First eMatrix Experience

Monicantik - eMatrix

Kiri: ceritanya foto before; Tengah: abis diolesin anestesi; Kanan: di jalan pulang setelah di-eMatrix

 

So after a long time procrastinating, I have finally summed up the guts (and cash lol) to have an eMatrix treatment! Kenapa eMatrix? Down timenya pendek (gak perlu sampe cuti segala, ribet buat kita-kita yang punya komitmen pekerjaan yang sulit ditinggal).

As many of you may know, I struggled with a really bad phase of acne in my high school years, which cleared up in my first year of university setelah pindah ke dr. Rani. Ketika gue berjerawat di masa-masa SMA itu, gue berobat ke Titi Moertolo dan mengikuti sarannya untuk difacial, di mana ternyata, mengutip masukan yang gue terima, malah bikin scars di muka gue, dan scarsnya bukan yang discolored, merah atau item gitu, tapi yang cekung-cekung, jelek, bikin gak pede, dan butuh upaya (dan biaya lebih) buat menyamarkan (syukur-syukur bisa hilang, tapi dengan teknologi yang ada sekarang gue gak yakin bisa hilang 100%, tapi kalau bisa samar 60% kan kenapa nggak, ya kan?).

Gue akhirnya secara impulsif dan tanpa rencana, memberanikan diri ke klinik Dokterkulitku di Kemanggisan. Sebenernya sekitar setahun lalu gue pernah dateng, ya tes ombak lah, udah konsultasi tapi belum treatment. Kebetulan sempat ada waktu kosong, gak cuma buat treatment, tapi buat ngerem diri di rumah nunggu merah-merah pudar. Yaudah tanpa pikir panjang, gue sikat aja. Memang di saat gue dateng bukan pas lagi ada maraton, tapi kebetulan lagi sepi juga. Sehari sebelum treatment gue udah nelfon baiknya dateng jam berapa, dan dianjurkan buat sampe jam 11, untuk dioles krim kebal (anestesi) dan didiamkan selama 1 jam, dan pas dokternya dateng jam 12, gue udah bisa dikerjain. Oke, gue ikutin saran Mbak-Mbaknya.

Pas dateng, dipersilakan naik ke lantai 2, tiduran, muka gue dibersihkan dan diolesin  krim anestesi (di foto atas yang tengah). Bisa diliat dia gak ngoles semuka-muka, karena yang dioles hanya problem area yaitu yang ada scar dan akan diematrix. Sensasinya agak perih-perih dingin gitu. Setelah itu gue ditinggal deh sekitar satu jam (dan ketiduran hahaha). Kebetulan pas gue dateng agak sepi, gue pasien urutan kedua. Jadi setelah sejam lebih dikit berlalu, giliran pasien pertama, dan abis itu baru gue. Deg-degan sih mayan, soalnya pengalaman pertama laser di dr. Rani dua tahun lalu, itu sakit banget. Gue ngecengkram tangan nyokap sampe super kenceng gitu kasian doi  ikut kesakitan. Mbak-mbak yang ngolesin krim menenangkan gue dengan bilang, sakitnya masih kalah sama sakit difacial. Seperti biasa, gue yang skeptis ini gak bisa menelan klaim itu bulat-bulat. So I expected the worse aja.

Akhirnya tibalah giliran gue. Ruang pengerjaan eMatrix itu ada di lantai pertama, dan treatment ini dihandle langsung oleh dr. Simon. Muka gue disiapin, krim anestesinya dibersihkan dan voila, siap untuk dibakar! Setelah satu jam diolesin, emang berasa kaku dan numb sih kulit muka gue. Alat ematrix itu kecil, dan tanpa basa basi, dr. Simon langsung mengaplikasikannya ke kulit muka gue. Berhubung tindakan nggak didahului sama konsultasi jadi gue sembari nanya-nanya. Dr. Simon agak kaget melihat scars gue yang dalam, dan menganjurkan supaya gue treatment 6-8 kali, dengan gap sebulan sekali. In terms of pain, surprisingly, sakitnya gak separah laser di dr. Rani. Masih sangat sangat tolerable. Kecuali di beberapa area yang dalem di mana Pak Dokter agak berulang lewatinnya. Bener sih, sakitan facial hahaha. Gue kalo facial nangisnya bisa heboh, pas kelar eMatrix sih ya mata kiri berair dikit tapi udah aja gitu. Terus setelah kurang lebih 15 menit kelar deh. Kebetulan, area muka gue yang bermasalah gak gitu luas, di pipi kiri, pipi kanan, sama jidat tengah dikit di antara alis. Jadi cepet deh kelarnya.

Selesai pengerjaan, gue dikasi serum Growth Factor, dalam kapsul-kapsul mirip vitamin rambut gitu. 3 hari pertama harus pake itu dan gak boleh pake krim malem. Oiya salah satu hal yang gue suka dari treatment di Dokterkulitku selain down time yang relatif pendek dan sakit yang tolerable (nyaris tidak ada rasa sakit), adalah pasien gak harus migrasi ke produk-produk/krim Dokterkulitku. So basically you can stick to your own skin care regime, mau dari dokter lain kek atau merek apa, selain untuk 3 hari pertama setelah treatment. Sabun pun pake sabun muka kita sendiri aja.

And the most important thing….hasilnya. Well, we’ll see. It varies from one patient to another, dan gue belum sampai posisi untuk bicara hasil. Mungkin setelah 4 minggu baru keliatan (kalau baca-baca di website Dokterkulitku). Tapi hasil obrolan dengan dr. Simon dan Mbak-Mbak yang ngolesin anestesi sih, dari pengerjaan pertama, improvement sudah tampak, tapi ya levelnya beda-beda aja tiap orang, ada yang 30, 40 bahkan 60 persen. Gue sih gak mau ngarep muluk-muluk, ya kata dokternya aja harus 6-8 kali yaaa mau ngarep apa sih setelah pengerjaan 1 kali? Well, setidaknya gue udah gak penasaran lagi sama treatment eMatrix.  I will update with the results (terutama pembuktian down time sih yang paling penting, apalagi buat kita-kita yang on the go dan agak malu kalo beraktivitas dengan muka merah). Dan yang pasti setelah treatment pertama kali ini gue udah pede untuk melangkahkan kaki lagi ke Kemanggisan untuk treatment lanjutan!

Buat yang concern soal biaya, di Dokterkulitku cukup fleksibel. Treatment bisa menyesuaikan dengan budget. Jadi kalo budget lo 1 juta, misalnya, ya nanti tindakannya porsinya ya 1 juta. Berhubung gue merasa nanggung udah jauh-jauh dan susah nyisihin waktu, ya gue pol-in aja gak pake budget. Info dari Mbak-Mbak di kliniknya sih, rangenya bisa ratusan ribu sampai 4 juta. Gue tadi abis 2,6 juta (untuk ematrix doang, di luar serum dan administrasi).

In a nutshell here’s a summary of the treatment:

Time spent: 90 minutes
Cost: 2.7 mio IDR (around 200 USD)
Level of pain: 4 out of 10
Post treatment products: Growth Factor (3 capsules)
Down Time (not yet proven): 3 days

3 thoughts on “First eMatrix Experience

  1. Hi monica

    Nama saya juga monica. Saya mau tanya gimana hasil ematrix kamu? Ada perbaikan ga? Aku rencana tgl 22 okt mau ke dokter simon kemanggisan. Tp takutnya mahal2 malah ga efek. Please let me know gmn hasilnya yah. Kamu udah brp kali ematrix?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s