Definisi baru pria hot: sebuah kajian singkat

Kalau kalian adalah pembaca setia (azeek abis) mungkin udah tau post ini yang gue bikin pas gue masih SMA: kriteria-kriteria yang bikin cowok dilirik cewek plus apa yang bikin cowok terlihat HOT.Gue liat-liat lagi isi postnya dan sadar…itu adalah kriteria untuk cowok dijadikan pacar main-main, alias yang short term aja.Ya wajarlah ya, bikinnya pas SMA, pas umur masih 17 tahun. 3,5 tahun lalu😦

Makin ke sini, seiring gue masuk ke usia twenty something definisi pria hot sudah semakin bergeser. Ini gue refer ke tweet salah satu teman gue di ITB, Riri anak Elektro:

Makin kesini definisi pria hot bergeser. Pria hot adl yang punya visi, tau tujuan hidupnya dan mau dibawa kemana, dan tau gimana meraihnya. – @ririanism

Yeah. Major retweet. Personally, menurut gue, smart should be added to the equation. Hot di sini bukan Taylor Lautner-telanjang dada-perut roti sobek hot loh. Hot di sini lebih ke appeal seorang pria menjadi long-term-soulmate-material. Pentingnya pria ber-visi, sudah sering banget masuk ke obrolan gue and my day to day engineer lady friends. Kenapa makna pria hot bergeser?

1. Cowok itu calon pemimpin rumah tangga kan? To lead a family, otomatis dia harus bisa juga memimpin dirinya sendiri. Tau dan menjalani tujuan hidupnya dan strategi mencapai tujuan itu. Di ITB, cowok-cowok gaya, ganteng, kaya, charming, jago musik, jago olahraga, dan book-smart memang banyak. Tapi itu semua rasanya sia-sia kalau dia gak punya driving force yang jelas utuk hidupnya…A guy that is passionate about his dreams and life visions is hot.

2. Udah gak masanya cari cowok buat sekedar temen SMS-an atau temen jalan. Di saat undangan sweet 17 udah beralih jadi undangan nikahan, it’s a wake up call. Shit is getting serious! Yah mungkin ini juga karena pengalaman gue dan teman-teman gue yang punya masa lalu terlibat dalam hubungan-hubungan yang emang short-term dan gak ber-masa depan. Intinya sekarang udah nyarinya ke arah yang serius lah. Screening administratif (ini istilah gue buat seleksi awal untuk urusan agama, suku, pendidikan) itu sekarang udah gak bisa diabaikan. Sekarang kalau lagi ngomongin cowok bersama ciwi-ciwi sering melempar istilah, “Tuh ganteng tuh, halal lagi buat lo.”

3. Cewek seperti gue dan teman-teman cewek lain di ITB punya cita-cita yang beragam. Banyak temen dekat gue itu tipe cewek high achiever. Aktif di mana-mana, prestasi banyak, dan nggak puas kalau hidupnya kuliah kosan kuliah kosan doang. Jadi high achiever akhirnya berujung pada keinginan achieving big di dunia karir juga. Atau ada juga yang pengen sekolah tinggi di luar negeri. Pentingnya punya pendamping yang se-visi adalah…ya biar gak ada yang menghalangi cita-cita itu. Beberapa waktu lalu gue makan bareng salah satu temen gue di jurusan dan dia bilang, dari awal pas deketin cewek dia udah tanya-tanya ‘visi hidup’ si cewek itu. Karena emang orang gamblang, ya dia langsung tanya ke cewek itu, dia mau gak di rumah gak bekarir agar fokus ngurusin anak. Well, kalo menurut gue sih gak harus sekaku itu sih, pada ujungnya things in a relationship can be compromised. Tapi kalau di awal sudah saklek kayak begitu ya…..dipikir-pikir lah ya.

Additional Factors (based on selera gue sih)

1. Smart!! Smart!! Smart!! Intellectual.

They say girls want a guy that’s like her dad. Mungkin karena gue tumbuh didampingi ayah yang pintar dan bijak, itu jadi role model buat pendamping gue kelak. (But that doesn’t mean just because my dad’s a P.hd, he has to be the same loh ya). Book smart is not enough. Wawasan luas, kritis, dan pemikirannya bagus. Kenapa sih ini penting buat gue (dan kebanyakan cewek lain)? Well to have long, deep conversations and deep discussions with. Luasnya wawasan pria membuatnya asik dan menarik untuk diajak berdiskusi. Kalau gak pinter, nanti diajak ngobrol soal masalah energi/politik/pendidikan/berita sehari-hari cuma manggut-manggut ya nggak asik kaan… I totally don’t picture myself nantinya sekedar sebagai cewek yang bikinin dia kopi, masakin, dan jagain anak doang. I want to be a partner to discuss stuff and have deep, fruitful, and intellectual conversations with. Gue sama bokap bisa ngobrol tentang apa aja mulai dari teknologi, pemerintah, budaya, sejarah, politik, agama, bisnis…woah seru. Smart juga erat kaitannya dengan bijaksana. Come on dude, you’re gonna be the man, you gotta have a little wisdom.

2. Family man

Kayaknya faktor yang ini dibentuk dari kultur dari dalam rumah sih. Gue dari suku batak, ya sangat value keluarga-nya kuat. No matter how high you achieve and how succesful you become, your roots are your family and you must never forget them nor leave any family member behind. Ini rada bervariasi sih untuk setiap budaya/suku/kebiasaan dalam keluarga saat dibesarkan.

3. Gentleman

Seorang gentleman tidak hanya santun, tapi peka terhadap orang-orang sekitarnya dan sigap! Yap, sigap sebagai laki-laki. He embraces his role as a man but is still considerate of other’s needs and feelings.

4. Fisik dan Style

Kalau untuk fisik dan gaya sih…personally kalau gue sih asal jangan malu-maluin aja diajak jalan…gue suka bergaya kasual, nyaman, but still current ya maunya sih ya sepadanlah…jangan pake baju/kaos yang terlalu gombrong kayak om-om tahun 90-an gitu, tapi gue gak menuntut harus necis-necis kemeja slim fit atau celana denim harga jutaan…ya yang enak dilihat lah. Just a simple kemeja, dalemnya kaos, jeans, dan Converse butut atau sepatu rapi juga sabi😉 Fisik..ya like any girl, gue suka cowok yang (maaf istilah gue menggelikan) tinggi-tegap-minta dipanjat. Tinggi dan berdada bidang, ya proporsional lah. Gak harus kayak Chris Evans. Well it’s nice to see a guy stay in shape..but not be too obsessed with it. Tapi ini semua yaaa bisa dikompromi sih. Seandainya ini persamaan matematika, fisik dan style faktor pengalinya gak seberapa besar dibandingkan yang lain. Lagipula, I’ve witnessed a lot of guys yang tadinya gayanya rada cupu jadi mendingan setelah jadian. Hahahaha.

5. Spiritualitas

Oke personally, gue juga bukan orang yang religius-religius amat. Seumur hidup belum pernah aktif di gereja dan tingkat religius gue kira-kira sebatas doa pribadi dan ke gereja setiap minggu saja. Gue gak menuntut pria itu harus religius yang saat teduh setiap pagi tanpa absen dan harus aktif di gereja. Menurut gue, spiritualitas itu personal banget sih..susah juga kita tuntut ini itu. Yang fundamental bagi gue adalah takut akan Tuhan dan tetap setia aja pada  mempraktekkan ajarannya. Well, from the bottom of my heart, it would be nice to have someone to go to church with😉 Kalau temen ciciwi yang Muslim sih pengennya mencari imam. Ihiiy. :3 As they say, the guy you end up with (ideally) should bring you closer to God.

Jadi at the end of the day, good looking, charming, jago musik, jago olahraga itu adalah hal-hal yang membuat pria jadi enak diajak ngobrol dan diajak jalan. Fundamental yang menyokong itu semua adalah visi hidupnya yang jelas dan betul-betul diperjuangkan (ya di samping agama dan kecocokan personality ya). Anything else in the equation, like for me it’s smart, and for some people maybe sex appeal or financial stability is subjective. Kuncinya adalah optimasi. Yaaah optimasi. Pengaturan variabel-variabel di atas agar outcome optimal. Optimasi untuk pasangan A ya berbeda dengan pasangan B. Yes, a guy’s appeal and how a relationship works out is a function of many variables. So there’s no one-size-fits-all template. Jadiii..posting ini sangat open for discussion. Menurutmu bagaimana?

yes Ethan.

12 thoughts on “Definisi baru pria hot: sebuah kajian singkat

  1. Setuju mon! Buat gue sih cowok hot adalah cowok yang bekerja keras to get where he wants to be. Yang penting halal😀, long term goalsnya jelas (mau kerja/ngelanjutin sekolah ke mana, plan buat mencapai masa depan kayak gitu gimana), sayang keluarga, intelek, yah pokoknya yang punya husband qualities gitu. When I was in high school I never thought of all these things… yang penting gue cinta lo, lo juga cinta gue, yaudah yok jalan. Hahahah, things get more complicated ya once we’ve grown up.🙂

    • yes mawsh! don’t you wish things could remain as simple as the good old high school days?
      hahaha obrolan sembari makan atau jalan ke gerbang ganesha banget deh ini mawsh😛

    • Selamat malam mas aldo,
      emang niatannya kriteria hot utama yang general dan fundamental…but if you insist, I’ll add a few personal criterias of my own😉 makasih masukannya!

  2. “undangan sweet 17 berubah jadi undangan nikahan” omg total retweet ;___;

    as a final year student, nikah dan antek-anteknya itu layaknya trending topic yang nggamau digeser. ngesnges. i still feel young gitu (in fact i am) i can’t imagine me waking up at 5 in the morning, masak-masak buat sarapan terus pergi kerja….atau bahkan ke suatu TK terus ngejemput anak….. hih. #curcol

    oh, well. ngebaca post lo gue jadi sadar betapa standar kekecean cowok waktu SMA (kece, gaul, pake kacamata, ceking dan tinggi) sudah berevolusi menjadi kekecean pra-nikah (OMG PRANIKAH) (ralat: *kekecean lebih dewasa*) gitu. setuju sama marsha, things i seek in boys skrg jadi berubah dan ngga gue sadar di kekecean SMA itu hahaha.

    can i add kesederhanaan on the list?

    • hahaha iya banget cah! that’s a whole new level of serious once you mentioned ‘pra-nikah’….anyway kesederhanaan is great! I mean simplicity doesn’t equal sloppy right?😉 cowok sederhana (dalam penampilan) itu bersahaja…you don’t have to wear your money to look great, spending money on functional things like gadgets/cars/vacation is okay though😉

      • I know right!
        oh by the way the biggest change in my high school-mature love is the kegaulan thingy. social climber is a big no-no now.

  3. Pingback: Husband Qualities 2012 | her soliloquy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s