto ini punya kavling sendiri, eh ternyata cuma counter dan dapur dengan beberapa bangku dan bangku-bangku plastik. Ya street food lah tipe nya dan bisa buat nongkrong atau makan di dalem mobil bahkan. Biarpun begitu, ketika kami sampai Kedai Ling Ling rame dengan customer loh! Dari cerita teman-teman gue, spesial dari Kedai Ling Ling adalah okonomiyaki dan dessertnya. Range harganya sih ya di atas rata-rata harga anak kosan tapi masih terjangkau. Mango dessert harganya 15 ribu rupiah. Harga okonomiyaki gue lupa tapi yang jelas masih di bawah 20 ribu rupiah. Ramennya beragam ada yang di bawah 20 ribu rupiah, ada juga yang di atas 20 ribu rupiah. Gue suka banget ramen pedasnya. Pedasnya nendang, unik, dan nagih. Okonomiyakinya juga enak. Makanan yang kayak martabak ini gurihnya pas dan pas masih hangat enak banget rasanya ngeblend banget di mulut. Yang bener-bener istimewa itu Mango dessert. Pas sendok pertama mango dessert nyampe di mulut rasanya enak banget. Sumpe deh, kagak overrated. Rasa mangganya genuine dan rich banget, manisnya gak over. Kuah mangga yang rich ini ditemani variasi tekstur jelly dan buletan-buletan kecil yang crunchy. Jadi tiap nyendok itu mulut dimanja manisnya mangga dan lidah pun penasaran dengan kawan-kawan kecilnya yang warna-warni dan beragam bentuk. Pokoknya I recommend this! Buat yang suka street food sih ada sensasi sendiri makan di pinggir jalan. Apalagi anak muda yang masih bebas dan ceria *azek*. Mungkin buat keluarga gue yang agak uring-uringan kalau suasana tempat makan gak oke, gak akan cocok dengan atmosfir street food Kedai Ling Ling. Gue dan temen-temen gue aja makannya ngemper di tangga masuk toko oleh-oleh tetangganya Kedai Ling Ling. We don’t mind sih, asal bareng-bareng dan makanannya enak sih kenapa nggak? Buat anak kosan yang mau hemat biaya minuman, gak jauh dari situ ada mini market Circle K jadi bisa beli air mineral dulu gitu😀 All in all dari kualitas makanan dan harga yang terjangkau, gue merekomendasi Kedai Ling Ling.

Sekian I Know Where The Good Food Is:edisi April-Mei 2011 vol. 0511. Sering-sering mampir untuk mengikuti petualangan kuliner gue ya! Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s