Ocigum: permen karet penghilang bau badan

kyaaa! puji Tuhan juara 1 :3

kyaaa! puji Tuhan juara 1 fufufufu :3

bersama tim ITB Ocigum dan panitia :3

bersama tim ITB Ocigum dan panitia :3

Ocigum, permen penghilang bau badan, adalah inovasi dari tim gue di ajang The 5th International Chemical Product Design Competition yang diadakan oleh Teknik Kimia Universitas Indonesia. Waktu lomba dibuka, gue diajakin temen gue, William alias Jackpot buat ikutan. Tim kita didorong alasan yang aneh, karena kita bertiga jadi kadiv (kepala divisi) di Regional Future Energy Challenge 2013 kita nggak bisa ikutan lomba di kandang sendiri…jadinya cari lomba tekim di kandang orang. Gue juga waktu itu semangat banget karena ketika lihat CV (Curriculum Vitae) gue baru sadar, gue nggak ada achievement berarti di bidang gue sendiri…..di bidang teknik kimia. Yaudah deh, kita join bikin tim dan langsung bikin BBM Group dengan caption: calon juara 1 cpdc ui. Hahaha, waktu itu gue pikir buset deh haha tapi diaminin ajalah.

Our team strategy: collaboration

Awalnya tim gue terdiri dari 4 kadiv RFEC: kadiv Acara (gue), kadiv Publikasi dan Dokumentasi (Jackpot), kadiv Kompetisi (Hugi), dan kadiv Logistik (Bonjay). Tapi akhirnya jadi 3 karena Bonjay mau bikin tim sendiri. Yowes, sok mangga. Lalu gue kepikiran buat ngajak anak TI. Pengalaman ikut lomba L’oreal dan Danone mengajarkan bahwa kolaborasi jurusan itu penting banget. Dan di lomba ini diperbolehkan, plus ditambah lagi, konten laporannya banyak yang berbau TI seperti analisis profitabilitas, marketing strategy, dan supply chain. Emang sih, sebagai anak tekim kita juga diajarin evaluasi ekonomi, tapi gue pikir udahlah ajakin aja, karena mereka ahlinya itu jadinya kita yang tekim bisa elaborasi lebih dalem ke segi teknologinya, mereka bisa elaborasi lebih dalam ke segi bisnisnya. Jadinya komposisi tim gue ada 2 anak Teknik Industri (TI) dan 3 anak Teknik Kimia (TK). Ketika gue cerita begitu ke bokap gue, dia memuji karena strategi kita bagus. Karena ketika gue lihat tim lain, minimal tim ITB deh, rata-rata timnya homogen anak teknik kimia doang. Well itu bisa jadi nilai plus karena untuk kerja bareng atur jadwalnya nggak ribet, tapi di sisi lain sebagai anak TK untuk bikin laporan yang udah TI banget seperti supply chain, harus ngeluarin effort lebih untuk belajar lagi. Belajar lagi is a good thing, tapi ketika dalam lomba di mana waktu dan energi is crucial, itu harus dipertimbangkan lagi. Kalau sanggup dan bisa excellent, well why not? Kondisi tim gue waktu itu, kita ber-3 jadi kadiv di event besar, gue juga jadi HNMUN delegate yang 3 minggu bakal absen ke US, jadinya pilihan kolaborasi jadi pilihan terbaik. Jadinya di laporan kami dari segi teknologi: pengkajian komposisi dan pemrosesan jadi lebih mendalam, begitu juga untuk marketing, dan itung-itungan duitnya.

Permen karet penghilang bau badan?

Sebenernya kalo dipikir-pikir geli juga sih ya. Hahaha, bau badan banget loh. Sejujurnya waktu tahap final di Hotel Kartika Chandra gue sempet jiper liat tim-tim lain. Kenapa? Karena mereka mengangkat isu yang urgent…dan lebih urgent dari bau ketek manusia. Ada yang bikin adsorben yang bisa ditempel di knalpot buat mengurangi emisi yang dilepas ke udara, ada yang bikin salep luka bakar, ada yang bikin sereal dari sorgum, dan lain-lain. Banyak ide brilliant yang main di sini. Tapi kalo dilihat dari bobot penilaian, gak cuma dititikberatkan ke ide brilian tapi juga segi profitabilitynya. Itu juga yang dibilang juri pas komentar presentasi final kami, katanya produk kita pengonsepannya udah matang. Hitung-hitungannya udah lengkap juga.

Jadi, Ocigum adalah permen karet penghilang bau badan dengan bahan aktif daun kemangi. Idenya waktu itu celetukan gue pas lagi brainstorming. Pas deadline udah mendekat dan kita masih mati gaya mau bikin apa yaudah brainstorming lah kami ber-3 (yang tekim doang) sore-sore. Tiba-tiba gue teringat kecenderungan anak ITB yang suka bau ketek. (Ini isu serius.) Gue nyeletuk ‘Bikin penghilang bau ketek yuk. Apa ya? Permen karet yuk.’ Gue pikir ide gue bakal ditepis sama anak-anak karena lawak banget. Eh mereka suka ide gue, terus kita googling dan ternyata hal itu emang mungkin banget. Gue juga teringat kalau daun kemangi itu emang udah dikenal sebagai penghilang bau badan. Dan gue juga suka banget makan kemangi. Hahaha. Nah, sebenarnya edible deodorant (penghilang bau badan yang dimakan) udah ada loh…eitts plagiat dong? Jangan salah sangka dulu. Yang udah ada itu di Amerika Serikat, dengan berbahan aktif dari bunga mawar tapi harganya muaahal banget, 100 dolar. Hal itu juga kita sampaikan di presentasi final, kalau edible deodorant udah ada. Tapi kita melakukan inovasi yaitu pemanfaatan bahan aktif yang lebih murah dan melimpah (daun kemangi) dan inovasi proses sehingga harga produk kami, si Ocigum, bisa turun jadi 2 dolar doang atau 20 ribu perak aja. Juri mengomentari hal tersebut: ‘Berarti kalian berhasil menurunkan harga dari 100 dolar jadi 2 dolar. Di situ letak inovasinya.’ Bayangin deh, value kemangi bisa naik dari yang tadinya cuma jadi lalapan di warung-warung nasi uduk, sekarang bisa jadi bahan aktif permen karet! Basically, Ocigum ini berbahan dasar minyak atsiri yang diekstrak dari daun kemangi. Dari jurnal, didapatkan bahwa minyak atsiri tersebut dapat menghilangkan bau badan secara 6 jam.

Dari situlah kerja dimulai, begitu udah ada ide. Kita googling, cari jurnal ilmiah buat memvalidasi ide kami. Dan ternyata beneran. Gue ketemu jurnal ilmiah yang menemukan aktivitas antimikrobial bau ketek dari minyak atsiri dari daun kemangi. Jadi tahap lombanya itu: submit abstrak, abstrak lolos bikin laporan lengkap, laporan lengkap lolos masuk final. Jadi dalam minggu-minggu penyusunan itu kita bagi tugas dan kumpul buat compiling dan editting. Ketika laporan lengkap lolos, kita dihadapkan pada tantangan baru…bikin prototype!! Kita jadi rajin ke pasar deh buat beli kemangi 2 kantong gede terus di lab motong-motongin. Temen-temen di luar tim CPDC juga kalo mampir ke lab, bantu-bantu nyabutin daun dari tangkainya. Terus kita ekstrak dan kita olah bersama gum base jadi permen karet. Syarat tahap final CPDC itu nggak cuma presentasi, tapi harus ada prototype produknya lengkap dengan packaging yang komplit. Untungnya di tim gue, ada anak TI, si Bento yang jago desain. Jadi dia in charge of desain-desain grafis. Si Bento juga yang bikin logo. Yang TK jadi in charge of bikin prototype, plus gue karena dianggap jago presentasi, gue in charge of presentasi dan bikin video (thanks to iMovie yang super gampang ngoperasiinnya).

Tahap final CPDC diadakan di Hotel Kartika Chandra, selang beberapa hari saat tante gue meninggal. Sulit juga untuk shine bright like a diamond setelah berduka, tapi saat itu gue pikir, now or never nih…udah jauh-jauh begini harus tetep fokus. Alhasil, gue presentasi. Tim gue sepakat untuk menggunakan bahasa Inggris. Gue juga lebih pede untuk presentasi dalam bahasa Inggris, jadi yowes ber-English ria jadinya. Dari 5 tim finalis (2 UI, 1 ITS, 2 ITB), cuma tim ITB yang pake bahasa Inggris. Anak tim gue, si Hugi, punya pengalaman ikut lomba Chem-E-Car di ITS dan katanya sekalipun di-state kalau pemakaian bahasa nggak masuk penilaian, itu ada ngaruhnya juga, entah terlihat lebih menguasai apa gimana. Okelah kalo gitu. I mustered up my confidence. Waktu itu gue terbayang HNMUN delegate di WHO yang dari University of Chicago yang gaya ngomongnya lantang, percaya diri, gampang dimengerti, dan convincing. I pictured him in my mind, dan itulah yang gue praktikkan saat presentasi final CPDC. Puji Tuhan banget, timing presentasi kita pas (timing juga masuk penilian, selesai nggak selesai bakal dipotong kalau waktunya habis).

Ketika masuk sesi tanya jawab, the questions were challenging, contohnya: What’s your greatest barrier when you launch this product? Well, kita jawab adalah ya ini metode baru yang masih asing. Permen karet penghilang bau badan. Kompetitiornya, pemain lama produk anti bau badan seperti roll on, spray, dan bedak. Lalu gimana strateginya? Team-mate gue yang anak TI, si Valen, jawab: ya pake marketing. Dia menganalogikan minyak angin roll on yang berhasil menembus pasar, sekalipun metodenya baru. Itu berhasil karena marketing. Ketika dia jawab begitu, jurinya ngangguk-ngangguk. Jurinya juga ada yang muji: Good, kalian udah mateng ya dan itu bagus kalian pakai bahan yang udah dikenal masyarakat luas bakal efektif: daun kemangi. Kita juga dikomentari soal regulasi, penulisan komposisi di kemasan, dan klaim harus dilengkapi dengan uji klinis. Well, karena kita juga kondisinya masih prototype, rada nggak mungkin uji klinis sebelum tahap final…jadinya validasi ya lewat research pustaka dari jurnal ilmiah aja gitu. Selesai penjurian semua tim selesai dan masuk waktu menunggu gala dinner buat pengumuman juara, kita cabut nonton film ke sebelah (Planet Hollywood).

Pas ke gala dinner dan diumumkan juaranya dari juara 3 deg-degan banget. Dan pas diumumin juara 1 dan MCnya ngucapin Institut….jrengg udah pasti ITB karena ITS udah disebutin di juara 3 atau juara 2 gitu…dan pas diucapin Ocigum, gue kontan ngangkat tangan dan teriak. KYAAAA~~~~~~~~~~~~~~~~ KYAAAA~~~~~~~~~ Terus yaudah deh foto-foto dengan papan juara. Oh and the sweet thing is ternyata CPDC bekerjasama dengan 3M (yang bikin Scotch tape dan Post-It). Juara 1 itu bukan cuma jadi 1st winner tapi juga dapet gelar 3M Student Innovator Award. Seneng dan excited banget!! Apalagi di saat gue terpikir untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, achivement seperti begini mudah-mudahan bakal ngeboost resume gue hehehehe😀 Akhirnya ITB juara CPDC….buat yang pengen ikut CPDC lagi, kyaaa go for it, collaborate, and konsepnya as mateng as possible. Karena setelah gue liat, sekalipun ide lo menjawab masalah global yang besar, kalau dalam pengonsepannya dan strateginya nggak mateng, ya penilaian dari jurinya nggak akan maksimal.

So what’s next? Akankah ini diproduksi?

Kalau ada investor yang tertarik gue sih mau-mau aja. Dari tim sih belum ada keputusan, karena kita mau fokus Tugas Akhir Sarjana dulu coy. Lulus dulu deh ya…..soal mass production, kita lihat saja nanti.

monicantik - ocigum

2 thoughts on “Ocigum: permen karet penghilang bau badan

  1. haloo
    gw nemu blog lw pas lagi nyari review soal Canon G15. tapi ternyata postingan yang lain di blog lw menarik dan penuh sama quotes yang ngena banget di kehidupan.
    Thank you for sharing your thoughts and experience🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s