Common English Mistakes Indonesians Make

So here’s the list of the common typos or maybe appropriately stated as salah kaprah English terms Indonesians make. Mungkin terasa sepele, tapi kalau didengar oleh orang-orang yang sudah fasih berbahasa Inggris dan tau yang bener seperti apa, well it can be a bit annoying. Ya kita sebagai pengguna bahasa orang ya sebaiknya tidak ignorant lah buat tau yang bener kayak apa. Ini sih hasil pengamatan gue selama sekian tahun, entah bahasa lisan atau tertulis di social network dan internet🙂

1. Deadline vs Dateline

Orang Indonesia sering salah mengartikan. Kalau yang dimaksud batas pengumpulan atau tenggat waktu, ya yang bener itu deadline!

Kalau ditinjau dari segi arti kata: deadline artinya the point in time at which something must be completed.
The word “dateline” is used today mainly to label the bit of text at the top of a printed news story that indicates where and—often, but not always—when it was written. For instance, after a headline about events in Kenya, the dateline might read “NAIROBI, Kenya, June 2, 2010.”Probably because this rather obscure word has been popularized by its use for the name of an NBC television news show, some people confuse it with “deadline,” which is most often the date by which something must be accomplished. You can miss deadlines, meet deadlines, or have to deal with short deadlines— but not datelines.

2. Thanks God or Thank God?

Sumpah ini sih sering bikin gemes deh kalau orang-orang bilangnya ‘Thanks God’ dalam sebuah kalimat misalnya, “Thanks God banget deh gue bisa dapet kerjaan itu.” Mungkin istilah ini dianggap ekuivalen dengan Alhamdullilah atau Puji Tuhan tapi sayangnya banyak yang salah kaprah, salah pake istilah yang mana. Yang bener? Thank God!

When to use “Thank God”:

 “Thank God” is actually a shortened version of “Thanks be to God” which means that you are telling the others (your friends or whoever) that you are thankful to God.

“Thank God” is in the same way as “Praise God”.

“Thank God” is also correct because you use “Thank” as a verb I (we) thank God.

When to use “Thanks, God”:

 You are praying or directly conversing with God, then you would say “Thanks, God”.

“Thanks, God” should actually mean “Thank You, God” as if he were in front of you.

“Thanks” is an informal way of saying “Thank You” so highly unlikely to use “Thanks, God” to an almighty being.

Source: Thank God, or Thanks God

3. Worth it or worthed?

Hayo yang bener apa hayo? Ya worth it lah! Kata ‘worthed’ bahkan tidak ada, itu bikinan orang yang salah kaprah aja. Buktinya? Di kamus tidak ada kata worthed. Mungkin dari pengucapan worth it dan worthed beda tipis, tapi yang benar tetap worth it.

There is no such word as : “worthed”. We can’t say “worthed” as past participle of “worth” since “worth” itself is not a verb.

From dictionary.reference.com/browse/worth, some formal examples of how to use “worth” in sentence:

  1. As preposition
    – having a value of, or equal in value to, as in money : This laptop is worth 5 million rupee
    – 
    having property to the value or amount of : They are worth of millions
  2. As noun
    – usefullness or importance : Your worth to the world is inestimable

3. I’m worry or I worry/I’m worried

Jadi begini rumusnya. Kalau kata sifatnya berasal dari kata kerja (misalnya worry), kalau dipasangin dengan subjek ‘I am, she is, he is, atau they are’ kudu banget bentuk katanya: worried. Contoh: I’m worried. Tapi kalau kata worry dipakai sebagai kata kerja jadinya I worry. Bedanya apa? Emang sih bagi orang Indonesia saya khawatir kan emang cuma 1 format, saya khawatir. Beda kalau di bahasa Inggris. I worry itu berarti saya khawatir setiap saat (khawatir sebagai keadaan yang konstan setiap saat, istilahnya begitu). Tapi kalau I’m worried itu saya khawatir detik ini, saat ini juga..satu menit lagi belum tentu masih khawatir gitu.

4. I’m bored or I’m boring?

Kalau kamu mau mengatakan, ‘Gue membosankan’ berarti pake yang ‘I’m boring’ Lain cerita kalau kamu pengen mengungkapkan: ‘Gue lagi bosan.’ harusnya pake yang ‘I’m bored.’ Jadi gak ada ceritanya: ‘Eh gue lagi boring banget nih.’ yang ternyata artinya. “Eh gue lagi membosankan banget nih.’ Janggal kan? Haha.

5. Have a save trip or Have a safe trip?

Oke save (pake ve) artinya menyelamatkan. Contoh: Superman will save the world. Nah safe (pake ef) artinya aman/selamat. Kalau kamu liat status BBM atau tweet orang-orang: ‘Safe flight’ artinya: semoga penerbangan kamu aman!

safe flight :)

Foto ini gue ambil pada saat penerbangan dari Paris ke Wina, waktu itu malam hari dan awannya kayak gulali yaa :3

Gue memerhatikan, safe flight artinya merupakan salah satu search term populer di blog ini, berarti masih ada teman-teman yang belum ngerti. Yang benar: Safe flight loh. Bukan save flight ya!

Contoh: Superman will make the world safe. 

Superman will save the world.

6. It’s time to school or It’s time for school?

Gue pernah lewat spanduk sebuah taman kanak-kanak swasta dengan tulisan besar: ‘It’s time to school’. Annoying banget! Masak spanduk instansi pendidikan masih aja bikin salah grammar begitu -_- tapi emang bukan gitu aja sih, iklan dan majalah ngetop pun masih banyak yang salah-salah bahasa Inggrisnya. Rumusnya begini deh: It’s time to + kata kerja tanpa -ing atau -d/-ed contoh: It’s time to go tapi bukan: it’s time to going!It’s time to sleep bukan it’s time to sleeping. Kalau kamu mau masangin it’s time dengan kata ‘for’ rumusnya: it’s time for + kata benda/kata kerja + ing contoh: It’s time for school atau it’s time for washing the dishes.

7. You gonna like it  or You are gonna like it?

Kalau ini sering banget gue jumpai di tulisan di media sosial. Gonna adalah versi singkat dari going to yang artinya akan/bakal/bakalan. Tapi karena artinya yang serupa dengan will jadinya terkadang kita lupa meletakkan to-be di depan gonna padahal, gonna itu versi slang dari going to. Kata kerja continuous (yang belakangnya -ing) kan gak mungkin sendiri, tentunya ia digandeng to-be (is/are/was/were). 

Contoh: Kamu akan menyukainya –> You will like it. (ini benar)

You gonna like it. (salah, padahal artinya sama dengan versi dengan memakai kata will, tapi ya itulah bahasa Inggris, sekalipun artinya sama, aturan tetap berlaku)

Yang benar: You are gonna like it. atau jika disingkat: You’re gonna like it.

Sama kalau dijadikan bentuk pertanyaan.

Contoh: Apakah kamu akan menyelesaikannya? –> Will you finish that?

Kalau pakai kata gonna jadinya bukan Gonna you finish that (salah total, tetot) tapi jadinya: Are you gonna finish that?

8. Wait me!   or Wait for me!

Mungkin ini dari terjemahan plek-plek dari Tunggu akyuuu~ (kayak di kartun Jepang gitu, yang biasa diteriakkan oleh suara anak gadis dengan nada tinggi dan imut). Tapi kalau versi bahasa Inggris mesti disisipi kata untuk menjadi Wait for me!

9. Have a blessed Sunday or Have a bless Sunday?

Bless atau berkat adalah kata kerja. Kalau ditambah -ed di belakangnya menjadi kata sifat. Jadi kalau ingin menggunakan kata ini sebagai kata sifat untuk menjelaskan kata benda, misalnya Sunday, weekend, marriage, birthday, dan lainnya, kata berkat yang tepat untuk digunakan adalah blessed, bukan bless.

10. Lord hear my prayer or  Lord hear my pray ?

Doa sebagai kata benda diterjemahkan menjadi prayer, sedangkan doa sebagai kata kerja diterjemahkan menjadi pray. Ada -er itu kata benda, gak ada -er itu kata kerja.

Marilah kita berdoa. –> Let us pray.

Tuhan dengarkanlah doaku. –> Lord hear my prayer.

Sejauh ini baru itu sih salah kaprah bahasa Inggris yang umum yang gue inget..kalau ada lagi gue tambahin.🙂

94 thoughts on “Common English Mistakes Indonesians Make

  1. Gimana dengan orang yang menggunakan “Thanks a bunch” atw “Bunch of thanks to you” (agak janggal ini), bukannya itu sarkastik yah? Atau gimana menurutmu?
    Makasih🙂

  2. Terima kasih penulis, ini sangat membantu.
    Ada alesan yang sangat mendasar untuk belajar lagi dan lagi. Semoga ilmu penulis bertambah. Sekali lagi terima kasih.

  3. Pingback: Nbc Grosir - indogrosir.org | indogrosir.org

  4. Waduh bener banget nih.
    Saya pernah gregetan pas ngebaca iklan lowongan kerja “walking interview” yang seharusnya “walk in interview” 😆

    Terus ada juga yang ingin mengungkapkan rasa syukur dengan “I’m so greatful” yang seharusnya “I’m so grateful”

  5. Saya tambahin ya, biasanya penggunaan di email orang Indonesia:

    Thanks before, atau Thanks b4, maksudnya, terima kasih sebelumnya

    Yg seharusnya, Thank you in advance

  6. Good post. Tapi untuk gonna, lebih sering digunakan oleh native speaker tanpa to-be (is/are/was/were) karena gonna contraction is used dlm konteks informal. “You gonna like it” is okay untuk percakapan sehari-hari.🙂

    • ya setuju ama komen ini… “u gonna like it” itu acceptable kok u/ dipake.. its quite an informal phrase

      satu kesalahan penggunaan kata yang saking seringnya didenger jadi udah ga kedengeran janggal lagi adalah “gak matching”…
      contohnya”sepatu biru ini gak matching ama celana merah”… kalo mau bener2 picky sih mestinya yg bener adalah “sepatu biru ini gak match ama celana merah”.. tapi malah jadi janggal🙂

    • oh iya? selama saya tinggal di luar negeri perasaan orang-orang ngomongnya you’re gonna like it, makanya kadang kalo slang suka ditulis ‘ur gonna like it’ tapi beda kalo konteksnya pertanyaan…you gonna finish that (ungkapan orang kalo mau minta makanan temennya hahaha) bisa langsung you gonna finish that ga pake to be hehehe…………..tapi yah saya rasa untuk non-native selama masih dimengerti sih rapopo

      • soalnya menurutku kata2 macam gonna, wanna, gotta itu kan informal contraction jadi
        ga follow formal grammatical rules.. lebih ke how the phrases are commonly used aka how slang phrases are formed.. misal “you have got to try this” bisa juga diutarakan dgn “u gotta try this”.. imho ya🙂

      • Iya bener you’re gonna like it. Karena grammarnya you are going to like it. Di slank2in juga jg mereka gak hilangin grammarnya. You gonna like it malah janggal walau dlm percakapan sehari2. Ya gak fasih gapapa tapi kalau salah grammarnya ya malu jg kalau kedengeran native.

      • Saya pikir “gonna” tanpa is/am/are sudah umum dalam konteks informal, misalnya untuk chat. Kalau konteksnya diskusi serius, ya sebaiknya jangan, nanti malah jadi kebiasaan.

      • gonna itu slang bro jadi ga ikutin pakem2 yg rigid.. and there are some scenarios where it’s still appropriate to use “gonna” by itself…

        “u gonna want some help” atau “u’re gonna want some help”.. errr janggal ya yg kedua

        @maxalanakiel perluaskan wawasan mungkin? as the example i’ve given, u gonna want some help! *wink wink*

  7. Wahh terima kasiiihhh,, seneng bgt sama artikel ini. ternyata saya selama ini sering salah grammar lo, pede lagi ngomongnya..Lol.. padahal tinggal di negri yg ngomong english, tapi ngga ada yg inisiatif ngoreksi..kalo ada lagi yg seperti ini boleh doong..thank you udah sharing ya.

  8. watever (ahh this guy forgot an “H”) … GFY and dont follow mix!! (ahh that dude forgot an (‘) mark between “n” and “t” ) ..blah blah blah

  9. You forgot ‘thanks before’ which actually does not exist but most Indonesians use it.

    It’s ‘thanks in advance’, Peeps.

    • Setujuuu! Pet peeve..temen ada yg suka nulis “habis gateway nih” ..lgsg kepikirannya,”oo, habis lewatin gerbang mana?” Wkwkwkk

  10. the entire content aspect of the article is a botched disappointment. The author seems to be relying all too heavily on the idea that all of Indonesian has this common mistake. Its your mistake, then you shouldn’t capture it as the whole 200m Indonesian mistake.

    the native one are normally understand your bad english and the terms that you are non english native speaker, therefore its not a big deal.

    • She did say they’re common mistakes, common means they occur frequently, it doesn’t mean everyone makes them..
      It obviously isn’t her mistake.
      And your sentence should be “If it’s your own mistake, you shouldn’t make it out to be the mistake of all 200 million Indonesians. Native speakers usually understand your bad English, and you’re not actually a native speaker of English therefore it’s no big deal.” 😉
      You’re welcome, and have a great day 😊

    • Your English is full of mistakes too, every second sentence you wrote has grammatical mistakes in it.
      Just saying, don’t want to offend you, but then you shouldn’t try to blame the author on simplifying it as to be a problem of the a whole public.

  11. Wahhh ada juga nih sesama grammar freak. Salam kenal…

    Ada lagi nih yang bikin geregetan: SNEAK PEAK. Yg betul kan SNEAK PEEK.

    Trus kalau ada teman ultah banyak yg ngucapin “Have a blast birthday”. Blast itu bukan adjective, melainkan noun jadi seharusnya tidak bisa digunakan untuk menjelaskan sebuah kata benda (birthday). “Have a blast on your birthday”, itu baru benar…

    Kalau boring vs bored sepertinya hampir semua adjective org indo suka bingung yah. Confused vs confusing. Annoyed vs annoying. “I’m annoying” (yes, you are – ini jawaban saya dalam hati. Hihihi…)

  12. Terima kasih, mbak sudah nulis blog ini. Oh, ya, tulisan ini saya bagian di status Facebook saya, ya🙂. Satu lagi yang sering saya dengar adalah kata “entertain” yang dipake dengan salah kaprah. Ini sering ditemukan pas acara gosip di TV. Misalnya, nih, ada artis ngomong “Saya, kan, sudah lama berkecimpung di dunia ertertain”. Bukannya harusnya itu “entertainment”, ya? “Entertain” kan menghibur, sedangkan “entertainment”=hiburan.

  13. It’s mean… Or it means…. Masukin jg yaa…

    Terus jg event dan even… Beda total artinya

    Dunia entertain sama entertainment…

  14. hahaha tiap hari komunikasi sama orang luar, tp baru tw thanks in advance…
    Lucu lagi pas belanja online, olshop jualan tulisannya “glow in the duck” wkwkwk

  15. Ada yang bikin irking lagi nii: “happy wedding” sama “I’m breakfasting”😐 … Seharusnya “have a happy wedding” dan “I’m breaking fast”. Hehehe.

  16. I have to disagree with Dipintoniblu, because the article indeed highlights common mistakes in english by common Indonesians. It is a generalisation yet not by any means intended to belittle or to demean.
    In my opinion, if one wants to speak other language, especially in public places (schools, radio stations, etc) then he/she better makes sure that whatever said is grammatically correct.
    Using foreign language incorrectly simply shows disrespect and unwillingness to learn, and having spent years overseas i ensure you that natives do not appreciate the lack of effort.

  17. Hahaha, menarik banyak perdebatan diatas. Bagaimana kalau para “bule” aja ngomong bahasa Indonesia (kalau mau kerja/liburan di sini) Toh kita aja suka salah sama bahasa Ibu sendiri! Ditambah harus belajar inggris, bahasa arab, sama bahasa daerah.
    Ya wajar sih suka salah, gaada belajar kalau gak salah..
    Veri nais gut inpo buat penulis.

  18. Kata2 yg paling sering meragukan adalah “I won’t do that” yang sering terdengar seperti I want to do that , padahal itu sebenarnya kalimat negative atau sama dengan I will not do that, hehehee

  19. Tulisan yang bagus! Tapi saya kira beberapa kesalahan adalah wajar untuk ukuran non-native. Lah orang Indonesia aja belum tentu sempurna berbahasa Indonesia. Banyak loh orang kita yang gak bisa membedakan “di” sebagai kata depan dan “di” sebagai awalan. Saya bahkan sering lihat kesalahan ini di headline sebuah media online.

    “Dikontrakkan” bukan “di kontrakkan”.

    Di gerbang tol juga ada petunjuk yang salah. Tertulis “bayar tol disini” harusnya “di sini”.

    Berapa banyak orang Indonesia yang bisa bedain antara “orangtua” dan “orang tua?”

    “Daftar absensi”, harusnya “daftar hadir?” Ini bahkan sering banget.

    Apalagi bahasa Inggris!

    • Halo Galang. untuk pertanyaan sih masih okelah, sama kayak balesan gue di atas, ‘you gonna finish that?’, atau ‘you gonna come?’ sebagai bahasa SMS/lisan, tapi rasanya untuk kalimat S P O, let’s say: I’m gonna tell you a secret yang lazim (atau bahasa SMS mungkin im gonna tell u a secret, apalagi bahasa lisan), bukan I gonna tell you a secret kan. Hehe. Thanks🙂

  20. selama tinggal di SF sih gonna tanpa to be wajar saja, mungkin di region lain tidak seperti author yg tidak menerima gonna tanpa to be

    • gue selama di east coast sih dan orang2 rata emang pake to-be both written and spoken language.. tapi entahlah, ya beda2 kli yak.

    • but well to be fair kan emang salah ya scr aturan, dan gak ada salahnya juga kan untuk tau yang bener secara aturan seperti apa…..

  21. Orang Indonesia juga banyak yang sering keliru pengucapan “So Sweet” yang harusnya “How Sweet”. Sepengetahuanku, dan tanya sm temen2 dr luar negeri, ga ada kata2 “so sweet” yang ada dan bener “how sweet”. Pertama kali denger kata2 so sweet di iklan permen jaman dulu. Dulu sih gapunya pikiran sm kata2 itu, tp setelah bljr bhs inggris lama, kok ngerasa aneh sm kata itu apalagi tanpa ditambah dgn kata2 yg lain. Akhirnya tanya sm guru, sm temen2 dr luar negeri, eh trnyata emg bener, ga ada kata2 “so sweet” yang ada dan bener “how sweet”.
    CMIIW~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s