My diet diary – part 1

I’m on a diet baby, it’s official!

Oke setelah lama menjadi wacana..diet saya sudah berjalan cukup baik dan disiplin. Caranya?

Fitness yuk ~

Langkah pertama: bergabung di pusat kebugaran atau yang gaul disebut: tempat fitness. Gue jadi member di salah satu tempat fitness di Bintaro. Kenapa di situ? Rekomendasi abang sepupu yang juga member di sana dan karena jaraknya dekat dari rumah, jadi gak bisa ada excuse males transport-nya. Oke jadi gue ini belum pernah fitness seumur hidup jadi gue sangat sangat newbie. Waktu pertama dateng gue sendirian dan gue minder dan zonk gitu. Bingung mau ngapain, terus malu juga kalau keliatan linglung. Jadi dengan sotoynya tanpa pemanasan langsung gue hantam alat elliptical. Dodolnya gue makenya kebalik jadi ada salah satu instruktur yang notice dan menegur gue dan akhirnya gue confess kalo gue bingung dan belum pernah fitness. Akhirnya dia ngebimbing gue make alat-alat dan pemanasan. Setelah menimang-nimang kenewbie-an gue dan keinginan gue ada intervensi untuk workout, mengukur progress, dan pengaturan pola makan, gue fitness sama personal trainer, yaitu si instruktur yang pertama notice kebingungan gue. Memang sih tarif personal trainer itu seharga uang kosan gue, which is a bit pricey tapi gue pikir, what the hell, untuk sehat ini kenapa nggak, sekalian belajar alat-alatnya jugak kan. Emang sih bisa via Youtube atau media lain, tapi lebih enak kalo ada yang ngajarin kan? Dan selain itu dengan memakai jasa personal trainer, gue punya akses ke alat ngukur lemak dan dia intervensi ke diet gue. Dan untungnya bokap nyokap juga gak keberatan, puji Tuhan. Jadi minggu ini gue 4 kali fitness, tiap fitness 2 jam jadi ditotal-total 8 jam. Latihan gue intinya terpecah menjadi, 20 menit cardio, pemanasan, latihan beban dan toning, ditutup dengan 30 menit cardio dan stretching akhir. Yang gue seneng dengan PT gue adalah bimbingannya bagus dan telaten. Sebenernya gue tadinya mau PT cewek karena kalau cewek ngebimbing cewek itu pasti lebih keras..dan kalau badannya dipegang-pegang cewek pas lagi ditrain gak risih atau gimana gitu (badan gue super sensitif dan geli kalau dipegang soalnya). Tapi di tempat fitness gue PT-nya cowok semua, jadi apa boleh buat. Lagipula udah pewe juga sih sama instruktur yang ngebimbing gue di hari perdana nyoba fitness. Oh selain itu…PT gue badannya baguss, bener-bener badan ideal cowok di mata gue. Doi berotot tapi gak lebay, badannya tinggi dan kulitnya putih. Pas banget porsinya, hot deh HAHAHA. Tau kan tipe badan cowok yang dadanya bidang, tangannya besar (tapi gak lebay) dan berotot  yang nampak sangat nyaman untuk dipeluk. (Aduh maaf agak-agak curcol HAHAHA) Makanya sometimes it gets awkward kalau pas dia nge-train gue, kadang gue harus nahan senyum (ini penyakit gue kalau lagi sama cowok hunky: SENYAM SENYUM SENDIRI). No I’m not in love with my personal trainer..YET *oops hahahaha* One thing’s for sure, he’s definitely eye candy and a spirit booster to go the gym. So that’s my tip. Have a hot personal trainer so you won’t be lazy to workout. HAHAHA.

Diet ~~

Langkah kedua: disiplin dalam berdiet. Sebenernya yang mendorong gue disiplin dalam mengikuti diet dari PT gue adalah: gue gak mau kerja keras gue fitness sia-sia karena pengendalian diri gue buruk. Pada dasarnya gue emang benci banget kalo apa yang gue kerjain sia-sia begitu aja, gak tepat guna, dan gak menghasilkan apa-apa. Jadinya yaudahlah gue tahan aja berminggu-minggu kedepan mengorbankan sifat foodie gue dan memutar otak untuk memasak masakan sehat. Guideline diet dari PT gue kira-kira begini:

Sarapan: karbohidrat (bukan nasi putih dan bukan roti putih), protein (putih telur), dan minuman tanpa gula (susu skim, teh atau kopi). Kalo gue jadinya sarapannya: susu skim dengan sereal Nestle Fitnesse (sereal rendah lemak dan whole grain) sama putih telur gue masak pake irisan cherry tomato dan rempah-rempah, dan minumnya..(pastinya bukan Teh Botol karena itu gulanya alamakjang banyaknya) teh hijau pahit. Kadang gue variasikan dengan roti gandum dioles dengan peanut butter (peanut butter masih dibolehin..selai-selai yang manis-manis gak boleh) dengan irisan apel dan ditabur kayu manis halus lalu dipanggang. Kalau di meja makan gue lagi ada sayur rebus biasanya gue santap juga sih hehe.

Sarapan gue

Snack pagi: satu porsi buah

Makan siang: karbohidrat (bukan nasi putih dan bukan roti putih, misalnya: nasi merah, kentang, roti gandum), protein (daging, ayam, ikan, telur, tahu tempe), sayuran. Nah ini nih yang seru…makan siang. Makan siang gue so far biasanya nasi merah, lauk protein sama sayur rebus. Gue bereksperimen bikin-bikin lauk protein yang sehat dengan minyak yang sehat dan bahan-bahan yang sehat. Lauk yang biasa gue jumpai sehari-hari gue akal-akalin aja bikin versi sehatnya, dan porsi mini😀 Seru bagi gue yang demen main di dapur.

Makan siang gue: nasi merah, daging sapi, sop tahu-sayur

Snack sore: satu porsi sayur.

Makan malam: Protein (daging/ayam/telur) dan sayur. (NO KARBOHIDRAT). Kalo gue dinner jadinya makan lauk siangnya (gue bikinnya emang buat dua kali makan biar sekali masak aja) doang gak pake nasi merah. Nyokap gue tiap malem bikin jus sayur-buah (tomat-wortel-apel, timun-melon-belimbing, macem-macemlah, random) jadi itu gue minum juga.

Makan malem gue: daging ayam dengan sayur rebus

Pantangannya: gula, garam, kuning telur, alkohol, rokok, minyak gak sehat (seperti mentega, butter, minyak kelapa), junk food, makanan instan

Nah so far dari 13 Juni 2011 sampai sekarang gue masih stick to the diet…gak nyemil snack-snack kemasan yang manis-manis, gak makan nasi putih sama roti putih, gak makan junk food, mi instan gak gue sentuh, bahkan masakan gue sendiri buat adek-adek gue (omelette keju, pasta carbonara) gak gue sentuh juga. Minyak-minyak gue substitusi dengan minyak extra virgin olive oil sama canola oil. Bahkan gue berniat mengimplementasikan diet ini ke kehidupan sehari-hari secara permanen. Kenapa? Lucunya diet ini gak bikin gue laper (mungkin karena tiap 3 jam makan kali yak). Selain itu, tahu bahwa kita makan makanan sehat itu menimbulkan perasaan senang aja gitu. Ditambah lagi, ini mengatasi resiko penyakit. Oke umur gue masih muda 19 tahun, tapi penyakit sekarang naujubilah ngeri banget. Masih muda udah kena ini itu…itu semua konon katanya sih karena lifestyle. Kayak kemaren, kebetulan gue nonton Oprah yang episode tentang Diabetes. Gila, entah kenapa pas banget timingnya. Dari episode itu diungkapkan bahwa menyingkirkan belly fat (lemak perut) dan memulai pola makan sehat itu penting buat mencegah diabetes. Tadinya gue pikir, ah diabetes paling ntar nyuntik-nyuntik doang sama minum obat…ternyata hell no. Di episode Oprah itu ada pasien wanita sampai diamputasi kakinya karena diabetes. Dia juga gagal ginjal sampe harus hemodialisis. Setelah cangkok ginjal pun, ginjal barunya gagal juga. Gue gak nyangka diabetes efeknya separah itu. Mana keluarga gue ada sejarah diabetes lagi…Itu jadi wake up call bangetlah untuk mulai membuang yang jelek-jelek dari gaya hidup dan menanam yang sehat.

Progress so far?

Dua hari pertama diet sambil fitness so far udah turun sekitar 2 kilogram. Itu gue nimbang 2 hari yang lalu, hari ini belum nimbang. Jujur gue berharap upaya diet dan olahraga ini berhasil, dan gue siap memberikan effort maksimal.

To be continued…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s