Here’s to 2013: the Most Epic Year Yet

HNMUN, CPDC, RFEC, wisuda Juli, kompre camp, kepergian Ambo Ina dan Mama Tua, secret getaway to Bali, enigma, SB, GRE, menang Scoopy, getting a (temporary) tattoo, are just flashbacks that can give a glimpse of how crazy this one hell of a year has been. I can not help wonder, marvel, and shake my head just reminiscing 2013. This year has been a mix of everything: loss, achievements, joy, blessings, travel, heartbreak, flings, low points, high points, celebrations, funerals, and revelation. It is just startling to see how quick time flies! Here’s my personal review of 2013.

Loss

Tahun ini diawali dengan meninggalnya namboru kesayangan gue (dan kesayangan satu keluarga), Ambo Ina dan selang beberapa minggu diikuti dengan meninggalnya Mama Tua Gorat. Kebetulan, mereka ini tinggalnya di dekat rumah, and what I mean by close, is like a 5 minute walk. Ambo dan Mama Tua ini seperti ibu kedua dan ketiga dan kepergian mereka benar-benar meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi gue tapi juga buat sekeluarga (pihak bokap) bagi keluarga karena merekalah tokoh-tokoh motor penggerak kumpul-kumpul, yang bikin ramai acara, yang baik hati dan dikerubungi anak-anak sampai dengan yang tua, yang ketawanya paling kenceng, dan disayangi semua orang. Personally, kepergian Ambo dan Mama Tua ini sangat membekas pada diri gue karena merekalah yang mendampingi gue dan orang tua saat tragedi 2012, pada saat gue hampir kehilangan adik gue karena stroke. Mereka ada di dalam mobil ketika adik gue sedang dilarikan ke UGD, padahal pada saat itu Ambo lagi menjalani pengobatan untuk penyakit kankernya. Ketika ayah gue histeris, nyokap gue udah agak-agak nggak nyambung karena overwhelmed, dan gue yang bingung antara harus menenangkan Papa atau memegang kendali, Ambo Ina dan Mama Tua ada di situ untuk menenangkan kami, membantu mengurus urusan, memimpin doa, dan memastikan kami makan dan istirahat. Sekian minggu adik gue di ICU RS Dharmais, mereka begitu rajin memastikan kondisi adik dan memastikan keadaan kami semua. Fase itu merupakan fase sulit tahun 2012, ketika orang tua gue bergantian untuk jaga di RS Dharmais, dan gue harus in charge adik gue yang satu lagi yang di rumah. Ambo Ina dan Mama Tua begitu setia doing whatever they could to help. .

Hustle and Bustle

Semester 8 adalah semester ter-GILA selama di ITB, gue memegang tanggung jawab di berbagai tempat dan di penghujung riwayat akademis pula, but thank God I managed to complete everything dan lulus tepat waktu😉 Memegang jabatan Kepala Divisi di Regional Future Energy Challenge 2013, ikut lomba Chemical Product Design Competition, menjadi delegate di Harvard National Model United Nations 2013, belum lagi TA seperti penelitian, rancang pabrik, dan ujian komprehensif………..CRAZY. Tidur larut malam, bangun pagi langsung balas-balas email, rapat, training, nginep di lab, sakit sampe masuk UGD karena muntah pas sibuk ngerun di lab, nginep di kosan temen kelompok rancang pabrik, kumpul di kosan Jekpot buat bikin laporan CPDC, survey venue RFEC, ngurusin alat penelitian ke bengkel, latihan presentasi seminar penelitian lab MP3 (singkatan untuk Laboratorium Metodika Perancangan dan Pengendalian Proses) di kosan Tyas, nginep 2 minggu di kosan Tyas buat belajar untuk ujian komprehensif (ujian penentu lulus/gagal dengan materi 4 tahun kuliah dan bobot 1 SKS), dan pengumuman ujian komprehensif yang hasilnya 100% lulus………..luar biasa banget semester ini. Seneng banget eksekusi hari-H RFEC sukses besar (at least menurut gue dan respons positif orang-orang), penelitian beres tepat waktu dan dapet nilai A, usaha kompre camp di kosan Tyas nggak sia-sia, dan semester ini beres juga!

Achievements

Winning the 5th Chemical Product Design Competition was definitely a highlight of this year. Mendengarkan ‘Institut Teknologi Bandung dengan produk Ocigum’ ketika diumumkan sebagai 1st Winner and being granted the 3M Student Innovator Award was such a blessing! Padahal pas tahap final, gue cukup jiper melihat produk lain yang menjawab tantangan global seperti pencemaran udara, bukan seperti produk gue (sebenarnya menjawab tantangan global juga sih…….) yang menjawab masalah bau badan. Lagi-lagi, tahun ini bucket list ‘Meraih prestasi signifikan dalam ranah keprofesian teknik kimia’ berhasil dicoret, thank God.

menang

hihi😀

Another ‘achievement’ was winning a motorcycle from LINE. At first I thought it was a hoax, but it was impossible LINE Event will send a hoax message. Pada saat gue mendapat LINE tersebut, pas lagi persiapan ujian komprehensif jadi gue cuma nanya ke official Twitter dan Facebook, nggak dapat jawaban terus yaudah gue biarkan saja. The funny thing is, pengumuman resmi daftar pemenang itu pada hari pengumuman gelar Sarjana, dan gue taunya dari Path, ada kakak kelas gue yang ngescreenshot list pemenang motor Scoopy. Reaksi gue: ketawa. Kok bisa pas banget (jadi berasa hadiah kelulusan S1) dan kenapa random banget hahaha. It was funny and I am really happy, thank you LINE, awesome timing, btw! Pengirimannya pun cepat dan gak ribet, so bravo LINE Indonesia!

Secara random memenangkan motor Scoopy dari LINE Indonesia.

Secara random memenangkan motor Scoopy dari LINE Indonesia.


Graduation

Tahun ini adalah tahun gue dapet gelar S.T. After almost 4 bloody years in engineering school, I freaking graduated baby! Graduation Day was so tiring! The hair and make up, parade, attending graduation parties, throwing dinner parties, but it was all worth it!

Syukuran Wisuda Juli 2013 HIMATEK ITB, temanya Espanola :3

syukwis (syukuran wisuda) Juli, temanya latin-latin gitu (syukwis Himatek emang selalu dress up, terutama wisudawannya). Dari semua syukwis di Himatek, ini syukwis favorit, terlepas dari ini syukwis wisudaan gue, karena emang syukwis didesain dengan apik dan dibuat sangat personal untuk wisudawan.

graduation :)

Dikasih mahkota princess sama sahabat-sahabat unyuk aku, Siska dan Melati🙂

I LOVE FLOWERS!

Ketika gue menjadi adik kelas yang menjadi kroco-kroco kakak-kakak wisudawan pas wisudaan, temen gue nyeletuk ‘Kepopuleran seseorang itu bisa dilihat pas wisuda dia dapet banyak bunga/hadiah’. Haha, entah deh itu benar atau tidak. Honestly, I didn’t anticipate getting a lot of flowers (apalah aku ini, remah-remah). And yet I did and I am grateful for everyone’s thoughtfulness. Oh, a little clue. I love flowers.


Opportunities

Tahun ini adalah tahun gue aktif di Indonesia Mengglobal sebagai Campus Representative ITB yang pertama. IM adalah organisasi non-mahasiswa pertama gue. Salah satu highlight di IM adalah membuat idea video IM. Pada saat di awal kepengurusan, gue mengusulkan pembuatan video karena kebetulan pada saat gue menjabat posisi itu, gue melakukan perjalanan ke AS. Ide gue mendapat sambutan baik (which meant nambah kerjaan juga sih, haha) dan gue dihubungkan dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang akan menjadi guide dan gue fitur dalam video. Universitas-universitas yang gue liput adalah Harvard, MIT, NYU, Columbia. Seru juga sih bisa kenalan dengan orang-orang itu (I admire people who get accepted in top schools, because it’s something very competitive on a global scale) dan janjian, kenalan, dan ngobrol-ngobrol tentang student life mereka dan kehidupan merantau in general. 

membuat video Indonesia Mengglobal di MIT

membuat video Indonesia Mengglobal di MIT dan diapit anak-anak MIT dari Indonesia: Kevin dan Romy

Opportunity lain adalah ikut HNMUN. Memang selama ini, dari awal masuk ITB (karena lihat spanduk-spanduk di Gerbang Ganesha yang memamerkan orang-orang yang mewakili ITB ke luar negeri entah untuk lomba atau ajang internasional lain) salah satu isi bucket list gue adalah ‘Mewakili ITB dalam ajang internasional‘ dan Puji Tuhan berhasil gue coret tahun ini. Sebenarnya ikut ajang seperti HNMUN ini cukup kontroversial (bahkan ada thread Kaskus yang khusus nge-bash kegiatan ikut MUN internasional) karena dianggap buang-buang duit. Ada anggapan tim HNMUN macam tim gue itu sekumpulan anak-anak orang kaya tukang hura-hura yang bisa bacot bahasa Inggris dan berniat licik untuk nyari sponsor guna jalan-jalan ke luar negeri dengan kedok ikut MUN. Reaksi pertama gue agak kecewa sih ada asumsi serendah itu, but then again ya diomongin yang jelek-jelek itu gak bisa dihindari sih ya, everyone is entitled to their own opinon. Well here’s mine, bagi gue MUN was an amazing learning experience, bahkan dari awal seleksi intra ITB untuk jadi tim delegasi sampai selesai konferensi di Boston. Segala pembelajaran di MUN, trik-trik bernegosiasi, menangani kalau ide dicuri, trik-trik kalau di-backstab, cara smooth memanipulasi untuk meyakinkan orang lain, rasanya agak sulit didapatkan dari dalam kelas, apalagi buat anak teknik yang sehari-harinya di lab atau ngitung laju alir dalam pipa. Bekerja dengan orang-orang social sciences, merasa bedanya orang teknik dan orang social sciences, kerja interdisipliner, dan diekspos dengan karakter dari berbagai dunia, orang-orang super ambisius, orang-orang laid back, delegate yang ampun deh apa banget (bermulut manis tapi ternyata berbisa) dalam kondisi kompetitif itu experience that I greatly learned from. So, to me MUN was not merely the trip abroad. Selain dari MUN-nya sendiri, gue bisa dapet sekumpulan temen yang asik-asik (ada juga yang dapet pacar…..) dan keren-keren prestasinya di luar MUN (banyak banget mapres dari anak GMUN). Lewat MUN gue bisa kenal dan berkesempatan ngobrol dengan orang-orang menginspirasi seperti Veronica Colondam, a generous sponsor to our team and a very moving inspiration booster, dan Mbak Sidrotun Naim, our gracious host in Boston yang menjamu kami dengan begitu hangat (sampai 2 kali loh!), mengisi perut dengan masakan Indonesia dan membekali kami dengan cemilan untuk di jalan.

di suatu taman di Boston, pada hari pertama kita jalan-jalan keliling naik bus

di suatu taman di Boston, pada hari pertama kita jalan-jalan keliling naik bus ditemani Om Hanan, sahabat bokap gue yang saat itu menjadi visiting scholar di Harvard Kennedy School


Travel

This year’s Bali and US trip was simply freaking awesome. Travelling abroad rame-rame sama temen kuliah itu once in a lifetime experience and I am thankful I got that this year! Setelah persiapan selama sekitar 8 bulan untuk Harvard National Model United Nations (HNMUN), akhirnya kami pun berangkat naik pesawat Etihad jurusan Jakarta-Abu Dhabi-New York City. Sebenarnya aslinya tripnya hanya sekitar 12 hari, tapi karena gue pengen ngunjungin namboru gue di New Jersey sambil liat-liat sekolah, gue extend jadi total-total gue pergi selama 3 minggu.  Oh, and not to mention travelling with friends was fun and crazy. There was a time where the team just knocked my socks off and I actually took off and had a cup of coffee at Au Bon Pain with tears in my eyes and thinking ‘why did I do this’ but at other times they made me feel awesome. Momen pahit ditolak Megabus dan beli tiket bus di detik-detik terakhir, ketinggalan bus yang mau ke Philadelphia. Momen mengunjungi kota tempat kudibesarkan, Troy, New York. Momen staying at my aunt’s place in New Jersey, dibawa shopping ke outlet yang muraah (gue dapat jeans Levi’s Demi Curve seharga 20 dolar saja) dan dibawa ke sushi buffet yang enak pisaan (trust me 3 minggu pisah dari nasi dan ikan itu…..sesuatu). Momen ketemuan sama sahabat yang nggak gue jumpai selama 10 tahun, sahabat semasa kecil di New York, Jasmine Horton. Mengunjungi museum-museum dan galeri seni yang amazing banget (gue tipe orang yang milih museum ketimbang belanja). Ke Statue of Liberty, Georgetown Cupcakes, Museum of Modern Art, Smithsonian, dan tempat keren lainnya sungguh sesuatu!

Tengah malam ke Empire State Building (anginnya buset!) terus unyunya ada yang lagi di-propose nikah. AWWW.

Tengah malam ke Empire State Building (anginnya buset!) terus unyunya ada yang lagi di-propose nikah. AWWW.

This year also marks my first solo international flight from New York to Jakarta, which was quite a challenge especially on the long transit in Abu Dhabi (thank God ADIA has free Wi-Fi, unlike JFK :P). Pengalaman duduk dalam flight belasan jam di bangku berdua di sebelah om-om yang kerja di oil and gas yang bersikap sangat aneh dan pengalaman duduk bareng rombongan umroh yang aduh………..bau minyak kayu putih, nyampah di mana-mana (malu banget di ruang tunggu sampah kulit jeruk dan botol kosong ada di beberapa tempat). Huft. Anyway, the trip to USA was overall great.

ITB for HNMUN 2013

ITB for HNMUN 2013

Snowing in Boston!

Snowing in Boston!

mengunjungi Harvard dengan sahabat gue, Santi Sijabat

mengunjungi Harvard dengan sahabat gue, Santi Sijabat

Kumpul-kumpul tim HNMUN ITB dengan alumni ITB yang di Boston :D

Kumpul-kumpul tim HNMUN ITB dengan alumni ITB yang di Boston😀 (anak mesin sampe bawa jahim dan bendera himpunan loh….)

Another first in 2013 is my first solo Bali trip which was unplanned, impulsive, and pretty much a secret getaway (only my 3 best friends knew I was going to Bali). I had money saved from winning competitions and working in projects so I thought, what the hell. So there I was, jam 7 malam browsing tiket, tengah malam booking, besok siangnya belanja keperluan, dan sorenya I’m on a flight to Bali, tanpa sepengetahuan siapa pun kecuali beberapa sahabat. Lounge hopping, sipping cocktails by the beach, beach exploring, and indulging in a tranquil me-time at The Mulia was exactly what I needed. Staying at The Mulia pun sesuatu yang tidak direncanakan (and thank God I got a room!). Gue dan The Mulia itu seperti love at first sight and I knew I had to go there, tadinya mau iseng aja buat sunset aja gitu di salah satu cafe rooftopnya, tapi ah sekalian aja😉 Dan senangnya, gue datang di saat yang (lumayan) tepat. Pada saat itu lagi bulan puasa, jadi tiket pesawat murah dan Bali tidak terlalu ramai.

Staying at The Mulia Bali was definitely a highlight of 2013.

Staying at The Mulia Bali was definitely a highlight of 2013.


New Friendships

A thing I truly cherish from 2013 is the birth of new friendships. This year I grew close to a number of people. Misalnya, Tiffany. Tiffany ini partner delegate gue di HNMUN (delegate WHO itu double delegate alias berpasangan, bukan delegate tunggal per negara). Alhasil dari penentuan formasi delegate, gue dipasangkan dengan doi. Waktu itu sih diceritainnya karena gue punya sosok ‘kakak’ jadi bisa mengayomi Tiffy so she can shine to her maximum potential. Gue menerima dengan senang hati and it turned out, gue dan Tiffy bukan saja partner in crime di conference room, kita pun jadi akrab main bareng, sleepover, ngegym bareng, nemenin gue bikin tato (temporary loh ya), dan temen curhat-curhat cimpi-cimpi ceria. Selain Tiffy juga ada contoh-contoh lain, pertemanan yang makin deket tahun ini. Orang-orang yang mungkin tahun lalu gue bahkan nggak kenal, tapi eh tahun ini jadi temenan deket dan bisa ngobrol ngalur ngidul berjam-jam dengan sangat nyaman, sekalipun terpaut jarak ribuan kilometer dan zona waktu.

Tiffany

me and tiffy! partner in crime lasted beyond HNMUN❤


Post Graduation

Lulus Juli dan masih ada di kampus sampai Desember itu bittersweet. Setelah lulus, gue stay di Bandung karena proyekan dengan dosen. Rasa galau move on dari kehidupan kuliah dan move on dari Bandung itu perasaan yang sulit dibendung; and at that time sticking around pas lagi rame was great. Tapi ketika para oktopus (wisudawan Oktober) udah mulai cabut dari Bandung, going to campus wasn’t as great as usual. Muka-muka terlihat asing dan didominasi adik-adik kelas. Di himpunan pun banyakan yang nggak dikenal daripada yang dikenal. Nyari temen makan siang mesti ngiter-ngiter ke lab-lab dulu cari anak proyekan lain atau harus cari di Whatsapp. Untungnya di semester terakhir dan di kehidupan post graduation ada momen-momen angkatan TK09 yang mengeratkan: makrab angkatan yang nginep di Punclut (kalau nggak salah seminggu sebelum gue berangkat ke US) dan pas tradisi 3 tahunan dengan angkatan 2012. Makrab itu momen yang okeeeee banget, karena benar-benar quality time. Bukan sekedar hura-hura barbecuean dan karokean lagu 90an, tapi dengan apiknya sang ketua angkatan, Faris membuat acara dimana kita semua lesehan melingkar dan membagikan rencana dan cita-cita ke depan. Berkat momen itu, eh ketauan siapa yang mau jadi presiden, siapa yang mau jadi ketua Kadin, siapa yang mau jadi pastor, siapa yang mau menikah muda, dan lain-lain. Sungguh keputusan yang bijaksana untuk ngadain momen se-intimate itu sebelum hustle and bustle semester akhir.

hari terakhir kuliah di ITB

hari terakhir kuliah di ITB! Pas hari terakhir kuliah, gue bawa kamera dan banyak foto-foto bareng orang-orang untuk mengabadikannya (unyu kan). Itu yang ngerangkul gue adalah salah satu bapak menteri di kabinet (bukan Indonesia bersatu) KM ITB (semacam BEMnya).

kumpul-kumpul di rumah Marsha Faradina, sang Ganbest yang saat itu lagi berulang tahun

kumpul-kumpul di rumah Marsha Faradina, sang Ganbest yang saat itu lagi berulang tahun! Di tengah sibuk-sibuknya semester 8, kita sempetin ngumpul untuk makan sebelum pada mencar!

Selain drastisnya perubahan kehidupan Bandung, post graduation meant that everyone was going in separate directions. Elsa ke Malaysia, Rea ke India, Ricky, partner labtek gue, ke UK, Bonjay ke Riau, Rony ke Palembang, dan lainnya. Temen main makin menipis dan Bandung….well in one way berkurang keasyikannya. Ke fasa post graduation emang butuh adaptasi and determining your next step itu penting banget….mengenali diri sendiri, apa yang ingin dikejar dalam hidup, nilai-nilai yang penting bagi hidup.

On Romance, and anything else that’s a tad too personal to share here…

I will elaborate privately (password required and limited to particular people, hehe).

it was a usual Saturday night and I impulsively called this guy who can make temp tattoos.

it was a usual Saturday night and I impulsively called this guy who can make temp tattoos. Lalu, gue mendapat julukan Monta (monci tato). Actually, gue emang udah lama sih pengen bikin tato, tapi karena urusan medical check up dan job seeking (not to mention I intend to enter the public sector where the rules are stricter) getting a tattoo is definitely a no-no. Jalan tengahnya: tato temporer yang ilang abis 2 minggu. Keisengan ini juga salah satu bentuk social experiment, gue pengen liat reaksi orang-orang gimana pada cewek dengan buku di tangan kiri dan tato gede di tangan kanan. The results were quite interesting.

So I guess that sums up 2013. No matter how awesome and mind blowing 2013 was, I do not want to dwell on it. Time to move forward and make this year awesome! God bless this year, amen.

tumblr_mb4rz9xjkH1ru9qdjo1_500

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s