Smart but subtle = sexy?

Kondisi: jam 3 pagi, 30-an mahasiswa anak TK09 duduk melingkar di sebuah villa, lagi sharing session karena ini udah bulan-bulan terakhir bersama. Sharing session ini sedang bertopik asmara.

Jimmy: Coba, cowok-cowok di sini, menurut lo apa sih yang bikin Monik seksi selain fisik? (ada yang nyeletuk cleavage huft untung yang ngomong temen ciciwi sendiri)

Ardi: Mmm, kalo menurut gue cara ngomongnya.

Jimmy: Iya, Monik itu pendengar yang baik. Dari satu angkatan, dia punya skill interpersonal yang paling bagus, kalo lo ngomong dia ngedengerin. Kalo Adi ngejayus main plesetan, semua orang diem, dia masih ketawa dan nanya ‘apa?’. Dia bisa menyelimuti kritik supaya enak didengar. Dia pinter tapi nggak dominan. Itu seksi banget.

Tadi malam adalah makrab angkatan TK09, sewa villa di Punclut dan puncak acara adalah sharing session seangkatan. Semuanya duduk melingkat di ruang tengah yang dilapisi karpet dan masing-masing mendapat giliran untuk sharing aspirasi hidupnya, nikah umur berapa, and basically ujung-ujungnya curhat. Temen gue ada yang curhat bakal jadi breadwinner keluarga sehingga menomorduakan impian pribadinya, ada temen gue yang udah punya calon istri dengan segala macam tuntutan dan tanggung jawabnya, ada yang curhat impiannya menentang keinginan orangtuanya, ada yang cerita begitu lulus mau nikah dan jadi ibu rumah tangga karena pandangan hidupnya adalah kesuksesan terletak pada keluarga dan anak-anak, dan entah kenapa sharing-sharing ini ended up dengan si Jimmy cerita tentang perspektif dia pada hubungan cewek cowok. Jimmy has the charm and wisdom equal to Mario Teguh, at least untuk level mahasiswa. He’s book smart and people smart. Jadi kalau dia ngomong, semua kontan merhatiin.

Awalnya dia menganalisis kenapa ada stigma cowok itu cenderung memilih cewek dengan intelegensi lebih rendah. Terus dia menganalisis ketua angkatan kami, Faris, yang sering banget kami ceng-cengin karena dia HJDL (himpunan jomblo dari lahir). Terus entah kenapa jadi gue yang dianalisis. -__- Tadi malam, saat sharing session di makrab angkatan gue dianalisis secara publicly. Gue jadi objek sampling dari inti omongannya. Padahal itu jam 3 pagi dan gue abis ketiduran di atas karpet, entah muka udah nggak kontrol bangetlah, alhamdulilleh kagak ileran. Naturally, gue agak flattered sih agak disanjung gitu, tapi gue masih nggak ngerti kenapa dengan cewek pinter tapi subtle malah dianggep seksi ya? Gue kira selama ini cewek powerful dan dominan itu sexy..karena menantang dan pria suka tantangan.

I didn’t get the chance to ask Jimmy in person argumen dia kenapa pinter tapi nggak dominan itu seksi and I plan to ask him and argue, sampe gue ngerti. Basically Jimmy’s 30 minute female intelligence in a relationship talk tried to emphasize that being smart makes you sexy. I guess he responded to our recent insecurity of how guys (mostly non-ITB guys) have this weird, kinda intimidated reaction, once they find out we’re engineering students. Perhaps this was a reassurance that smart girls are appealing. Well thanks Jim, but seriously analyzing me in public……wow. Hahaha.

2 thoughts on “Smart but subtle = sexy?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s