Cepat pulang Fanka

Angelina Yofanka.
Nama ini mungkin kerap ada di media beberapa hari ini. Fanka, panggilan akrabnya, hilang saat arung jeram di Sungai Cikandang, Garut.

Angelina Yofanka adalah sahabat dan teman dekat saya sejak SMA. Di Bandung pun kami tinggal satu kosan, satu lantai pula. Kami adalah teman sangat dekat, dan bisa dibilang di kosan ini aku paling dekat dengannya. Waktu SMA kami sama-sama ekskul debat, dan sempat sekelas sehingga membuat kami sering ngobrol, jalan bareng ke Melawai cari baju murah, ke Senen, ke Pasar Baru nemenin saya memperbaiki kamera. Bahkan waktu saya pergi pacaran pun dia suka ikut dan pernah juga diantar pulang sama mantan saya itu. Ya itu cerita lama.

Serunya masa TPB
Kedekatan kami bertambah saat tinggal sekosan di Bandung. Waktu TPB (tingkat satu di ITB) kami sering masak bareng. Di kosan kami awalnya ada 8 anak Sanur (SMA Santa Ursula). Tidak jauh dari kosan kami di Titiran Dalam ada teman-teman akrab kami yang dulunya SMA CC (SMA Kanisius). Jadi dulu aku, Fanka. Yodia, Dian sering main ke kosan mereka untuk nonton DVD, main-main, dan masak-masak. Kadang gantian juga mereka yang dateng ke kosan kami dan menghabisi apa yang kami masak. Selain main, kami dulu sering belajar bareng. Sebelum UAS kalkulus cowok-cowok dari Titiran juga datang belajar bareng. Aku inget banget belajarnya di depan kamarku pakai tikar bambu karena di kosanku nggak ada ruangan ngumpul buat belajar.
Selain itu kami pernah dandan-dandan, foto dan sok-sok ‘Bagusrangin Photoshoot’. TPB juga masih jamannya aku dan Yodia dan Melati sering manggung ngeband dan Fanka biasanya menjadi penonton yang setia. Dalam keseharian kami sering keluar cari makan bareng dan gereja bareng. Beberapa teman kosan yang juga anak Sanur ini berminat dengan kegiatan alam. Fanka, Yodia, Winda, dan Dian mendaftar dan ikut dalam rangkaian acara sebelum dilantik. Aku inget banget pas masa-masa teman-teman kosanku ini dalam persiapan jadi anggota KMPA, Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam ITB. Dulu mereka enggan nge-add Facebook senior-senior mereka, sehingga akunku dipakai untuk nge-add dan nge-stalk foto-foto dan wallnya. Dan karena di awal-awal kosanku belum dipasang internet dan cuma aku yang punya modem, teman-temanku sering datang ke kamarku buat internetan.
Dulu mereka sering pergi untuk KMPA misalnya caving, naik gunung dan mereka pulang dengan raut muka bahagia dan cerita-cerita yang seru. Aku selalu menanti mereka pulang dari tiap perjalanan mereka. Karena cerita-cerita mereka aku merasa seakan-akan kenal dengan anak-anak KMPA sampe-sampe mereka sering menggodaku, “Udah, masuk KMPA aja Mon.”. Aku cuma senyum aja. Pas mereka persiapan mau AA (Acara Akhir) KMPA (semacam pelantikan) di kosan heboh banget packing, check dan recheck barang. Aku membantu mereka dan menemani mereka bersiap-siap. Waktu aku putus pun pas TPB mereka standby di kamarku buat nemenin dan Fanka bersikap sangat baik dan pengertian di hari-hari setelahnya.

Things changed, but our friendship didn’t
Seiring naik tingkat dan bertambah kesibukan akademik, himpunan, dan kegiatan unit yang berbeda-beda, kegiatan-kegiatan bareng seperti itu sudah tak pernah terjadi lagi. Things changed. Meski demikian, aku, Fanka, Yodi, Dian tetap suka ngobrol dan melakukan hal bareng sebisa mungkin seperti gereja bareng, makan bareng.

Fanka itu suka banget ke Pasar Tumpah Gasibu cari-cari baju bekas. Entah udah berapa kali kami ke Gasibu bareng, apalagi Fanka dan Yodi, mereka lebih-lebih lagi. Fanka memang jago sekali berburu barang murah tapi oke. Itu yang aku suka darinya. Dia gak menuntut prestis brand seperti kebanyakan anak muda sekarang. Selama pantas, nyaman, gak ribet, gak lebay, dia beli aja, sekalipun harganya 3 ribu rupiah. Stylenya Fanka itu simpel, warna-warna netral, nyaman. Kemana-kemana Fanka pake sandal. Kami juga suka pinjem-pinjeman baju&sepatu kalau ada acara spesial.

Sama sepertiku, Fanka orang yang suka makan. Fanka juga jagonya cari makanan enak. Untuk urusan tempat makan aku selalu tanya Fanka. Gak perduli jam berapa, sejauh apa selama ada mobil&waktu dia berburu makanan. Kalau dilihat rame, berarti enak. Begitu prinsipnya. Kadang dia suka membawa makanan buatku. Entah itu kue putu, klepon, macam-macam, dia sering ke kamarku, ‘Ini Mon, cobain deh enak.’

Fanka adalah temen ngobrol yang asik dan cepet nyambung. Dia supel dan gampang bergaul. Biasanya kalo aku tiba di kosan setelah beraktivitas dan melihat lampu kamarnya nyala dan pintu kamarnya terbuka aku langsung ke kamarnya. Ga pake mampir ke kamarku dulu buat naro barang, pokoknya nyampe karpetnya langsung blek duduk dan nanya, ‘Ada makanan gak, Fan?’ Aku bisa lupa waktu nongkrong di kamarnya. Kami berbagi tentang hari kami, cowok, aktivitas, akademik, personal stuff, semuanya tumpah diobrolin. Kayak cewek-cewek lain, kalo udah ada aku, Yodi, dan Fanka kalo gak ngebrowse YouTube lihat video musik cover keren, video film keren, ya ngestalk Facebook lihat cowok keren :p Sering juga kami tuker-tukeran DVD dan nonton DVD bareng di kamar Fanka.

Selain aku yang ke kamar Fanka, Fanka juga sering main ke kamarku. Ciri khasnya adalah dia main masuk, gak pake ngetok. Aku udah apal, kalau pagi-pagi dia ke kamarku pasti dia mau ngaca sambil ngobrol ringan, ‘Kelas jam berapa?’. Di kamarnya gak ada kaca sebadan jadi dia kalau mau ngaca sebadan ke kamarku. Kalau malam dia datang dia pasti mau ngobrol, curhat atau nyari makanan. Kalau aku lagi manggil tukang pijet/lulur dia suka dateng ngeliatin dan minta sekalian di-totok wajah dan masker punggung. Aku sama Fanka juga sama-sama suka nyalon. Tiap dia abis nyalon dimana pasti dia cerita gimana terus kita bahas dan bandingin mana salon yang oke.

Kenapa sekarang malah lo yang ilang sih, Fan?

Sepanjang aku kenal sama Fanka rasanya udah sering dia kehilangan barang. Waktu SMA aku inget HPnya ilang di kereta kalau gak salah..terus dompetnya. Nah pas kuliah, kamarnya dimasukin maling. Pernah suatu waktu dia main ke kamarku dan tidak mengunci kamarnya. Dia pikir gak akan kenapa-kenapa toh kamar kami cuma beda berapa langkah. Dia hanya ke kamarku 5 menit. Eh ternyata ada pencuri dengan alibi penyebar brosur masuk dan mencuri barang2 Fanka: duit di dompet, handphone, laptop. Waktu dia lagi turun sebelum ke-gap bapak kosanku yang baru pulang, laptop Fanka dimasukin di lemari dekat pintu masuk jadi yang dicuri hanya HP dan duit. Pas nyadar laptopnya ilang, Fanka sempat histeris dan teriak: ‘Pak laptop saya hilang Pak!’ dan nangis. Untungnya laptopnya gak jadi hilang. Sejak saat itu pintu utama kosan selalu terkunci dan tiap anak megang kuncinya.
Akhir-akhir ini sepedanya Fanka yang ilang. Aku inget malem itu tengah malam aku lagi belajar buat ujian dan tiba-tiba Fanka masuk kamarku (kamarku emang jarang aku kunci). Dia berdiri di pintu kamar dengan muka yang keliatan sedih dan kusut. Dengan nada sedih dia ngomong,
‘Mon, sepeda gue ilang’ terus dia nangis tersedu-sedu dan ya like any other friend would say, sabar Fan..dia bilang itu pemberian bokapnya, bapaknya semangat banget ngasi sepeda itu, dan dia gak enak banget udah ngilangin sepedanya.

Sekarang.
Malah Fankanya yang ilang. I found out via Twitter, malam-malam hari Minggu setelah gereja sore dan capek setelah panitia-an di ITB Fair. Aku lagi di kosan temen ngerjain tugas. Pas lagi bosen, buka Twitter aku kaget lihat ritwitan teman:

RT @rubahkeIabu: ” INFO SAR ” Telah hanyut Mahasiswa ITB ( Simpatisan KMPA ITB) di Sungai Cikandang Hari Minggu, Tgl. 5 Februari pukul 13.00 WIB. @infobdg

Aku langsung deg-degan. Karena aku lihat status teman SMA yang juga teman dekatku di kosan, Yodia, di BBM ‘CikandangπŸ™‚’. Aku panik dan BBM Yodia, ‘Yod, lo gpp kan? Bukan lo kan?’ Kenapa Yodia yang pertama kusangka? Karena dia juga seingatku divisi Orad di KMPA (untuk arung jeram). Aku tak menyangka Fanka yang hilang karena seingatku dia divisi GH (Gunung Hutan).

Kontan aku langsung buka Timeline @rubahkeIabu dan jantungku serasa mau copot liat tweet ini:

info lanjutan : mahasiswa ITB anggota KMPA yang hilang adalah Jovanka, KL ’09 cc @nitayuanita @kaisarlautan mari kita doakan keselamatannya

ralat : nama lengkapnya Angelina Yofanka (Fanka KL’09) mohon doanya temen2

Spontan, terbawa rasa kaget dan sedih, aku ngetwit (tapi tweetnya kuhapus, takut menggemparkan, saat itu) dan SMS temanku anak KL. Ternyata benar dan aku shock. Karena twitku dan status bbm-ku keburu terbaca sebelum kuhapus aku kebanjiran mention dan bbm yang nanya. Gak lama kemudian aku pulang ke kosan, mandi, dan tangisku pecah. Aku gak percaya. Sahabatku yang baru beberapa hari sebelumnya main ke kamarku buat ngobrol-ngobrol sekarang ada di antah berantah. Aku pun sulit tidur. Tiap berapa detik refresh timeline, merespons pertanyaan orang, dan menunggu kabar baik. Hari Seninnya aku bangun, berharap ada kabar baik tapi nihil. Rasanya dengan musibah begini aku seperti robot yang auto-pilot. Semuanya ngawang, kayak mimpi. Di kelas pun aku nangis. Sulit sekali buat fokus dengan HP yang tiap berapa detik bergetar dan aku yang berharap itu kabar baik. Pada hari itu aku dan Melati mengusulkan bagaimana kalau kami Sanurian berkumpul untuk berdoa, entah Rosario atau Novena. Eh ternyata banyak yang mau ikutan dan doa bareng ini ter-publish di media untuk massa kampus seperti agendaganesha dan itweetb. Berbekal fotokopian puji syukur kami pun Novena di lantai, di selasar Oktagon. Untuk mendapat lokasi berdoa pun harus nego dulu dengan orang yang sedang duduk berkumpul di sana. Aku terharu melihat kepedulian orang-orang yang tak kenal Fanka sekalipun. Novena 3 Salam Maria hari kedua pun lebih rame dan aku senang sekali melihatnya. Tuh Fan, banyak banget yang sayang sama lo.

Kemaren setelah doa kami anak Sanur dengan mata sembap saling berpelukan dan saling menghibur. Rasanya sudah lama sekali gak kumpul bareng anak Sanur. Ada rasa aman dan nyaman yang unik yang gak ada di tempat/komunitas lain pas kumpul sama anak Sanur. Kami membentuk conference di BBM biar info terdistribusi secara serentak dan dari sumber yang valid. Salah satu teman kami terhubung langsung dengan tim yang ada di TKP sehingga info pun real time dan terus diupdate. Disitu juga kami curhat dan saling menyemangati. Kemarin aku, Cecil, Melati (kami semua anak Sanur) dianter Will (pacarnya Cecil) ke Superindo belanja logistik buat tim pencarian. Kami belanja biskuit, energen, air mineral, mi instan dan kami antar ke sekre KMPA. Di tengah aku melakukan itu aku sempat emosional dan berkata kepada Meng (sapaan akrab Melati), ‘Meng, I can’t believe we’re doing this. Gue masih gak percaya kita lagi belanja buat rescue Fanka’. Di sekre KMPA kami antar barang2nya dan saat melangkah dari KMPA tangisku pecah. Bayangkan di tengah-tengah Sunken Court, diapit Meng dan Cecil, tangisku pecah. Aku gak kuat. Melihat KMPA yang terlihat gigih dan sigap dalam misi mencari dan menyelamatkan sahabatku rasanya bukan kenyataan. It was delusional, blurry, and overwhelming. Malam sebelumnya aku nginap di rumah teman karena aku kalau di kosan sendirian suka sedih dan nangis sendiri. Tadi malam aku memutuskan untuk pulang ke kosan saja dan tidur di kamar Cecil sekalian minjem laptopnya buat ngerjain tugas. Kami ngobrol dan mengenang Fanka dan membahas musibah dan kekuatan doa. Kosanku sepi sekali. Winda dan Yodi masih di Garut dalam misi pencarian Fanka. Oye pun pergi nginap dan anak-anak Unpad-nya pun masih pergi. Untung ada Cecil, ada distraction, pengalihan pikiran.

Perihal informasi..dan harapan
Aku kesal lihat media yang udah menyebutnya ‘jenazah’. Rasanya pengen gue tampol. Selain itu hal-hal simpel seperti ejaan nama yang salah seperti: ‘Engelina’ ‘Yopanka’ ‘Yovanka’ atau usia yang salah, semester yang salah. Gimana sih sense of journalism-nya? Kenapa gak mencari fakta yang bener dulu baru dipublish? Takut banget kalah cepet uploadnya.

Aku juga kesal melihat orang yang ngetweet sembarangan tanpa dicek kebenerannya. Twitter terlalu contagious..info menyebar cepat secepat kebakaran hutan. Info yang salah merugikan pihak-pihak terutama orang-orang yang beneran dekat dengan Fanka, bukan orang yang kepo pengen tau doang.

Yang predikat jenazah sih paling menyakiti. Kita masih OPTIMIS woi. Masih berpegang teguh pada pengharapan. Tuhan bekerja dengan cara-cara di luar logika manusia yang terbatas ini. Jadi kita berusaha dan berdoa tanpa kenal lelah.

Fann. Cepat ketemu, cepat pulang biar kita bisa makan bareng, gereja bareng, dan main-main lagi. Semua semangat mencari lo, lo-nya semangat dan kuat bertahan ya. Tuhan berkatimu, lindungimu, sahabatku yang berani, cantik dan baik hati.

Pray for Fanka. #prayforfanka #prayforFanka

Untuk informasi resmi (dan selalu diupdate, aku liat sendiri di sekre KMPA ada laptop dengan browsernya terbuka di blog ini):

http://saveyofanka.blogspot.com

God bless you and keep you my dear best friend, FankaπŸ™‚ be strong tough girl. You’re the bravest girl I know. Keep holding on. See you soon bestie.

6 thoughts on “Cepat pulang Fanka

  1. Kangen banget ya Mon sama Fanka, aku juga masih suka baca blog-blog orang tentang Fanka, kalo baca rasanya kayak dia masih bener-bener di sini. Isinya pasti seru-seru, soalnya orangnya kayak gitu sih, gak biasa. BTW I’ll link you to my blog ya

  2. Ketika gw liat berita ada mahasiswa Undip yg hanyut pas arung jeram di Sungai Cikandang. Nyeliplah berita ttg Fanka. So sad…😦
    Dan gw pun pernah mengalami ketika 6 adik2 dan keluarga gw juga pergi menghadal yg kuasa ketika ada acara lapangan di organisasi Mapala Universutas Andalas. Akhir tahun lalu. Terasa pedih…

  3. Ketika gw liat berita ada mahasiswa Undip yg hanyut pas arung jeram di Sungai Cikandang. Nyeliplah berita ttg Fanka. So sadβ€¦πŸ˜¦
    Dan gw pun pernah mengalami ketika 6 adik2 dan keluarga gw juga pergi menghadal yg kuasa ketika ada acara lapangan di organisasi Mapala Universutas Andalas. Akhir tahun lalu. Terasa pedih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s