I’m gonna die, but it’s okay

Akhir-akhir ini gue sering banget merenungkan kematian. Kenapa? Karena dalam 2 bulan terakhir, Tuhan telah memanggil 2 tante gue, 1 namboru (adek cewek bokap) yang sangat dekat secara personal dengan gue, dan 1 mama tua (istri abangnya bokap) yang tinggal sekomplek dan menemani keluarga gue di saat-saat gelap pada tahun 2012 yaitu pas adek gue sekarat di Dharmais. Rasanya nggak tergambarkan….2 tante yang dekat dengan keluarga gue, dipanggil begitu saja. Namboru, atau yang akrab kami panggil Ambo Ina, dipanggil setelah sakit yang lama, sementara Mama Tua meninggal secara relatif mendadak. Akhir-akhir ini juga ada anak ITB yang meninggal. Setahun lalu, sahabat gue, Fanka juga meninggal secara mendadak dalam kecelakaan arung jeram.

Semakin ke sini, kematian menjadi begitu dekat dengan kehidupan. Dulu kalau ada yang meninggal, masih saudara jauh, atau orang lain. Sekarang, rasanya kematian itu begitu dekat dan terjadi pada orang-orang yang sangat dekat. Di situlah gue tersadar: kematian bener-bener datang seperti pencuri. Yang bikin kita semua sama, entah itu Obama, Oprah, sampai pemulung di pinggir jalan, yaitu kita semua menuju ke satu titik: ajal. Dan itu inevitable, tak terhindarkan. It’s only a matter of when, where, and how. It’s nature’s way of keeping balance. Making space for new people by clearing out the old.

Gue nggak tau kapan gue meninggal, itu bisa terjadi secara mendadak, atau bisa terjadi secara perlahan. Sebenarnya gue mau gue meninggal dikelilingi orang yang gue kasihi..karena dari pengalaman ditinggal orang-orang kesayangan, yang bikin meninggal mendadak itu memilukan itu nggak cuma sekedar cepetnya tapi absennya salam perpisahan. Seperti Mama Tua gue yang meninggal, di UGD saat Bapak Tua lagi ngurusin administrasi dan anak-anaknya di kantor dan di kampus…well, salam perpisahan di saat-saat terakhir jadinya nggak ada. Salam-salam terakhir dan pesan-pesan terakhir harus ditelusuri ke hari-hari atau minggu-minggu sebelum hari ia meninggal. Memang sih sudah ada tanda-tanda yang unconsciously means goodbye tapi…well, it would be better to be surrounded by loved ones and be able to officially say your last words. Tapi apalah aku ini, gue gak bisa mengatur itu..maka gue terpikirkan, gue mau merekam pesan-pesan gue untuk mengantisipasi itu. Mungkin kalau nyokap gue liat, sikap dia lebih ke arah denial atau ah ngapain lah kau nulis begitu. Waktu gue ngurus asuransi perjalanan dan nunjuk ahli waris aja, nyokap gue terlihat uneasy dengan itu. But hey, inilah ungkapan gue  yang menerima wholeheartedly vulnerability gue sebagai manusia..bahwa gue bisa mati kapanpun Tuhan mau, maka gue mau memastikan, there won’t be anything unsaid. Mungkin berhubung gue baru 21 tahun ya pesan gue belum banyak tapi ya, at least ada lah ya.

When I die, please pray for me rosario/novena…setiap hari, dan tolong nyalakan lilin di goa Maria di gereja setiap misa.

To everyone, especially to my family: Please jaga kesehatan.

Please give my books to Michael and Maggie. Tell them to read them all (ya mungkin selain buku pelajaran/kuliah) before they reach the age of 21. I want them to love reading as much as I do. Reading has been a great joy in my life and has taught me things such as empathy, listening, and understanding other people. Please spend your free time to read…instead of playing computer games/watching cartoons.

Mother, you can do anything with my clothes, bags, makeup, and accessories. Kalau bisa, baju dibagi-bagi aja buat saudara-saudara. Sisanya terserah Mama.

Tell my parents that they are my everything. That I will forever be grateful for their love. Continue to be loving and generous. Forgive me for all the faults throughout my life. Please know that making you happy and proud means everything to me.

Tell Maggie & Michael that they are special kids. I know they can achieve anything they put their heart and mind to. Here are my 3 favorite words from the bible: You reap what you sow. You can do all things through Christ that strengthens. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku. Hold on to the bible. Pray when life gets rough and open the bible. Kakak udah ngalamin langsung gimana Tuhan bisa berbicara dan memberi arahan melalui Alkitab…that’s the best buku manual kehidupan than any self help book.

Michael, listen to Mama. She knows you better than anyone else in the world. Maggie, learn to listen more than you talk. Watch your words and keep them nice and soft. Be good to your big brother. Take care of our family. Chase your dreams, but remember your roots and the people that made them happen.

Tell my family, keluarga besar Simarmata, untuk rajin kumpul, saling memaafkan, terbuka, hilangkan prasangka buruk, dan memulai lembaran baru. Seperti di lagu: Kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan, kasih pasti murah hati, kasih-Mu kudus tiada batasnya. Di dalam hidupku, Ambo Ina dan Mama Tua merupakan teladanku dalam mengasihi. Karena aspek-aspek kasih dalam lagu itu mereka praktikkan dengan tulus. Continue that legacy, continue their loving spirit. 

I don’t plan to die anytime soon and I’m perfectly healthy please be sure of that. Tapi, ya nggak ada salahnya pesan-pesan ini direkam. I will continue to update it as time goes on, as God grants me another year to live…but for now, I guess this is it.🙂 Time to continue life, and live life to the fullest….every breath and every day is a blessing, so I won’t take it for granted. Karena kehilangan yang silih berganti mengajarkan bahwa hidup terlalu singkat untuk menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik. ♥

One thought on “I’m gonna die, but it’s okay

  1. Hi, Neat post. There is an issue along with your web site in web explorer, would test this?
    IE still is the market leader and a large component to folks will miss your great writing due to this problem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s