Rest in peace Fanka

Selamat beristirahat sahabatku, Angelina Yofanka.
Maaf aku masih tak kuat menahan tangisku. Bukannya tak rela melepas. Tapi kenapa lo begitu cepat pergi? Jujur kepergian lo secara mendadak bener-bener heart breaking. Masih banyak mimpi yang belum dicapai, kata-kata yang belum terucap, cerita yang masih tersimpan.
Dunia seakan runtuh pas gue nerima telfon dari Johan sesudah Novena untuk Fanka di Oktagon sore tadi. Gue gak pernah nangis sehisteris itu Fan…setelah Johan ngomong dengan nada serius dan hati-hati,

Johan: “Mon Fanka udah ketemu. Dia udah gak bisa diselametin Mon..”

Gue: “Maksudnya? Gak mungkin Jo..gak mungkin.”

Johan: “Fanka udah meninggal Mon.”

Boom. Meledaklah itu tangis gue. Mungkin itu ya tahap pertama dari grieve atas kehilangan orang terdekat: denial. Gue, Melati, Pavy, Kak Tiara, Hani, dan Kak Diajeng langsung menuju sekre KMPA yang akrab disebut SEL itu untuk mengonfirmasi. Suasananya serius dan berasa dukanya. Ternyata benar. Gue gak kuat menahan dan sesunggukan. Salah satu anak KMPA cerita dimana dia ditemukan dan kami dipersilakan masuk Sel. Pedih rasanya saat melihat Dian, yang biasanya haha hehe menangis histeris. Gak lama kemudian, seisi Sunken Court tumpah ke tangga Tunnel dan bersatu dalam doa. Semua itu berlangsung dalam blur. Dari situ kami beranjak ke Tubagus Ismail dan bergabung dengan anak Sanur lain untuk mengatur rencana melayat dan doa rosario.

Rasanya baru kemaren kita papasan di kampus pas gue sepedahan dengan sepeda temen gue yang entah kenapa secara kebetulan sama dengan sepeda lo yang hilang (tenang Fan bukan dia kok yg nyuri hehe) pas lo cerita lo udah daftar CCF, nyari tempat les TOEFL, dan cerita lo ngilu abis bersiin karang gigi di dokter gigi BMG.

Rasanya baru kemaren lo ke kamar gue as usual, cerita bagaimana lo massage sebadan di Zen terus bela-belain makan di kosan demi makan sambal ibu kosan yang cuma bisa kita makan sekali setaun pas anaknya ulang tahun.

Rasanya baru kemaren gue, lo, Yodi duduk-duduk di bangku kayu depan kosan, sambil kalian makan wedang ronde dan memandang ke atas, memandang lampu-lampu Blackwhite.

Rasanya baru kemaren lo ke kamar gue pagi-pagi, curhat tentang KP..bimbang bareng temen yang udah janji atau apply ke Total.

Rasanya baru kemaren yang lo cerita tentang petualangan lo ke Bali, Lombok, Pulau Komodo. Dasar bolang. Bisa aja lo tidur di stasiun deh. Emang lo dianugerahi keberanian yang luar biasa sama Tuhan.

Rasanya baru kemaren pas pulang gereja bokap nyokap lo nraktir gue, Yodi, Dian makan di Kafe Bali dan makan mi kari enak. Pesenan kita bisa sama gitu haha. Gue seneng banget makan bareng lo Fan. Radar kuliner lo tajem banget. Karena lo berani milih makanan yang beda, tempat makan yang beda yang ternyata turns out to be really good.

Rasanya baru kemaren lo bilang mau S2 ke Eropa. Lo pengeeen banget ke Eropa Fan..
Rasanya baru kemaren lo nyamperin gue pamer rambut lo yang abis dicreambath.

Rasanya baru kemaren lo masih sama gue, di mana hidup terasa ‘normal’ dan tenang.

Tapi sekarang bukan lah kemaren.
Dan kemaren sudah menjadi sejarah.

Selamat jalan sahabatku.
Makasih yah udah nyempetin pamit, even itu lewat pagi-pagi buta pas gue kebangun, lo duduk di ujung tempat tidur dan nengok ke gue tersenyum. Makasih udah nyempetin pamit sama nyokap gue juga, melambaikan tangan dan tersenyum. Senyum terahir lo bener-bener bikin adem.🙂 senyum Fanka yang cantik dengan mata berbinar.

Semoga orang tua dan adik lo kuat dan tabah ya. Biarlah tangan Tuhan bekerja. Gue percaya ini rencana Tuhan. Meski logika sulit memahami dan hati sulit menerima, aku pasrah terhadap kehendak Bapa.

Have fun ya Fan. Pasti lo seneng bisa main-main riang gembira dan canda tawa.. Semoga Tuhan menghapus dosa-dosa lo, mengasihani lo dan menyambut lo di Rumah-Nya dengan damai dan sukacita.

I hope we can meet again best friend. I miss you like crazy. It’s hard to believe you’re gone but you’ll never be ‘gone’. You’ll always be in my heart. Semangat lo, keceriaan, ketulusan, keberanian, keramahan lo bakal gue kenang dan gue tanam dalam diri gue.. Lo gak pernah betah dalem comfort zone and you always live life to the fullest.
Makasih udah ngajarin gue itu. Hidup lo udah menyentuh banyak orang, terlebih lagi kepergian lo….makasih Fan. Makasih Tuhan udah ngasih kesempatan untuk mengenal, berteman baik, dan menghabiskan sebagian masa mudaku dengan orang muda yang akan selama-lamanya muda..

Fanka.
Love you best friend..rest in peace.

“Life is short, live it.” – Angelina Yofanka (1992 – 2012)

Fanka’s funeral

Tujuh hari kemudian.

Minggu, 12 Februari 2012 pk. 21:03 WIB

Tujuh hari sudah berlalu setelah kepergian Fanka. Tujuh hari. Satu minggu. Entah sudah berapa banyak air mata tumpah, berapa banyak doa dipanjatkan, untuk satu nama, satu orang yang disayang oleh banyak orang selama pekan terakhir. Hari ini aku memutuskan untuk tidak larut dalam kesedihan. Seperti kata nyokap, “Hidup terus berlanjut. Dia bakal hidup dalam memori kamu..dan hati kamu.” Tadi aku menjalani rutinitas Minggu seperti biasa. Masak sarapan, beres-beres, leyeh-leyeh bentar terus pergi fitness dan belanja keperluan. Tak kusangka, sampe kosan kamarnya Fanka udah diberesin. Udah kosong. Udah nggak ada tas carry depannya, sepatu-sepatu, tempat baju kotor. Ternyata selagi aku pergi keluarganya datang untuk beres-beres. Aku gak terbayang akan ada orang baru yang mengisi kamar itu. Orang asing yang bukan Fanka.

Sore tadi aku misa juga di kapel Borromeus seperti biasa, kali ini lagi-lagi gak bareng Fanka. Tadi aku misa bareng Yodi, Dian, Johan…senang sih rasanya kumpul lagi bareng mereka, kayak pas TPB. Untuk pertama kalinya pas gereja bareng kita dapet duduk di dalem kapel, gak di luar seperti biasanya hehe. Tadi Yodi dateng lebih awal buat nyampein intensi misa (semacam request doa gitu pas bagian doa umat di misa di gereja). Biasanya pas bagian itu yang disebut adalah nama-nama asing yang aku gak pernah dengar. Nama-nama asing yang sudah tiada, sudah dipanggil Tuhan, entah 40 hari yang lalu, 100 hari yang lalu, 7 hari yang lalu. Tadi agak menohok ketika mendengar nama yang begitu akrab dengan kehidupan kami disebut sebagai intensi misa. Sesudah misa kami ke Goa Maria menyalakan lilin untuk Fanka dan berdoa untuk keselamatan jiwanya dan kekuatan untuk keluarga dan kerabatnya. Malam ini kami makan malam bareng di Sushi Tei, disponsori Mamanya Dian. Bisa kumpul lagi, makan bareng lagi benar-benar rasanya hangat dan seperti pulang ke rumah. Meskipun mulai sekarang kami akan terus kehilangan satu personil di situlah kami saling menguatkan untuk move on tapi tetap mengenang kenangan-kenangan di saat kami masih utuh.. Tadi pun Yodia mengajak untuk pindah kosan. Aku pun terpikir begitu. Sejak kepergian Fanka aku terpikir untuk pindah. Apalagi jika anak-anak Sanur di kosan ini pindah, aku pikir lebih baik aku ikut. Lagipula kurasa itu baik untuk awal yang baru, untuk bertemu orang baru, dan segar tapi jelas bukan untuk melupakan Fanka.

Tadi aku search Twitter dengan keyword ‘Fanka’ atau ‘angelinayofanka’. Sampai hari ini mention Twitter untuknya masih mengalir, malah banyak dari orang-orang yang gak kukenal..mungkin teman SD/SMPnya, atau malah orang super random yang tersentuh dengan kepergiannya. Salah satu tweet menyebutkan bahwa ada artikel di tabloid Nova tentang Fanka. Kontan sebelum masuk gereja aku beli Nova dan benar ada..lagi-lagi kehilangan makin terasa. Bagai menabur garam di atas luka berdarah. Dari artikel itu aku benar-benar salut pada mamanya Fanka yang tegar dan kuat. Yang geli sih di situ ada salah penyebutan nama, entah kenapa nama Yodi tersulap jadi Yuli, entah disengaja/emang kepleset.

Hikmat yang aku rasakan dari peristiwa ini

Musibah dan kepergian Fanka mengajarkan banyak hal. Selama hidupnya Fanka sering banget ngajarin kita, mulai dari akademik sampai ke saran atas permasalahan hidup yang kami curhat-in. Bahkan kepergiannya pun memberi pelajaran.

Terkadang kita terlalu congkak, percaya diri sekali seakan-akan esok itu milik kita, 10 tahun lagi adalah milik kita, 5 tahun lagi pasti datang. Tidak. Waktu yang akan datang itu milik Tuhan. Terserah Dia mau ngasih kita waktu itu atau nggak. Kalau di Alkitab tertulis: Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.’ – Yak 4: 14b-15

Maka dari itu: kita gak bisa take everything for granted, mulai dari waktu, orang yang kita kasihi dan mengasihi kita, napas kehidupan, berkat yang kita boleh nikmati. Gak bisa kita anggap itu memang layak dan sepantasnya kita terima, toh itu milik kita. Itu semua pemberian Tuhan..harus disyukuri dan disadari betul bahwa itu berasal dari kasih setia Tuhan. Gak bisa kita take for granted gitu aja.

Hidup terlalu pendek untuk menyisakan kata-kata unsaid. Dulu bilang I love you ke orang tua sendiri aja canggung. Sekarang jangan sampai kata-kata ungkapan kasih, maaf, atau hal penting dibiarkan diam dan tak terungkapkan.

Jangan menunda interaksi dengan teman/orang dekat/orang sekitar karena sibuk. Semua orang sibuk, semua orang capek, semua orang punya batasan-batasan waktu dan tenaga. Tapi sempatkanlah 5 menit at least menanyakan kabar, small talk. Jangan sampe kamu terlalu terbawa suasana sibuk sehingga justru orang-orang dekat kamu malah jarang kamu sapa, ajak ngobrol. Kita gak akan tau apakah itu obrolan terakhir, apakah mengandung makna perpisahan/pesan-pesan tersirat.

4 thoughts on “Rest in peace Fanka

  1. selamat pagi fanka, pagi yang indah di alam sana.
    kami pun demikian. esok, senyum dan ceriamu kan membawa keindahan dan semangat di setiap pagi kami.
    doa kami berkilau ikhlas mengalir di sekelilingmu.
    R.I.P Angelina Yofanka.

  2. Temen lo ini hebat, temennya banyak sekali. Gue ga pernah sedikitpun tau soal Fanka atau kenal sama dia. Waktu pertama kali gue tau kejadian ini, temen2 KMPA datang ke Seketariat Mahitala u pinjem tabung n divernya karena ada dugaan undercut itu. Akhirnya temen2 Mahitala berangkat….

    Di sepanjang proses pencarian, ternyata gue tau ternyata Fanka anak Sanur, dan dr kabar temen gue, milis Sanur juga rame dgn berita ini. Setelah berjalan lagi ternyata ada 2 orang temen gue ternyata sodaraan sama Fanka (Rio dan Ronald).

    Milis Mahitala juga rame dan banyak yang bersimpati (tanpa tau siapa itu Fanka), dan memang temen lu ini kok rasanya konek sekali dengan organisasi kami (walau rasanya memang ga pernah kenal), Akhirnya temen gue, Hengky, anggota Mahitala yang kerja di Total Prancis, kabarin ke milis Mahitala bahwa ternyata dia kenal dengan Fanka. dan Fanka saat ini sedang mendaftarkan PKL di Total Kalimantan….gue dah liat CVnya langsung. Temen lo ini bener2 hebat, pinter dan aktif di lingkungan mahasiswa. Tipe mahasiswa langka yg bisa 2 hal itu terjadi. Biasanya kalo ga kuliahnya bagus, jiwa sosialnya kurang atau sebaliknya.

    Mau bagaimanapun dia sudah “di sana”…dan kita semua berharap mudah2an ini adalah hasil terbaik yang bisa dilakukan oleh seluruh Tim SAR. Dan semoga teman2 lain ga jera untuk berarung jeram terutama di Cikandang. Gue yakin, semangatnya pasti akan tetap membuat Cikandang tetap indah dan menantang.

    Turut berduka…

    Audy Tanhati (Mahitala Unpar)

    • Kita semua turut berduka om Audy. Gue yang ga kenal sama dia aja merasa kehilangan. Gue tau tentang hilangnya Fanka waktu liat tweetnya akun @MahitalaUnpar. Disitu gue pantau terus timeline gue hingga jenazah Alm.Fanka ditemukan.

      Di twitter gue coba search @angelinayofanka, disitu gue liat banyak yang merasa kehilangan. Ucapan belasungkawa dan doa-doa untuk Fanka mengalir seakan tiada henti.

      Setelah membaca beberapa mention teman-teman Fanka di twitter, dari situ gue coba tanamkan dalam diri gue agar bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Sebab orang baik selalu akan dikenang.

      Peristiwa Fanka sendiri membuat gue makin penasaran untuk berarung jeram. Semoga bisa tercapai…

      RAFTING IN PEACE FANKA…
      Selamat menikmati keindahan yang ada di surga.

      Tuhan bersama orang-orang pemberani.

      Agiel Kasturian, Ambon.

  3. Monik…Salam Kenal ya…Saya brigita , sepupu fanka , kaka nya rio (diatas td Ada yg mention kl Kenal sm adik Saya)
    Fanka ini ud spt adik saya sndr…bahkan dia menjadi bridesmaid saya sewaktu menikah , anak yg sangattt baik Dan tdk pernah merepotkan sama sekali
    Kl Ada foto2 fanka bisa tolong dikirimkan ke email say a bgitjanette@gmail.com , Akan sang at berarti untuk kami sekeluarga

    Thanks ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s